• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Stok Pangan Aman hingga Lebaran, Pemerintah Siapkan Tameng Harga

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Jumat, 30 Januari 2026 - 16:38
in Ekonomi
Pedagang

Arsip - Warga membeli sembako bersubsidi saat penjualan pangan murah di RPTRA Sahardjo, Jakarta, Rabu (14/8/2019). Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan pokok strategis menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan stok pangan nasional berada dalam kondisi aman, disertai langkah intervensi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas, Maino Dwi Hartono, menyampaikan bahwa kesiapan ini merupakan tindak lanjut arahan pimpinan agar kebutuhan masyarakat tetap terjamin di momen tingginya permintaan pangan.

BacaJuga:

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Kementerian UMKM Bangun Ekosistem Bisnis Terintegrasi Lewat Bursa Wirausaha Unggulan

“Sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, agar Bapanas terus memastikan ketersediaan bagi masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri dalam waktu dekat ini,” ujar Maino dalam keterangannya, dikutip pada Jumat (30/1/2026).

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, sejumlah komoditas utama seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, gula konsumsi, serta daging sapi dan kerbau dipastikan mencukupi hingga tiga bulan ke depan, mencakup periode Ramadan yang diperkirakan berlangsung dari pertengahan Februari hingga Maret.

Untuk komoditas beras, total ketersediaan nasional pada Januari–Maret 2026 diproyeksikan mencapai 22,2 juta ton. Angka tersebut berasal dari stok awal tahun sebesar 12,4 juta ton serta tambahan produksi sekitar 9,8 juta ton. Dengan kebutuhan konsumsi nasional sekitar 7,7 juta ton, surplus beras diperkirakan masih tersisa 14,5 juta ton di akhir Maret.

Kondisi serupa terjadi pada daging ayam ras. Selama tiga bulan pertama 2026, ketersediaan diperkirakan mencapai 1,6 juta ton, berasal dari stok awal 252,3 ribu ton dan produksi Januari–Maret sekitar 1,4 juta ton. Kebutuhan konsumsi nasional yang berada di angka 1,01 juta ton membuat komoditas ini berada dalam kondisi surplus.

Telur ayam ras pun menunjukkan tren aman. Hingga akhir Maret, ketersediaannya diproyeksikan mencapai 1,9 juta ton, sementara konsumsi nasional Januari–Maret berada di kisaran 1,67 juta ton. Dengan demikian, masih terdapat potensi surplus sekitar 305,8 ribu ton.

Sementara itu, gula konsumsi diperkirakan tersedia hingga 1,46 juta ton sampai Maret 2026, yang berasal dari stok awal tahun sebesar 1,44 juta ton dan tambahan produksi 26,7 ribu ton. Jumlah tersebut jauh melampaui kebutuhan konsumsi nasional yang diperkirakan 712,5 ribu ton, sehingga surplus di akhir Maret diproyeksikan mencapai 751,5 ribu ton.

Untuk daging sapi dan kerbau, total ketersediaan Januari–Maret diperkirakan mencapai 185,4 ribu ton. Pasokan tersebut berasal dari stok awal tahun 41,6 ribu ton, produksi dan pemotongan sapi/kerbau bakalan sebesar 125,2 ribu ton, serta impor daging beku 18,5 ribu ton. Kebutuhan konsumsi nasional berada di angka 179 ribu ton, sehingga pasokan masih dinilai aman.

Selain menjaga stok, lanjut Maino, Bapanas juga memperkuat langkah stabilisasi harga melalui berbagai program yang langsung menyasar masyarakat.

“Di samping itu, Bapanas bersama stakeholder pangan juga akan menggencarkan berbagai program intervensi pangan yang dapat menyentuh langsung ke masyarakat. Misalnya pasar murah seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran SPHP beras,” tambahnya.

Hingga pekan ketiga Januari 2026, program Gerakan Pangan Murah telah dilaksanakan sebanyak 264 kali di 106 kabupaten/kota. Capaian ini meningkat 52,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pemerintah menargetkan pelaksanaan GPM terus ditingkatkan hingga Idulfitri.

Adapun program SPHP beras masih berlanjut pada Januari 2026 melalui Perum Bulog sebagai perpanjangan dari program tahun sebelumnya. Sepanjang Januari ini, realisasi penjualan beras SPHP telah mencapai sekitar 63 ribu ton.

Untuk menjaga stabilitas harga selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri, pemerintah juga meningkatkan pengawasan melalui Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari produsen dan distributor hingga pedagang eceran, toko besar, dan ritel modern. (her)

Tags: Bapanaslebaranpangan

Berita Terkait.

Rakernas
Ekonomi

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:06
Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi

Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:09
Hanura Bantah Kelola Yayasan MBG, Sebut Tuduhan Afiliasi Dapur SPPG sebagai Hoaks
Ekonomi

Kementerian UMKM Bangun Ekosistem Bisnis Terintegrasi Lewat Bursa Wirausaha Unggulan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:59
Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi

Harga Pertamax Naik Drastis, Ekonom: Sinyal APBN Kian Terjepit

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:49
Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Berpotensi Tekan Kelas Menengah Bawah
Ekonomi

Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Berpotensi Tekan Kelas Menengah Bawah

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:50
Pro Growth-Pro Welfare, Strategi Baru Pemerintah Percepat Pertumbuhan dan Kesejahteraan
Ekonomi

Pro Growth-Pro Welfare, Strategi Baru Pemerintah Percepat Pertumbuhan dan Kesejahteraan

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:15

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1162 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1424 shares
    Share 570 Tweet 356
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan di Jakbar dan Kepulauan Seribu

    854 shares
    Share 342 Tweet 214
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.