• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Karbon Biru Masuk Agenda Strategis Nasional, DPR-Akademisi Minta Pengelolaan Transparan

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 5 Februari 2026 - 17:22
in Nasional
NM

Anggota Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri (kanan) bersama Ketua Yayasan Samudera Indonesia Timur, Nelly Situmorang (kiri) memberikan keterangan pers usai Seminar Nasional Tata Kelola Ekosistem Karbon Biru Indonesia dengan tema 'Menjembatani Sains-Kebijakan-Pasar untuk Keberlanjutan dan Perdagangan Karbon' yang digelar di Jakarta, Kamis (5/2/2026). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa tata kelola karbon biru menjadi kunci keberlanjutan ekonomi pesisir sekaligus kepentingan strategis nasional Indonesia. Ia menilai penguatan regulasi lintas sektor sudah mendesak agar manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat pesisir.

“Dari sudut ekonomi, sosial, dan ekologi, DPR memiliki peran legislasi dan pengawasan anggaran di tingkat undang-undang. Media massa juga harus aktif mengingatkan bila ada aturan yang menyimpang dari kepentingan bangsa,” ujar Rokhmin ditemui INDOPOSCO usai Seminar Nasional Tata Kelola Ekosistem Karbon Biru Indonesia dengan tema ‘Menjembatani Sains-Kebijakan-Pasar untuk Keberlanjutan dan Perdagangan Karbon’ yang digelar di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

BacaJuga:

Tantangan Ketenagakerjaan Kompleks, DPR RI: May Day 2016 Momentum Perkuat Kolaborasi

KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko

Bersama Prabowo, KASBI Tanggapi Santai Aksi May Day di Monas

Rokhmin menekankan pentingnya harmonisasi kebijakan karbon biru agar kewenangan antarlembaga jelas dan tidak menimbulkan konflik. Menurutnya, transparansi regulasi menjadi kunci untuk mencegah penyimpangan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan sumber daya laut nasional.

“Kalau ada pasal yang menyimpang, viralkan saja supaya elit bangsa sadar dan bertindak. Pengawasan publik itu penting agar ekonomi biru tidak digoreng oleh kepentingan sempit,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara sains, kebijakan, dan mekanisme pasar mampu memperkuat perlindungan ekosistem mangrove dan lamun sebagai penyerap karbon biru nasional. Upaya tersebut dinilai tidak hanya mendukung komitmen iklim global Indonesia, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sementara itu, Ketua Yayasan Samudera Indonesia Timur, Nelly Marinda Situmorang, menjelaskan pihaknya telah menyiapkan studi kelayakan terkait tutupan ekosistem karbon biru. Kajian tersebut mencakup jenis karbon, potensi ekonomi, hingga mekanisme perdagangan internasional yang terukur dan transparan.

“Tata kelola karbon biru adalah proses panjang penataan regulasi agar pemerintah, masyarakat, dan praktisi memperoleh manfaat secara adil. Ini tidak bisa instan,” kata Nelly.

Menurutnya, Indonesia masih berada pada tahap awal pengembangan regulasi karbon biru. Keterlibatan investor asing dinilai perlu dipertimbangkan mengingat keterbatasan teknologi nasional dan kebutuhan untuk menyesuaikan standar global.

Dalam rangka penguatan sains, Yayasan Samudera Indonesia Timur mendorong kolaborasi riset dengan perguruan tinggi, termasuk menjadikan Universitas Pattimura sebagai pusat pengembangan karbon biru Indonesia. Selain itu, kerja sama dengan mitra internasional, seperti Taiwan, dilakukan untuk pertukaran pengetahuan dan teknologi.

Nelly menegaskan bahwa kejelasan pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi faktor krusial. Pasalnya, sebagian besar pengelolaan wilayah pesisir berada di tingkat kabupaten.

“Kita harus duduk bersama menjelaskan batas kewenangan masing-masing. Tata kelola yang baik memastikan semua pihak bergerak searah, bukan saling berebut peran,” tutur Nelly.

“Kami juga menekankan pelibatan masyarakat pesisir sejak tahap awal agar kebijakan yang dibangun tidak hanya kuat secara regulasi, tetapi juga efektif di lapangan,” tambahnya.

Dengan tata kelola yang inklusif dan terkoordinasi, karbon biru diharapkan menjadi instrumen pembangunan berkelanjutan yang melindungi lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir Indonesia. (her)

Tags: DPR RIEkonomi PesisirKarbon Biru

Berita Terkait.

KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

Tantangan Ketenagakerjaan Kompleks, DPR RI: May Day 2016 Momentum Perkuat Kolaborasi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:37
KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko

Sabtu, 2 Mei 2026 - 00:34
Bersama Prabowo, KASBI Tanggapi Santai Aksi May Day di Monas
Nasional

Bersama Prabowo, KASBI Tanggapi Santai Aksi May Day di Monas

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:57
Strategi Dua Kaki Prabowo di Hari Buruh: Merangkul Tanpa Memihak
Nasional

Strategi Dua Kaki Prabowo di Hari Buruh: Merangkul Tanpa Memihak

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:03
Bersama Prabowo, KASBI Tanggapi Santai Aksi May Day di Monas
Nasional

Kasus K3 Kemnaker Diselimuti Dugaan ‘Budaya Lama’, Terdakwa Ungkap Sisi Lain

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:31
KASBI Soroti Deretan Masalah Klasik yang Belenggu Kaum Buruh
Nasional

KASBI Soroti Deretan Masalah Klasik yang Belenggu Kaum Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:31

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2558 shares
    Share 1023 Tweet 640
  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    1653 shares
    Share 661 Tweet 413
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1563 shares
    Share 625 Tweet 391
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1029 shares
    Share 412 Tweet 257
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.