INDOPOSCO.ID – Meski air mulai surut, duka pascabencana banjir di Aceh Tamiang masih menyisakan tantangan bagi warga yang sedang berbenah. Merespons kondisi tersebut, Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) dan Pertamina EP menunjukkan komitmen keberlanjutan dengan menyalurkan bantuan tahap kedua bagi masyarakat terdampak di sekitar wilayah operasi Pertamina EP Rantau Field.
Bantuan yang disalurkan pada awal Januari 2026 ini merupakan tindak lanjut dari aksi darurat yang telah dilakukan sejak Desember 2025. Sumber bantuan berasal dari donasi pekerja PHE OSES serta anggaran kebencanaan perusahaan.
Memahami bahwa pascabanjir rawan akan masalah kesehatan, PHE OSES menitikberatkan bantuan pada aspek medis dan sanitasi Posko Layanan Kesehatan: Didirikan di Desa Kota Lintang dan Desa Bukit Rata. Tim Medis: Menerjunkan enam relawan yang terdiri dari dokter, perawat, dan personel lapangan. Bantuan Medis: Penyaluran obat-obatan, vitamin, susu, dan alat kesehatan ke berbagai Puskesmas dan Polindes. Kebutuhan Non-Pangan: Distribusi perlengkapan tidur dan pakaian, seperti selimut, kelambu, sarung, mukena, hingga perlengkapan bayi.
General Manager PHE OSES, Antonius Dwi Arinto, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana ini. “PHE OSES berkomitmen hadir untuk meringankan beban para korban serta mendukung proses pemulihan agar masyarakat segera kembali beraktivitas normal,” ungkap Antonius dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).
Senada dengan langkah PHE OSES, Direktur Utama Pertamina EP, Rachmat Hidajat, mengatakan tanggung jawab sosial perusahaan tidak berhenti saat masa darurat berlalu. Manajemen Pertamina EP turun langsung ke titik pengungsian untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran lewat koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Komitmen kami tidak berhenti saat darurat berlalu, melainkan terus hadir hingga proses pemulihan benar-benar terwujud. Kami berharap bantuan ini memberikan harapan baru dan kekuatan bagi warga untuk bangkit,” ujarnya.
Kepala Desa Kota Lintang, M. Fadil, dan Field Manager Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah, menyampaikan apresiasi tinggi atas gerak cepat Pertamina Group. Bantuan tersebut dinilai sangat krusial bagi warga yang kehilangan akses air bersih dan pakaian kering selama masa pemulihan berlangsung.
Melalui sinergi ini, Pertamina Group mempertegas perannya sebagai entitas yang tidak hanya berfokus pada operasional energi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap kondisi kemanusiaan di wilayah operasionalnya. (srv)




















