• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Menlu Iran Tegaskan Situasi Kondusif, Bantah Isu Eksekusi Demonstran

Dilianto - Editor Dilianto -
Kamis, 15 Januari 2026 - 12:02
in Internasional
Ilustrasi - Aksi protes di Iran. Foto: ANTARA/Anadolu/as

Ilustrasi - Aksi protes di Iran. Foto: ANTARA/Anadolu/as

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengklaim bahwa gelombang demonstrasi di negaranya telah berakhir dan situasi keamanan kini sepenuhnya terkendali. Ia juga membantah laporan internasional yang menyebut adanya rencana pemerintah Iran mengeksekusi para pengunjuk rasa.

“Saya bisa sampaikan bahwa selama empat hari terakhir semuanya tenang. Tidak ada demonstrasi, tidak ada kerusuhan,” kata Araghchi dalam wawancara dengan Fox News, Rabu (15/1/2026).

BacaJuga:

Tuntut AS Bebaskan Kapal Touska, Iran Ingatkan Konsekuensi Besar

Berpacu dengan Waktu, Pakistan Menanti Kepastian Iran Terkait Dialog Damai dengan AS

Arogan! Trump Ancam Gempur Iran di Tengah Rapuhnya Upaya DiplomasiI

Menurut Araghchi, aparat keamanan Iran telah berhasil mengendalikan kondisi di seluruh wilayah negara tersebut. Ia menegaskan bahwa isu mengenai rencana hukuman gantung terhadap demonstran tidak berdasar.

“Tidak ada rencana untuk menggantung siapa pun,” ujarnya menanggapi sorotan dan kecaman internasional terkait penanganan protes oleh pemerintah Iran.

Aksi unjuk rasa di Iran pecah sejak akhir Desember 2025, dipicu kekhawatiran publik terhadap lonjakan inflasi akibat melemahnya nilai tukar rial Iran. Kondisi tersebut menekan daya beli masyarakat dan memperburuk situasi ekonomi rumah tangga.

Gelombang protes meningkat sejak 8 Januari 2026 setelah Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979, menyerukan aksi demonstrasi menentang pemerintah.

Pada hari yang sama, otoritas Iran memblokir akses internet di seluruh negeri. Pemerintah menyebut langkah tersebut sebagai upaya menjaga stabilitas nasional, namun kelompok hak asasi manusia mengkritiknya sebagai pembatasan arus informasi.

Di sejumlah kota besar, aksi protes dilaporkan berubah menjadi bentrokan antara demonstran dan aparat kepolisian. Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan yang mengkritik kebijakan ekonomi dan politik pemerintah.

Media internasional dan kelompok pemantau HAM melaporkan adanya korban di kedua pihak, baik dari aparat keamanan maupun demonstran. Namun hingga kini, pemerintah Iran belum merilis data resmi terkait jumlah korban tewas maupun luka-luka.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada akhir Desember 2025 menyatakan akan mendukung serangan baru terhadap Iran jika Teheran melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklirnya. Trump juga mengancam akan melancarkan serangan besar jika pengunjuk rasa dibunuh.

Pernyataan dukungan Trump terhadap rakyat Iran semakin meningkatkan ketegangan hubungan antara Washington dan Teheran. (dil)

Tags: Amerika SerikatDonald TrumpIran

Berita Terkait.

Tuntut AS Bebaskan Kapal Touska, Iran Ingatkan Konsekuensi Besar
Internasional

Tuntut AS Bebaskan Kapal Touska, Iran Ingatkan Konsekuensi Besar

Rabu, 22 April 2026 - 00:31
Berpacu dengan Waktu, Pakistan Menanti Kepastian Iran Terkait Dialog Damai dengan AS
Internasional

Berpacu dengan Waktu, Pakistan Menanti Kepastian Iran Terkait Dialog Damai dengan AS

Selasa, 21 April 2026 - 23:49
Arogan! Trump Ancam Gempur Iran di Tengah Rapuhnya Upaya DiplomasiI
Internasional

Arogan! Trump Ancam Gempur Iran di Tengah Rapuhnya Upaya DiplomasiI

Selasa, 21 April 2026 - 23:21
bagher
Internasional

Iran Kecam Diplomasi Paksa Trump: Negosiasi Bukan Berarti Penyerahan Diri

Selasa, 21 April 2026 - 09:38
Tak Hanya Jadi Penonton, Alumni PMII Harus Berikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat 
Internasional

Rusia Desak AS-Iran Lanjutkan Dialog demi Stabilitas Global

Senin, 20 April 2026 - 23:59
Kasus Longsor Bantargebang, KLH Tetapkan Mantan Kadis LH Jakarta Tersangka
Internasional

China Peringatkan AS Usai Penyitaan Kapal Kargo Iran di Selat Hormuz

Senin, 20 April 2026 - 20:01

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1265 shares
    Share 506 Tweet 316
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    877 shares
    Share 351 Tweet 219
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    736 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.