• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

BRIN Ungkap Rahasia Penempatan Situs Jere di Ternate Ada Keterkaitan Budaya dan Geologi Gunung Gamalama

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 10 Maret 2026 - 10:06
in Nusantara
BRIN

Sebaran jejak Situs Jere di Ternate. peneliti Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN mengungkapkan hal itu ternyata tidak dilakukan secara acak. Foto: Dokumen BRIN

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penelitian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap fakta menarik tentang cara masyarakat masa lalu menentukan lokasi situs megalitik di Pulau Ternate, Maluku Utara. Hasil studi menunjukkan bahwa penempatan situs yang dikenal sebagai Jere tidak dilakukan secara sembarangan atau acak, melainkan melalui pertimbangan matang terhadap kondisi alam, terutama risiko letusan gunung api dan ketersediaan sumber air.

Penelitian yang dipimpin peneliti Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN, Chusni Ansori, meneliti hubungan antara sebaran situs Jere dengan kondisi geologi di kawasan Ternate Aspiring National Geopark. Studi ini bertujuan memahami bagaimana masyarakat masa lalu beradaptasi dengan lingkungan pulau vulkanik yang didominasi oleh Gunung Gamalama yang masih aktif.

BacaJuga:

Gempa Bumi Guncang Mandailing Natal di Sumatera Utara Pagi Ini, Hiposenter Dikategorikan Dangkal

TNI Evakuasi Pasutri Korban OPM, Pengejaran Pelaku dan Pencarian Korban Lain Terus Berlanjut

Bea Cukai Berikan Persetujuan NPPBKC kepada PR Budi Sejahtera

Dari hasil survei lapangan, tim peneliti menemukan 56 situs megalitik yang tersebar di Pulau Ternate. Mayoritas situs tersebut berada di dataran rendah serta dekat dengan sumber air. Sekitar 37,49 persen situs berada pada ketinggian kurang dari 50 meter di atas permukaan laut, terutama di wilayah kaki dan lereng bawah Gunung Gamalama yang relatif lebih aman dari ancaman erupsi.

Menurut Chusni, pola ini menunjukkan bahwa masyarakat masa lalu memiliki pemahaman lingkungan yang baik dalam menentukan lokasi yang aman sekaligus mendukung kehidupan sehari-hari.

“Distribusi ini menunjukkan adanya pola pemilihan lokasi yang berkaitan dengan keamanan lingkungan dan kemudahan akses terhadap sumber daya alam,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026)

Penelitian ini menggunakan pendekatan spatial geoarchaeology, yang menggabungkan analisis arkeologi dan geologi. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, analisis geokimia batuan menggunakan XRF, pemodelan digital elevasi, hingga analisis spasial berbasis sistem informasi geografis (GIS) dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP).

Dari tujuh parameter geologi yang dianalisis, terdapat tiga faktor utama yang paling memengaruhi penempatan situs Jere. Faktor terbesar adalah bahaya erupsi gunung api dengan pengaruh sekitar 37,97 persen, di mana sebagian besar situs berada di luar zona bahaya. Faktor berikutnya adalah kedekatan dengan sungai dengan pengaruh 25,75 persen, karena akses terhadap air menjadi kebutuhan penting bagi kehidupan masyarakat masa lalu. Sementara itu, faktor geomorfologi seperti wilayah kaki gunung yang lebih landai menyumbang pengaruh 13,78 persen.

Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa situs Jere bukan sekadar peninggalan arkeologis, tetapi memiliki makna spiritual yang kuat bagi masyarakat Ternate. Hingga kini, situs-situs tersebut masih dianggap sakral dan sering dikunjungi dalam berbagai ritual adat.

Salah satunya adalah tradisi Kololi Kie, di mana masyarakat mengunjungi sejumlah situs Jere untuk memanjatkan doa keselamatan dari ancaman erupsi Gunung Gamalama.

Temuan ini sekaligus memperkuat hubungan antara budaya masyarakat Ternate dengan lanskap geologi di sekitarnya. Menurut Chusni, pemahaman tersebut penting untuk mendukung pengembangan Ternate Aspiring National Geopark, yang mengintegrasikan keragaman geologi, biodiversitas, serta kekayaan budaya lokal.

Melalui pendekatan geoarkeologi, lanjut Chusni, penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar penting dalam pengelolaan warisan geologi dan budaya secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang pengembangan geowisata dan ekonomi lokal di masa depan. (dil)

Tags: BRINGunung GamalamaSitus JereTernante

Berita Terkait.

Gempa-Mandailing-Natal
Nusantara

Gempa Bumi Guncang Mandailing Natal di Sumatera Utara Pagi Ini, Hiposenter Dikategorikan Dangkal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:20
tni
Nusantara

TNI Evakuasi Pasutri Korban OPM, Pengejaran Pelaku dan Pencarian Korban Lain Terus Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:09
Rokok
Nusantara

Bea Cukai Berikan Persetujuan NPPBKC kepada PR Budi Sejahtera

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:25
Penindakan
Nusantara

39 Penindakan dalam Tujuh Bulan, Kinerja Pengawasan Bea Cukai Bontang Lampaui Capaian 2025

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:44
Peninjauan
Nusantara

Satgas MBG Kadin Indonesia Puji SPPG Jayabaya: Standar Kebersihan dan Gizi Terbaik

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:24
bire
Nusantara

Pergantian Pimpinan BGN Jadi Momentum Percepat Layanan Gizi di Tanah Papua

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:31

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3197 shares
    Share 1279 Tweet 799
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1420 shares
    Share 568 Tweet 355
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    997 shares
    Share 399 Tweet 249
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2885 shares
    Share 1154 Tweet 721
  • Awal Pekan Ini Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

    769 shares
    Share 308 Tweet 192
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.