INDOPOSCO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Sejuta Pohon Sedunia, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III melalui Komando Operasi (Koops) Swasembada melaksanakan aksi penanaman pohon secara serentak di berbagai titik perbatasan Indonesia–Papua Nugini.
Dalam hal ini, TNI tidak sekadar menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menunjukkan komitmennya dalam merawat keseimbangan ekosistem di tanah Papua.
Papua, yang tercatat menyumbang lebih dari sepertiga tutupan hutan Indonesia dan menjadi salah satu paru-paru dunia, menghadapi ancaman degradasi akibat pembukaan lahan, praktik pembalakan, dan tekanan pembangunan.
Penanaman pohon di area perbatasan dinilai strategis untuk mencegah kerusakan kawasan penyangga sekaligus memperkuat fungsi ekologis hutan.
Program penanaman sejuta pohon ini memiliki dampak strategi, yaitu menahan laju deforestasi, menjaga fungsi hidrologis, dan memperkuat ketahanan lingkungan di kawasan rawan perubahan iklim.
Selain itu, langkah ini sejalan dengan komitmen nasional untuk meningkatkan tutupan lahan serta mendukung target pengurangan emisi dari sektor kehutanan.
Kegiatan ini menyasar kawasan strategis di lima wilayah, mulai dari Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, Pegunungan Bintang, Boven Digoel, hingga Merauke sebagai upaya merespons meningkatnya risiko kerusakan lingkungan di wilayah perbatasan.
Program ini memiliki makna strategis. Dengan meningkatkan kehadiran TNI di 15 kecamatan perbatasan yang jarang terjamah, negara hadir nyata di tengah masyarakat.
Hutan Papua yang menyimpan 13,5 miliar ton karbon dan menjadi rumah bagi 602 jenis burung, 125 jenis mamalia, serta 20.000 jenis tumbuhan yang merupakan kekayaan alam Indonesia.
Hutan yang lebat ini dapat berfungsi sebagai daerah pertahanan alami dari berbagai aktivitas ilegal di perbatasan. Aksi tanam pohon serentak ini tidak hanya menjadi momentum penghijauan, tetapi juga penegasan bahwa stabilitas keamanan di Papua memiliki keterkaitan erat dengan keberlanjutan ekosistem hutan.
Melalui program penanaman pohon dan patroli rutin, TNI tidak hanya menghijaukan kawasan perbatasan, tetapi juga membangun sistem peringatan dini untuk mengawasi perbatasan. Setiap pohon adalah tanda kedaulatan Indonesia.
Kegiatan terpusat berlangsung di Distrik Yabanda, Kabupaten Keerom, dipimpin Wakil Panglima Koops Swasembada Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pelestarian alam Papua merupakan “warisan penting bagi generasi mendatang” dan bahwa penghijauan perlu menjadi bagian integral dari tugas pengamanan wilayah.
“Alam Papua adalah anugerah yang sangat berharga. Melalui kegiatan penanaman pohon ini, kita berupaya menjaga kelestarian hutan sebagai tabungan bangsa Indonesia untuk masa depan,” ujarnya
Respons masyarakat setempat terhadap program ini terpantau positif. Keterlibatan warga dalam proses penanaman menegaskan sinergi antara aparat keamanan dan komunitas di perbatasan, terutama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Bagi masyarakat adat Papua, hutan bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang harus dijaga.
Dengan pendekatan kolaboratif antara TNI dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi upaya berkelanjutan dalam memulihkan dan menjaga hutan Papua, sebuah aset ekologis yang tidak hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi keberlanjutan bumi. (aro)




















