• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kejagung Ungkap Dampak Sistemik Kasus Korupsi Limbah Sawit

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 11 Februari 2026 - 14:04
in Nasional
pomee

Sejumlah tersangka dalam kasus dugaan korupsi ekspor Palm Oil Mill Effluent (POME) saat digelandang petugas Kejagung. Foto: Dok Kapuspenkum Kejagung

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan bahwa kasus dugaan korupsi ekspor Palm Oil Mill Effluent (POME) periode 2022-2024 bukan sekadar soal kerugian finansial negara, melainkan juga serangan terhadap tata kelola komoditas strategis dan rasa keadilan masyarakat.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman Nahdi menyatakan, bahwa negara mengalami kehilangan penerimaan yang sangat signifikan akibat tidak terbayarkannya Bea Keluar serta Pungutan Sawit (Levy).

BacaJuga:

Berdialog dengan 10 Asosiasi Desa, Menkop ingin Tuntaskan Berbagai Persoalan KDKMP

Masyarakat hingga Tokoh Adat Dukung Pembangunan K-SIGN Tahap 2 di Rote Ndao

Kementerian Ekraf Dorong Imersif Digital saat Perayaan Kemerdekaan RI

“Kehilangan penerimaan negara, berupa tidak terbayarkannya Bea Keluar dan Pungutan Sawit (Levy) dalam jumlah yang sangat signifikan, yang seharusnya menjadi hak negara dan instrumen fiskal dalam pengelolaan komoditas strategis nasional,” kata Syarief Sulaeman Nahdi dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Ketidakefektifan pengendalian ekspor CPO disinyalir terjadi karena penggunaan klasifikasi produk yang tidak tepat untuk menghindari aturan pembatasan dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Akibatnya, upaya pemerintah dalam melindungi kepentingan publik menjadi tidak optimal.

“Tidak efektifnya kebijakan pengendalian ekspor CPO, karena komoditas yang seharusnya tunduk pada pembatasan, pelarangan,” ucap Syarief Sulaeman.

“Kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri justru dapat diekspor melalui penggunaan klasifikasi yang tidak semestinya, sehingga tujuan perlindungan kepentingan masyarakat menjadi tereduksi,” tambahnya.

Selain itu, terganggunya tata kelola komoditas strategis nasional, karena praktik penyimpangan klasifikasi dan pengabaian ketentuan hukum tersebut melemahkan kewibawaan regulasi negara.

“Merusak kepastian hukum dalam sistem perdagangan komoditas strategis, serta berpotensi menciptakan preseden buruk yang mendorong pengulangan perbuatan serupa apabila tidak ditegakkan hukum secara tegas,” imbuh Syarief Sulaeman.

Kejagung menaksir kerugian sementara keuangan negara dalam kasus dugaan korupsi ekspor Palm Oil Mill Effluent periode 2022-2024 mencapai Rp14,3 triliun. Angka fantastis itu muncul seiring pendalaman penyidikan terhadap penyimpangan izin ekspor limbah kelapa sawit tersebut.

Sebagian kerugian tersebut terkonsentrasi pada kegiatan ekspor dilakukan oleh beberapa grup perusahaan dalam periode tahun 2022 sampai dengan 2024.

“Berdasarkan penghitungan sementara oleh tim penyidik kerugian keuangan negara atau kehilangan penerimaan negara diperkirakan mencapai Rp10,6 triliun hingga Rp14,3 triliun,” beber Syarief Sulaeman.

Total 11 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi ekspor Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah cair kelapa sawit pada periode 2022-2024. Para tersangka terdiri dari tiga penyelenggara negara, lima pejabat Bea Cukai, dan tiga pihak swasta dan lainnya. (dan)

Tags: KejagungkorupsiLimbah Sawit

Berita Terkait.

ferry
Nasional

Berdialog dengan 10 Asosiasi Desa, Menkop ingin Tuntaskan Berbagai Persoalan KDKMP

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:54
tokoh
Nasional

Masyarakat hingga Tokoh Adat Dukung Pembangunan K-SIGN Tahap 2 di Rote Ndao

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:23
Irene-Umar
Nasional

Kementerian Ekraf Dorong Imersif Digital saat Perayaan Kemerdekaan RI

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:03
Amien-Suyitno
Nasional

Madrasah Harus Jadi Ruang Aman, Dirjen Pendis Pastikan Matsama Berjalan Inklusif

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:42
Rini
Nasional

Menteri PANRB: Kinerja Reformasi Birokrasi 2025 Meningkat, 305 MPP Sudah Beroperasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:32
Nusron
Nasional

Menteri Nusron Laporkan Realisasi Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2025 kepada Komisi II DPR RI

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:03

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12339 shares
    Share 4936 Tweet 3085
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2722 shares
    Share 1089 Tweet 681
  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1527 shares
    Share 611 Tweet 382
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1270 shares
    Share 508 Tweet 318
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1182 shares
    Share 473 Tweet 296
Kane
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Inggris Ditekuk Argentina, Harry Kane Sesali Strategi Parkir Bus yang Berujung Petaka

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 16 Juli 2026 - 08:30

INDOPOSCO.ID - Kapten Timnas Inggris Harry Kane mengakui, bahwa strategi mempertahankan keunggulan 1-0 di babak final Piala Dunia 2026 justru...

SelengkapnyaDetails
Enzo

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis! Argentina Bekuk Inggris, Tantang Spanyol di Final

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:17
Mbapee

Curhat Mbappe Setelah Prancis Ditekuk Spanyol, Singgung Kegagalan Taktik di Semifinal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:24
Pemberantasan Korupsi Tak Cukup dengan Dukungan Politik, Pengamat Tekankan Konsistensi

Resep Spanyol ke Final Piala Dunia 2026: Setia pada Fondasi dan Regenerasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:42
Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:12
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.