INDOPOSCO.ID – Uni Eropa kembali melayangkan kritik keras terhadap Israel dengan mendesak penghentian segera proyek permukiman E1 di wilayah pendudukan Tepi Barat. Langkah Israel tersebut dinilai berpotensi menggagalkan perdamaian dan memperparah ketegangan di kawasan.
Dalam pernyataan resmi pada Jumat (16/1/2026), Juru Bicara Komisi Eropa, Anouar El Anouni, menegaskan bahwa publikasi tender pembangunan 3.401 unit rumah di kawasan E1, disertai percepatan pembangunan jalan yang dikenal sebagai Sovereignty Road, merupakan provokasi serius yang mengancam stabilitas regional.
Uni Eropa juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas rencana pembangunan permukiman di Atarot dan Nahalat Shimon, yang berada di wilayah Yerusalem Timur.
Menurut El Anouni, kebijakan permukiman Israel tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga menjadi hambatan utama bagi perdamaian. Ia memperingatkan bahwa ekspansi tersebut berisiko memicu pemindahan paksa ribuan warga Palestina, memecah wilayah Tepi Barat, serta meningkatkan kekerasan oleh pemukim Israel.
“Perluasan permukiman yang terus berlanjut semakin melemahkan kelayakan solusi dua negara, dengan Yerusalem sebagai ibu kota masa depan bagi Palestina dan Israel,” ujar El Anouni dikutip dari Anadolu melalui Antara.
Uni Eropa pun menyerukan kepada otoritas Israel untuk membatalkan seluruh rencana perluasan permukiman yang dianggap ilegal menurut hukum internasional serta memastikan perlindungan bagi warga Palestina yang tinggal di wilayah pendudukan.
Sementara itu, upaya diplomasi terus digencarkan. Menteri Luar Negeri Siprus Yunani, Constantinos Kombos, mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan telepon dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas dan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar. Dalam pembicaraan tersebut, para pihak menekankan pentingnya jalur diplomatik guna meredakan eskalasi dan menjaga keamanan kawasan. (dil)










