• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Perkuat Ketahanan Pangan, HIPMI Serukan Hilirisasi Kelapa Sawit

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 26 April 2026 - 09:51
in Ekonomi
sawit

Ilustrasi - Pekerja memanen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di areal perkebunan. Produktivitas sawit yang tinggi dan pasokan yang stabil menjadikan komoditas ini strategis sebagai bahan baku berbagai produk pangan bernilai tambah. Foto: Dokumen BPDP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mendorong pengusaha nasional untuk tidak berhenti pada produksi tandan buah segar (TBS) dan crude palm oil (CPO), tetapi masuk lebih jauh ke hilirisasi kelapa sawit di sektor pangan. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar.

Ketua Bidang Pertanian sekaligus Ketua Satuan Tugas Pangan BPP HIPMI, M Hadi Nainggolan, menegaskan bahwa industri kelapa sawit merupakan salah satu kekuatan utama pangan nasional. Dari hulu hingga hilir, ekosistem sawit telah berkontribusi dalam penyediaan bahan pangan bagi sekitar 280 juta penduduk Indonesia.

BacaJuga:

Bapanas Klaim Beras Premium Aman Meski Ditemukan Ritel Kosong

Menkop: MES Harus Jadi Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat

Sawit Berpotensi Jadi Pilar Energi Terbarukan Indonesia

Menurutnya, kelapa sawit memiliki keunggulan kompetitif sebagai bahan baku pangan karena produktivitasnya tinggi, harga relatif terjangkau, pasokan stabil, dan memiliki ragam aplikasi yang sangat luas dalam industri makanan.

“Dari kelapa sawit kita menghasilkan berbagai macam produk turunan di bidang pangan. Banyak sekali produk pangan yang dihasilkan dari kelapa sawit,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Hadi menilai luas perkebunan sawit Indonesia yang mendekati 17 juta hektare harus dipandang sebagai kekuatan strategis untuk menopang kebutuhan pangan nasional. Tidak seperti komoditas lain yang mengenal musim panen, sawit memiliki pola produksi yang relatif konsisten sepanjang tahun, memberikan kepastian pasokan bagi industri.

Founder HANN Corp tersebut menyebut kondisi ini seharusnya menjadi daya tarik bagi para pengusaha, khususnya anggota HIPMI, untuk masuk ke sektor pengolahan lanjutan atau hilirisasi.

Selama ini, produk turunan sawit di sektor pangan telah hadir dalam bentuk minyak goreng, margarin, roti, kopi, cokelat, biskuit, hingga mentega putih (shortening). Namun, menurut Hadi, potensi tersebut masih belum dimaksimalkan oleh pelaku usaha nasional.

“Saat ini hampir semua pengusaha sukses di HIPMI memiliki kebun kelapa sawit, tapi hanya sebatas menghasilkan TBS dan CPO. Kita masih perlu mendorong agar para pengusaha terjun ke sektor hilirisasi,” tegasnya.

Untuk mempercepat upaya tersebut, HIPMI mendorong kolaborasi lebih erat dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP). Lembaga ini telah memiliki Program Pangan dan Hilirisasi yang bertujuan memperkuat industri sawit nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk hilir di pasar global.

Hadi bahkan mengusulkan agar BPDP mengembangkan program inkubasi berskala industri khusus di sektor pangan berbasis sawit.

“Kami mengajak BPDP melompat lebih tinggi dengan menciptakan program inkubasi skala industri di program pangan,” katanya.

Ia menekankan, keberhasilan hilirisasi sawit di sektor pangan tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan nilai ekonomi di daerah.

HIPMI menargetkan ke depan, setidaknya ada satu pengusaha di setiap provinsi yang serius menggarap hilirisasi sawit di sektor pangan.

“Harus ada pengusaha yang bisa mengolah kebun sawit menjadi produk-produk pangan seperti mentega hingga keju,” pungkasnya. (rmn)

Tags: hilirisasiHIPMIIndustri Kelapa SawitKelapa Sawitpangansawit

Berita Terkait.

Bapanas Klaim Beras Premium Aman Meski Ditemukan Ritel Kosong
Ekonomi

Bapanas Klaim Beras Premium Aman Meski Ditemukan Ritel Kosong

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:02
Menkop: MES Harus Jadi Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat
Ekonomi

Menkop: MES Harus Jadi Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:03
Sawit Berpotensi Jadi Pilar Energi Terbarukan Indonesia
Ekonomi

Sawit Berpotensi Jadi Pilar Energi Terbarukan Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:10
PGE Perkuat Pendanaan Panas Bumi lewat Kerja Sama Strategis dengan Bank Mizuho Senilai USD75 Juta
Ekonomi

PGE Perkuat Pendanaan Panas Bumi lewat Kerja Sama Strategis dengan Bank Mizuho Senilai USD75 Juta

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:48
Perkuat Tata Kelola SDM, GDPS Dorong Profesionalisme Berkelanjutan
Ekonomi

Perkuat Tata Kelola SDM, GDPS Dorong Profesionalisme Berkelanjutan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:27
Wisuda
Ekonomi

Transformasi Digital Jasa Keuangan Butuh Talenta Adaptif, Lulusan Perguruan Tinggi Penuhi Itu

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:24

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3197 shares
    Share 1279 Tweet 799
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1420 shares
    Share 568 Tweet 355
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    997 shares
    Share 399 Tweet 249
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2885 shares
    Share 1154 Tweet 721
  • Awal Pekan Ini Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

    769 shares
    Share 308 Tweet 192
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.