• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pro Growth-Pro Welfare, Strategi Baru Pemerintah Percepat Pertumbuhan dan Kesejahteraan

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 10 Juni 2026 - 15:15
in Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026). Foto: Dok. Kemenkeu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026). Foto: Dok. Kemenkeu

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah mulai menyiapkan fondasi ekonomi nasional untuk memasuki fase pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2027. Melalui Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun 2027, pemerintah menargetkan laju pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen sebagai bagian dari langkah menuju target pertumbuhan 8 persen pada 2029.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, strategi yang diusung pemerintah bertumpu pada konsep Pro Growth-Pro Welfare yang mengintegrasikan kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan investasi strategis untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih inklusif.

BacaJuga:

Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Berpotensi Tekan Kelas Menengah Bawah

Perkokoh Sinergi Ekosistem Syariah, Pegadaian dan Bank Syariah Nasional Kolaborasi Pendanaan

Permintaan Hunian Premium di Cimanggis Menguat, Didukung Akses Infrastruktur

“Melalui sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan dukungan investasi strategis, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dengan peningkatan kesejahteraan yang lebih cepat. Pertumbuhan ekonomi harus mampu dirasakan manfaatnya secara luas oleh seluruh masyarakat,” ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Untuk menopang target tersebut, pemerintah memperkirakan investasi dapat tumbuh antara 6,5 persen hingga 7,5 persen. Fokus investasi diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki nilai tambah tinggi dan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional.

Selain mendorong investasi, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah pembenahan iklim usaha melalui deregulasi dan penyelesaian berbagai hambatan investasi. Penyederhanaan perizinan, penguatan kepastian hukum, serta peningkatan koordinasi antarinstansi menjadi bagian dari upaya mempercepat arus modal masuk ke dalam negeri.

Di sisi fiskal, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga kesehatan APBN. Langkah tersebut ditempuh melalui optimalisasi penerimaan negara, peningkatan efektivitas belanja, serta pengelolaan pembiayaan yang hati-hati guna menjaga keberlanjutan fiskal sekaligus mempercepat transformasi ekonomi.

Optimisme pemerintah tidak lepas dari capaian ekonomi nasional sepanjang awal tahun ini. Pada triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,61 persen secara tahunan. Kinerja tersebut didukung inflasi yang terkendali di level 3,08 persen, surplus neraca perdagangan yang berlanjut hingga 72 bulan berturut-turut sampai April 2026, serta cadangan devisa sebesar USD144,9 miliar.

“Di tengah berbagai tantangan global, ekonomi Indonesia tetap menunjukkan resiliensi yang kuat. Pertumbuhan ekonomi terjaga pada level tinggi, inflasi terkendali, sektor manufaktur kembali ekspansif, dan berbagai indikator domestik menunjukkan bahwa fondasi ekonomi kita tetap kokoh,” jelas Purbaya.

Memasuki triwulan II 2026, sejumlah indikator domestik juga menunjukkan sinyal positif. Aktivitas konsumsi masyarakat meningkat seiring terjaganya optimisme konsumen. Kondisi tersebut tercermin dari membaiknya penjualan kendaraan bermotor, konsumsi listrik, penggunaan semen, hingga aktivitas sektor manufaktur.

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai berbagai risiko eksternal yang masih membayangi perekonomian global, mulai dari ketegangan geopolitik hingga volatilitas pasar keuangan internasional. Karena itu, kebijakan fiskal akan terus dijaga agar mampu merespons perubahan situasi secara cepat dan terukur.

Berbagai langkah antisipatif yang disiapkan meliputi pengendalian harga pangan dan energi, penguatan ketahanan pangan dan energi nasional, peningkatan kualitas belanja negara, optimalisasi penerimaan, hingga penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter.

“APBN tidak hanya berfungsi sebagai shock absorber untuk menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan yang mampu melindungi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkualitas,” tegasnya.

KEM PPKF 2027 juga menjadi dokumen penting karena untuk pertama kalinya disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dokumen tersebut akan menjadi pijakan utama dalam penyusunan RAPBN 2027 sekaligus memperlihatkan arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah untuk mencapai sasaran pembangunan nasional dalam beberapa tahun mendatang. (her)

Tags: KemenkeuPertumbuhnan Ekonomipurbaya yudhi sadewa

Berita Terkait.

Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Berpotensi Tekan Kelas Menengah Bawah
Ekonomi

Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Berpotensi Tekan Kelas Menengah Bawah

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:50
Libur Sekolah, Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Aktivitas Anak hingga Diskon Menginap 20 Persen
Ekonomi

Perkokoh Sinergi Ekosistem Syariah, Pegadaian dan Bank Syariah Nasional Kolaborasi Pendanaan

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:06
emeralda
Ekonomi

Permintaan Hunian Premium di Cimanggis Menguat, Didukung Akses Infrastruktur

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:01
Libur Sekolah, Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Aktivitas Anak hingga Diskon Menginap 20 Persen
Ekonomi

Libur Sekolah, Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Aktivitas Anak hingga Diskon Menginap 20 Persen

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:49
wamenkop
Ekonomi

Farida Ajak DEKOPINWIL Jatim Jadi Mitra Strategis Kawal Kemajuan Kopdes Merah Putih

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:10
Wamendiktisaintek: AI Tak Bisa Gantikan Peran Manusia dalam Pengambilan Keputusan
Ekonomi

Modal UMKM Daerah Jadi Sorotan, DPD RI Evaluasi Skema Pembiayaan dan Pendampingan

Rabu, 10 Juni 2026 - 02:33

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1134 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1420 shares
    Share 568 Tweet 355
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan di Jakbar dan Kepulauan Seribu

    853 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.