• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Coach Rendi: Relasi, Partnership, dan Ekosistem Jadi Kunci Lonjakan Karier dan Bisnis Berkelanjutan

Dilianto - Editor Dilianto -
Senin, 9 Februari 2026 - 08:59
in Ekonomi
Coach-Rendi

Sharing Sesion Bersama Coach Rendi dengan Para Pembisnis. Foto: dok Dompet Dhuafa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Banyak cerita sukses dalam pengembangan diri, karir, organisasi dan bisnis bukan hanya karena pintar dalam hal teknis atau kompetensi, tapi mereka berhasil karena mereka dapat membangun, mengembangkan dan memaksimalkan relasi, partnership dan ekosistem untuk pengembangan diri, karir, organisasi dan bisnisnya.

Banyak pihak sangat sadar dan percaya bahwa membangun pengembangan diri, karir, organisasi dan bisnis tidak bisa sendirian mereka perlu relasi, partnership dan ekosistem. Tanpa relasi akan kesulitan mendapatkan informasi, peluang dan dukungan. Tanpa Partnership yang kuat tidak bisa berjalan atau berkembang dengan efektif dan efisien. Dan tanpa Ekosistem akan minim kesempatan dan peluang yang terbuka.

BacaJuga:

Energi untuk Bumi: Cara Pertamina Ajak Masyarakat Bergerak di Hari Bumi 2026

Pegadaian Tring Golden Run 2026 Sukses Diikuti 8.000 Pelari dan Salurkan Donasi Rp 1,25 Miliar

Perkuat Ketahanan Pangan, HIPMI Serukan Hilirisasi Kelapa Sawit

Menurut Coach Rendi, “Membangun Relasi, Partnership, dan Ekosistem adalah Investasi Jangka Pendek dan Jangka Panjang dalam pengembangan Diri, Karir, Organisasi dan Bisnis”.

“Membangun Relasi membutuhkan waktu dan keseriusan supaya relasi yang kita bangun dan kembangkan benar benar dapat bermanfaat dan berdamapak untuk diri, karir, profesi, organisasi atau bisnis kita. Membangun relasi adalah membangun kepercayaan dan membangun kemistri. Kepercayaan dan kemistri akan muncul dengan seringnya interaksi dan komunikasi. Kepercyaan dan kemistri tidak bisa dibangun secara instan dan dipaksakan sehingga relasi ini adalah investasi jangka Panjang,” ujarnya, Minggu (8/2/2026)

Partnership adalah langkah berikutnya setelah terbangunnya sebuah relasi. Tanpa relasi akan sangat sulit untuk mendapatkan partnership. Sebuah partnership sulit berjalan efektif dan efisien tanpa relasi yang kuat. Untuk itu dalam membangun partnership perlu memiliki relasi yang baik dan kuat terlebih dahulu.

Dan terakhir adalah ekosistem. Ekosistem dalam hal ini dapat diartikan sebagai Komunitas, asosiasi atau perkumpulan lainnya yang berisi pihak pihak yang dapat membantu dalam proses Pengembangan Diri, Karir, Profesi, Organisasi dan Bisnis.

Lebih lanjut lagi, Coach Rendi mengutarakan pada ekosistem, umumnya adalah tempat berkumpulnya pihak pihak yang memiliki visi, tujuan dan aktivitas yang sama sehingga akan banyak sekali kemungkinan positif yang akan didapatkan dalam ekosistem tersebut mulai dari orang orang yang dapat membantu kita, informasi, kegiatan, peluang kerjasama dan lainnya yang pastinya akan sangat bermakna dan bermanfaat untuk kita.

Sejak tahun 2012 Coach Rendi membangun Relasi, Partnership dan Ekosistem mulai dari menghadiri berbagai kegiatan, mengikuti komunitas komunitas besar di Indonesia saat itu hingga mendapatkan berbagai kesempatan pekerjaan, project dan kerjasama dengan berbagai pihak mulai dari Instansi, Lembaga, Perusahaan di skala regional, nasional hingga internasional hingga pekerjaan, project dan kerjasama dari berbagai NGO Nasional, NGO Internasional, Lembaga Pemerintah, Dinas, hingga Kementerian.

Investasi waktu, tenaga, fikiran dan biaya sudah banyak dilakukan oleh Coach Rendi sejak tahun 2012 dan database relasi, partner, hingga ekosistem itulah yang akhirnya menjadi bekal utama dalam program di Klinik Karir dan Wirausaha mulai dari Porgram Partnership B2B-B2G hingga Program Talent Management menjadi program yang akan sangat berdampak untuk berbagai pesertanya.

