• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Dugaan Pelecehan Oknum Guru di Pasar Rebo, Korban Diperkirakan Lebih dari Dua Siswi

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 10 Februari 2026 - 14:33
in Megapolitan
Pelecehan

Ilustrasi - Korban pelecehan seksual. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kasus dugaan pelecehan yang melibatkan oknum guru di salah satu SMA di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, diduga tidak hanya menimpa dua orang siswi. Kuasa hukum salah satu korban mengungkapkan jumlah korban diperkirakan lebih dari dua orang.

Kuasa hukum korban berinisial N, Wanda Al-Fathi Akbar, menyatakan sejumlah korban selama ini memilih diam dan belum berani mengungkapkan pengalaman yang mereka alami. “Yang kami dapat ada beberapa korban. Selama ini mereka mungkin belum berani speak up. Estimasinya bisa lebih dari dua orang,” kata Wanda di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

BacaJuga:

Pramono Garansi Anggaran Penanganan Banjir Jakarta Aman dari Pemangkasan

Aksi 28 Oktober Berjalan Lancar, Pramono Pastikan Fasilitas Publik Aman

Polda Metro Minta Maaf dan Janji Evaluasi usai Anggota Larang Jurnalis Liput Demo di Bundaran HI

Menurut Wanda, dugaan pelecehan tersebut diduga telah berlangsung cukup lama, namun baru terungkap setelah salah satu korban berani melapor.

“Kasus ini diam selama ini. Ketika korban yang sekarang kami tangani berani melapor, mulai bermunculan korban-korban lainnya,” ujarnya, sebagiamana dilansir dari Antara.

Pihak kuasa hukum telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Metro Jakarta Timur. Saat ini, perkara masih berada pada tahap penyelidikan dan berpeluang ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Masih tahap penyelidikan. Kemungkinan akan segera naik ke tahap penyidikan,” ucap Wanda.

Selain melapor ke kepolisian, kuasa hukum juga telah mendatangi pihak sekolah untuk mengonfirmasi status terduga pelaku yang merupakan guru di sekolah tersebut. Mereka meminta agar pihak sekolah tidak lepas tangan dan turut mengawal proses hukum yang berjalan.

“Kami meminta pihak sekolah tidak lepas tangan setelah adanya laporan dan pemberhentian terhadap dua oknum guru tersebut,” jelasnya.

Wanda menegaskan, dukungan dari pihak sekolah sangat penting agar proses hukum berjalan secara transparan dan memberikan keadilan bagi para korban.

Sebelumnya, pada Senin (9/2/2026), sejumlah siswa di sekolah tersebut menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap para korban. Para siswa membawa poster dan menyampaikan orasi yang menuntut keadilan serta transparansi penanganan kasus dugaan pelecehan tersebut.

Dalam aksi itu, para siswa menyebut dugaan pelecehan telah berlangsung sejak lama. Pernyataan tersebut diperkuat oleh sejumlah alumni yang mulai berani menyuarakan pengalaman serupa.

Dugaan pelecehan disebut dilakukan melalui pesan di grup WhatsApp, di mana oknum guru diduga membicarakan siswi dengan nada tidak pantas.
“Oknum guru itu saling chat melalui WhatsApp dan membicarakan korban serta siswi lainnya mengenai fisik,” kata Wanda.

Menurut Wanda, bukti yang saat ini dimiliki masih berupa dugaan pelecehan verbal melalui pesan singkat. Namun, pihaknya juga menerima informasi adanya dugaan pelecehan fisik terhadap sejumlah korban lain, meski identitas korban belum diketahui.

“Bukti yang kami pegang saat ini baru verbal lewat WhatsApp. Tapi dari informasi teman-teman korban, ada juga yang diduga mengalami pelecehan fisik,” ujarnya.

Pada kliennya, dugaan pelecehan disebut terjadi selama sekitar dua bulan terakhir. Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami dampak psikologis, mulai dari trauma, rasa takut, hingga tekanan mental yang masih dirasakan hingga kini.

Wanda berharap proses hukum dapat berjalan secara objektif dan transparan, serta meminta adanya pendampingan psikologis bagi para siswi yang terdampak agar dapat pulih dari trauma. (dil)

Tags: oknum guruPasar Rebopelecehan

Berita Terkait.

Pramono Garansi Anggaran Penanganan Banjir Jakarta Aman dari Pemangkasan
Megapolitan

Pramono Garansi Anggaran Penanganan Banjir Jakarta Aman dari Pemangkasan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:15
Aksi 28 Oktober Berjalan Lancar, Pramono Pastikan Fasilitas Publik Aman
Megapolitan

Aksi 28 Oktober Berjalan Lancar, Pramono Pastikan Fasilitas Publik Aman

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44
polisi
Megapolitan

Polda Metro Minta Maaf dan Janji Evaluasi usai Anggota Larang Jurnalis Liput Demo di Bundaran HI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:32
demon
Megapolitan

Ada 61 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Polda Metro Siagakan Personel

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:42
rano
Megapolitan

Bertemu Wagub Tokyo, Rano Karno Dorong Revitalisasi Kota Tua hingga Transportasi Laut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:09
hujan
Megapolitan

Sediakan Payung saat Bepergian, Hari Ini Hujan Berpotensi Mengguyur Jakarta Merata

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:38

OLAHRAGA

Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah
Olahraga

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Editor Dilianto
Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57

INDOPOSCO.ID - Persoalan tata kelola kembali membayangi kompetisi futsal profesional Indonesia. Pergantian struktur organisasi hingga perubahan nama menjadi Asosiasi Futsal...

SelengkapnyaDetails
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27
ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5147 shares
    Share 2059 Tweet 1287
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1262 shares
    Share 505 Tweet 316
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    986 shares
    Share 394 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
  • APK Kuliah Baru 35 Persen, Alumni Perguruan Tinggi Diminta Ikut Perluas Akses Pendidikan

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.