INDOPOSCO.ID – Platform edukasi teknologi, Dicoding menyoroti peran krusial manusia sebagai pusat inovasi, di tengah pergeseran industri yang kini banyak mengandalkan kecerdasan buatan (AI) sebagai akselerator produktivitas.
Survei Dicoding Developer Conference (DDC) 2026 mengungkapkan bahwa 90 persen developer profesional mengalami peningkatan produktivitas sebesar 20 perse hingga lebih dari 50 persen berkat penggunaan AI generatif.
CEO Dicoding Narenda Wicaksono mengungkapkan, temuan lain bahwa 75 persen developer profesional yang telah bekerja percaya bahwa teknologi dan skills praktis perlu dipelajari di luar kampus.
“Sebanyak 63 persen developer sangat mengandalkan online course sebagai sumber belajar utama,” kata Narenda dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Acara DDC 2026 mendapatkan dukungan dari pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif yang memandang pentingnya penguasaan AI untuk mendorong ekonomi kreatif nasional.
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam menyatakan, bahwa pihaknya mendukung Dicoding Developer Conference 2026 sebagai ajang peningkatan kapasitas dan perluasan jejaring developer Indonesia.
“Kami optimis akan kiprah para developer di industri masing-masing, dengan bantuan AI sebagai akseleratornya,” ujar Muhammad Neil El Himam.
Sementara itu, Chief Learning Officer Dicoding Oon Arfiandwi memaparkan temuan menarik Indonesia Developer Outlook (IDO) 2026 mengenai relevansi belajar teknologi di tengah maraknya fenomena layoff. Data menunjukkan bahwa peluang karier IT justru tetap terbuka lebar di luar sektor teknologi tradisional.
“Kita harus melatih diri menjadi spesialis, membangun portofolio yang kuat, dan mendorong produktivitas menggunakan generative AI,” jelas Arfiandwi.(dan)










