• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pakar Sebut Utang PLN Membengkak karena Gagal Eksekusi Rencananya Sendiri

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 14 Januari 2026 - 18:26
in Nasional
pln

Kantor Pusat PT PLN (Persero). Foto: Dok PLN

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Total utang PT PLN (Persero) dilaporkan terus membengkak dan menembus kisaran Rp711 triliun hingga Rp734 triliun pada periode 2024–2025. Kondisi itu dianggap mengkhawatirkan mengingat lonjakan utang terjadi di tengah ambisi besar pemerintah dalam mengejar target transisi energi.

Menurut pengamat energi sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa, dalam 5 tahun terakhir bahwa utang PLN naik cukup tinggi. Kenaikan utang itu dibarengi kebutuhan pendanaan PLN seiring dengan pembangunan Infrastruktur tenaga listrik nasional.

BacaJuga:

PHI Gulirkan APEKA 2026, Perkuat Peran Media dalam Industri Hulu Migas

Gaung Kartini di IDSurvey, Maheswari Sisterhood Day 2026 Perkuat Kolaborasi Perempuan

Kementerian Apresiasi Kolaborasi Kreatif Aniwayang Live di Museum Nasional

“Jadi seiring dengan peningkatan permintaan listrik, maka Kebutuhan untuk membangun infrastrukturnya juga bertambah dan kita lihat itu dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dari tahun ke tahun Kebutuhan investasi,” kata Fabby Tumiwa kepada INDOPOSCO melalui sambungan telepon di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Ia menilai, melonjaknya angka utang merupakan indikasi nyata atas ketidakmampuan pemerintah dalam menggaet minat investor swasta.

“Sebenarnya kenaikan utang ini juga menunjukkan Kegagalan Kegagalan untuk menarik investasi swasta yang lebih besar,” nilai Fabby.

Pihaknya juga menyoroti terhambatnya transisi energi nasional di sektor pendanaan listrik yang berimbas pada meningkatnya beban utang PLN.

“Kenaikan utang itu adanya kekemandekan ya atau stagnasi transisi energi di Indonesia, khususnya di sektor pendanaan listrik,” ujar Fabby.

Stagnasi transisi energi mulai terlihat jelas. Jika meninjau Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2021–2030, pemerintah mengklaim lebih ‘hijau’ dengan porsi energi terbarukan mencapai 50 persen dari total rencana pembangunan pembangkit listrik. Angka itu kemudian diproyeksikan meningkat menjadi 62 persen dalam RUPTL terbaru periode 2025–2034.

“Nah. dari RUPTL 2021-2030 kemudian yang diperbarui 2025-2034. Kita lihat kebutuhan untuk ketenagalistrikan itu semakin bertambah. Di RUPTL 2025-2034 misalnya kebutuhan investasi 180 miliar dollar. RUPTL 2021-2030 kalau tidak salah sekitar 110 miliar dolar,” tutur Fabby.

RUPTL mengamanatkan pihak swasta untuk memenuhi 80 persen kebutuhan investasi pembangkitan. Target itu sejalan dengan komitmen peningkatan porsi energi terbarukan yang telah ditetapkan sebesar lebih dari 50 persen dalam peta jalan sektor ketenagalistrikan.

Namun, pada kenyatannya, target ambisius itu belum membuahkan hasil. “Kita lihat bahwa Investasi di sektor pembangkitan itu nggak masuk, tidak terjadi, kenapa? Karena PLN gagal mengeksekusi rencananya sendiri,” ucap Fabby.

“Jadi, kalau kita lihat dari performa RUPTL sebelumnya yang saya lihat harusnya sampai dengan akhir 2025 kemarin Ada tambahan pembangunan pembangkit energi terbarukan Itu kira-kira 10 gigawatt, tapi realisasinya hanya 2,5 gigawatt atau hanya kira-kira 25 persen,” tambahnya. (dan)

Tags: pakarPLNUtang PLN

Berita Terkait.

phi
Nasional

PHI Gulirkan APEKA 2026, Perkuat Peran Media dalam Industri Hulu Migas

Minggu, 26 April 2026 - 16:06
sanung
Nasional

Gaung Kartini di IDSurvey, Maheswari Sisterhood Day 2026 Perkuat Kolaborasi Perempuan

Minggu, 26 April 2026 - 12:22
irene
Nasional

Kementerian Apresiasi Kolaborasi Kreatif Aniwayang Live di Museum Nasional

Minggu, 26 April 2026 - 12:12
pks
Nasional

Puncak Milad 24 PKS: “2+4 Hour Stream” Jadi Ruang Dialog Ketahanan Ekonomi, Pangan, dan Energi

Minggu, 26 April 2026 - 10:20
jhub
Nasional

Yakin Pengoperasian Kapal JHUB Tak Ganggu Nelayan Lokal? Ini Penjelasan KKP

Minggu, 26 April 2026 - 09:07
ABK
Nasional

Mendikdasmen: Anak Berkebutuhan Khusus Bukan Kutukan, Wajib Dapat Pendidikan

Sabtu, 25 April 2026 - 22:01

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1352 shares
    Share 541 Tweet 338
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    899 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    690 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.