Program partnership B2B-B2G adalah sebuah program yang dirancang untuk siapapun yang ingin melakukan kerjasama B2B-B2G mulai dari Profesional seperti konsultan, Mentor, Narasumber, Trainer hingga Organisasi, Bisnis atau pihak manapun yang ingin bekerjasama dengan B2B dan B2G. Layanan yang diberikan adalah : Pelatihan SDM, Pendampingan SDM atau Layanan Agency.

Dengan program ini akan memotong Investasi Waktu, Tenaga, Fikiran dan Biaya yang harus dikeluarkan oleh para pihak dalam membangun relasi, partnership dan ekosistem dibandingkan meraka melakukannya sendiri dan melakukannya dari awal (dari nol).

Talent Management Klinik Karir dan Wirausaha adalah sebuah program yang akan melakukan kurasi, pelatihan, pendampingan hingga menghubungkan talent terbaik di Klinik Karir dan Wirausaha Coach Rendi ke berbagai pihak khusus nya B2B dan B2G yang membutuhkan Talent Talent terbaik dalam berbagai peran seperti konsultan, trainer, narasumber, fasilitator, mentor, pendamping, coach, MC, Creative, Vendor dan lainnta.

Dengan kepercayaan dari berbagai relasi, partners dan eksosotem yang dimiliki dan diklinik karir dan wirausaha Coach Rendi dan partners akan menjadi value sendiri untuk menjadi talent management di klinik karir dan wirausaha Coach Rendi dan Partners.

Banyak pihak tidak mengetahui bahkan tidak sadar bahaya dari “Stupid Cost” dan “Stupid Time”. Secara sederhana “Stupid Cost” dan “Stupid Time” adalah biaya dan waktu yang kita keluarkan hanya untuk “trial-erorr” atau coba-coba tanpa memiliki bekal ilmu, pengalaman dan akses.

Banyak pihak yang memilih mencoba menghemat uang atau biaya dengan mencoba melakukan sendiri (coba-coba/trial-eorr) hal yang bukan menjadi keahliannya padahal hasilnya cenderung tidak sesuai yang diharapkan. Sehingga secara tidak sadar kita sudah mengeluarkan waktu, tenaga, fikiran bahkan biaya untuk hal tersebut.

Padahal yang harusnya dilakukan adalah kita cukup fokus melakukan aktivitas, program atau hal lainnya sesuai dengan bidang dan kompetensi yang kita miliki. Jika ingin mempelajari dan mendapatkan hasil yang maksimal dalam bidang atau komptensi umumnya yang dilakukan adalah mencari mentor, coach atau pendamping yang tepat.

Dan jika bentuknya program atau layanan, carilah mitra, vendor, partners yang tepat untuk melakukan itu semu supaya kita bisa terhindar dari jebakan “Stupid Cost” dan “Stupid Time”.

Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya, welasasih (filantropis) dan wirausaha sosial. Sudah berjalan lebih tiga dekade (32 tahun), Dompet Dhuafa berkontribusi menghadirkan layanan bagi pemberdayaan dan pengembangan umat melalui lima pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta CSR. Dompet Dhuafa juga menerapkan tata kelola sesuai prinsip GCG (transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran) dan memastikan organisasi berjalan sesuai regulasi, kepatuhan syariah dan ketentuan-ketentuan lainnya. (adv)

Tags: Coach RendiDompet DhuafaiPengembangan Bisnis

Berita Terkait.

Persib di Ujung Tanduk, Skenario Gagal Juara Mulai Terlihat
Ekonomi

Energi untuk Bumi: Cara Pertamina Ajak Masyarakat Bergerak di Hari Bumi 2026

Senin, 27 April 2026 - 02:22
Pegadaian Tring Golden Run 2026 Sukses Diikuti 8.000 Pelari dan Salurkan Donasi Rp 1,25 Miliar
Ekonomi

Pegadaian Tring Golden Run 2026 Sukses Diikuti 8.000 Pelari dan Salurkan Donasi Rp 1,25 Miliar

Minggu, 26 April 2026 - 23:26
sawit
Ekonomi

Perkuat Ketahanan Pangan, HIPMI Serukan Hilirisasi Kelapa Sawit

Minggu, 26 April 2026 - 09:51
Penyerahan
Ekonomi

Citroën Lanjutkan Penyerahan Unit Ë-C3 All Electric Tahap II untuk Bisnis PT Express

Sabtu, 25 April 2026 - 23:22
Oon-Arfiandwi
Ekonomi

Kecerdasan Buatan Jadi Akselerator Utama Produktivitas Developer Indonesia

Sabtu, 25 April 2026 - 22:41
Penumpang
Ekonomi

Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Ekonomi Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 - 22:21

BERITA POPULER

  • kartinian

    Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    907 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1354 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Unggah Foto Wajah Burung, Instagram Lee Jong Suk Picu Spekulasi Hubungan dengan IU

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan Ringan Diperkirakan di Jaktim dan Jaksel

    661 shares
    Share 264 Tweet 165
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.