• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Danantara Didorong Jadi Mesin Ekonomi, Tapi Fiskal Jadi Sorotan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 23 Januari 2026 - 18:19
in Headline
Kantor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Jalan RP. Soeroso, Menteng, Jakarta. Foto: ANTARA

Kantor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Jalan RP. Soeroso, Menteng, Jakarta. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ambisi pemerintah membangun Danantara sebagai lokomotif investasi nasional kini memasuki fase penentuan. Di balik optimisme yang mengiringi peluncurannya, muncul peringatan bahwa arah pengelolaan aset negara dan dampaknya terhadap keuangan publik tidak boleh luput dari pengawasan.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai, keberhasilan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tidak hanya diukur dari besarnya dana kelolaan, tetapi dari kemampuannya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan stabilitas fiskal dalam waktu dekat.

BacaJuga:

Menteri P2MI: Kerja Sama dengan Jerman Jadi Tonggak Penting PMI Sektor Formal di Eropa

Rupiah Tertekan, DPR Ingatkan Ancaman Kenaikan Harga dan Kelangkaan Obat

Kemenkeu Kantongi Restu Pagu Rp49,8 Triliun, Purbaya Dorong Penghapusan Silo-Silo Organisasi

Menurut pria yang akrab disapa Hensa itu, konsolidasi aset strategis negara memang penting, namun harus ditempatkan dalam kerangka kepentingan nasional yang lebih luas, terutama ketika sebagian dividen BUMN kini dialihkan untuk memperkuat Danantara.

“Jadi, catatan pertama saya, Danantara itu untuk kepentingan nasional. Pertanyaannya, bagaimana memastikan konsolidasi aset strategis negara melalui Danantara bisa menghasilkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang tanpa mengorbankan ketahanan fiskal jangka pendek. Digarisbawahi, Danantaranya baik, BUMN-nya belum tentu baik,” ujar Hensa melalui gawai, Jumat (23/1/2026).

Ia mengingatkan, di saat pemerintah tetap dituntut membiayai pembangunan jangka pendek melalui APBN, pengalihan sumber penerimaan negara berpotensi mempersempit ruang fiskal.

Bagi Hensa, persoalan tersebut diperberat oleh struktur biaya BUMN yang selama ini cenderung kaku dan mahal, terlepas dari kondisi keuangan perusahaan.

“Yang paling membebani BUMN menurut saya adalah fixed cost-nya. Mau BUMN itu rugi atau untung, gajinya sama. Mau rugi atau untung, bonusnya ada. Nah, sekarang bagus nih Pak Prabowo, enggak ada itu tantiem-tantieman,” tutur Hensa.

Ia menilai, tanpa reformasi serius di tubuh BUMN, Danantara berisiko menanggung beban yang justru menggerus efektivitas lembaga investasi tersebut.

Meski begitu, Hensa tidak menutup kemungkinan Danantara menjadi motor baru perekonomian nasional, sejalan dengan agenda besar pemerintahan Prabowo Subianto.

“Danantara ini kita tunggu sebagai salah satu keajaiban ekonomi di Indonesia. Tapi hingga saat ini memang kelihatannya dengan perbaikan-perbaikan yang ingin dilakukan oleh Pak Prabowo, Danantara justru mengalami tantangan sendiri di internal. Semoga berhasil cita-citanya,” tambahnya. (her)

Tags: BUMNDanantaraekonomifiskalHendri SatrioHensa

Berita Terkait.

Menteri P2MI: Kerja Sama dengan Jerman Jadi Tonggak Penting PMI Sektor Formal di Eropa
Headline

Menteri P2MI: Kerja Sama dengan Jerman Jadi Tonggak Penting PMI Sektor Formal di Eropa

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:31
Obat
Headline

Rupiah Tertekan, DPR Ingatkan Ancaman Kenaikan Harga dan Kelangkaan Obat

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:05
purbaya
Headline

Kemenkeu Kantongi Restu Pagu Rp49,8 Triliun, Purbaya Dorong Penghapusan Silo-Silo Organisasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:30
WIHAJI
Headline

Berpikir Kritis, Miliki Literasi Digital Kuat dan Kokoh di Era Digital Tuntutan untuk Gen Z

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:21
Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran
Headline

Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:30
Usai Temui Gibran, Mahasiswa Beri Batas Waktu Realisasi Tuntutan hingga Jumat
Headline

Usai Temui Gibran, Mahasiswa Beri Batas Waktu Realisasi Tuntutan hingga Jumat

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:15

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7119 shares
    Share 2848 Tweet 1780
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1101 shares
    Share 440 Tweet 275
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.