INDOPOSCO.ID – Memperingati Hari Bumi 2026 yang mengusung tema “Our Power, Our Planet”, Pertamina memilih untuk tidak sekadar merayakan, tetapi juga mempertegas langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Momentum ini, menurut VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjadi ajang penting untuk mempererat kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat luas.
“Melalui berbagai program TJSL dan inovasi di seluruh lini bisnis, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berkontribusi menjaga bumi,” ujar Baron dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).
Komitmen tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai program yang melibatkan banyak pihak, mulai dari mahasiswa, peneliti, hingga pelaku usaha, yang dijalankan melalui Pertamina Foundation.
Salah satu yang menonjol adalah program PFlestari. Inisiatif ini berfokus pada pelestarian lingkungan melalui optimalisasi kawasan hutan, termasuk penanaman lebih dari satu juta pohon di daratan dan wilayah mangrove. Tidak berhenti di situ, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kegiatan ini mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan hasil hutan dan pemanfaatan limbah tanaman menjadi produk bernilai ekonomi,” jelas Baron.
Di sisi lain, Pertamina juga mendorong percepatan transisi energi melalui program Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SoBI). Program ini mengajak masyarakat desa untuk memanfaatkan energi terbarukan secara mandiri.
“Dalam tiga tahun terakhir, Pertamina telah membina 40 desa dengan total energi yang dihasilkan mencapai 1.100 kWh per tahun dari panel surya dan 6.199 meter kubik biogas, serta memberikan manfaat bagi lebih dari 1.600 masyarakat,” ungkapnya.
Tak hanya lingkungan dan energi, sektor pendidikan juga menjadi perhatian. Lewat beasiswa Sobat Bumi, lebih dari 5.000 penerima dari berbagai wilayah Indonesia turut dilibatkan dalam aksi nyata, mulai dari penanaman pohon hingga kegiatan bersih lingkungan sejak program ini dimulai pada 2011.
Menariknya, Pertamina juga mendorong tumbuhnya wirausaha berbasis ekonomi sirkular. Salah satu contoh konkret datang dari UMKM binaan yang berhasil mengolah minyak jelantah menjadi sabun dan lilin, sekaligus memanfaatkan limbahnya sebagai pakan maggot.
“Melalui pelestarian lingkungan, pengembangan energi bersih, dan pemberdayaan masyarakat, Pertamina berupaya menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tutur Baron.
Langkah-langkah ini sejalan dengan target global Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam penanganan perubahan iklim, perlindungan ekosistem darat dan laut, serta kontribusi Indonesia dalam menekan emisi gas rumah kaca melalui Nationally Determined Contribution (NDC).
Di akhir, Baron menegaskan bahwa menjaga bumi bukanlah tugas satu pihak saja, melainkan gerakan kolektif.
“Menjaga bumi adalah gerakan bersama. Pertamina akan terus membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat, komunitas, dan generasi muda agar upaya menjaga lingkungan dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan,” tutupnya. (her)










