• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Peneliti BRIN Nilai Presidential Threshold Perparah Krisis Pemimpin di Indonesia

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Senin, 12 Januari 2026 - 21:41
in Nasional
brin

Peneliti BRIN, Prof. R. Siti Zuhro (kanan) menjadi narasumber dalam diskusi Survei KedaiKOPI bertajuk “Mencari Sosok Pemimpin Ideal Indonesia: Apa Kata Rakyat?” di Jakarta, Minggu (11/1/2026). Herry Rosadi-INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Besarnya jumlah penduduk Indonesia ternyata tidak otomatis menjamin lahirnya banyak pemimpin nasional yang berkualitas. Justru sebaliknya, Indonesia dinilai tengah menghadapi krisis stok pemimpin berkaliber tinggi.

Pandangan tersebut disampaikan Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. R. Siti Zuhro, dalam diskusi Survei KedaiKOPI bertajuk “Mencari Sosok Pemimpin Ideal Indonesia: Apa Kata Rakyat?” yang digelar di Jakarta, Minggu (11/1/2026).

BacaJuga:

Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

Cegah Penyalahgunaan, Menkum Dorong Percepatan E-Notary dan Perkuat Integritas Notaris

“Negara ini kurang lebih 280 juta penduduk, tapi begitu datang pilpres, kayak enggak ada orang. Ini kok susah banget,” kata Siti Zuhro.

Ia menilai, kesulitan mencari figur pemimpin bukan persoalan baru, melainkan akumulasi sejarah panjang rekrutmen politik di Indonesia.

“Indonesia ini negara yang unik, punya sejarah panjang tentang bagaimana gaya kepemimpinan terbentuk, dari sebelum 1945 sampai sekarang 2026. Dinamikanya luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, situasi saat ini sangat berbeda dengan masa awal kemerdekaan. Saat itu, tokoh-tokoh nasional muncul dari berbagai daerah dengan latar belakang pendidikan dan kapasitas kepemimpinan yang kuat.

“Tahun 1945, pemimpin itu bermunculan dengan kualifikasi yang sangat bagus. Dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, Ambon, Sulawesi, Kalimantan, Jawa Barat, Jawa Timur. Banyak yang terpelajar dan punya aura kepemimpinan,” tuturnya.

Namun kondisi tersebut mulai berubah sejak dekade 1980-an, terutama pada masa Orde Baru, ketika ruang kompetisi politik semakin dipersempit.

“Setelah Orde Baru, kita merasakan betapa sulitnya memunculkan pemimpin berkaliber tinggi. Karena kompetisi kontestasi ditiadakan. Organisasi, ormas, LSM, termasuk partai politik (parpol), dibonsai (sengaja dikecilkan dan dilemahkan supaya tidak berkembang) semua,” jelasnya.

Dampaknya, lanjut Siti Zuhro, masih terasa hingga era reformasi. Ambang batas pencalonan presiden yang tinggi serta terbatasnya jumlah kandidat membuat publik seolah hanya disodori pilihan yang itu-itu saja.

“Kompetisi pilpres sekarang cuma dua orang, dengan presidential threshold yang sangat tinggi. Sosok-sosok lain tidak diberi ruang untuk tumbuh dengan tenang,” imbuhnya.

Ia menegaskan, tanpa pembenahan serius pada sistem kaderisasi dan rekrutmen politik, krisis figur pemimpin berpotensi terus berulang.

“Kalau sistemnya tidak diubah, jangan heran kalau setiap pilpres kita selalu mengeluh kekurangan calon,” tambahnya.

Diskusi tersebut juga turut dihadiri oleh founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio, pakar hukum tata negara Feri Amsari, dan pakar ekonomi Talitha Chairunissa, yang turut memperkaya analisis dari perspektif hukum, politik, dan ekonomi. (her)

Tags: BRINKarakter PemimpinPeneliti BRINPresidential ThresholdR. Siti ZuhroSiti Zuhro

Berita Terkait.

Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan
Nasional

Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:20
Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon
Nasional

Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:57
Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan
Nasional

Cegah Penyalahgunaan, Menkum Dorong Percepatan E-Notary dan Perkuat Integritas Notaris

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:23
Pemilihan Ketua Umum IKA FH Trisakti Diwarnai Keberatan Peserta
Nasional

Pemilihan Ketua Umum IKA FH Trisakti Diwarnai Keberatan Peserta

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:04
Tinjau Karhutla Way Kambas, Kepala BNPB Sebut 40 Hektare Lahan Belum Padam
Nasional

Kemendagri Dorong Penguatan Peran Karang Taruna sebagai Penggerak Pembangunan Nasional

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:06
Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan
Nasional

Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:51

OLAHRAGA

NOC Indonesia
Olahraga

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22

INDOPOSCO.ID – Sebanyak 12 atlet muda Indonesia bersiap membawa Merah Putih ke panggung dunia melalui Youth Olympic Games (YOG) Dakar...

SelengkapnyaDetails
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31

BERITA POPULER

  • Inovasi Hijau Garuda-EIGER, Material Bekas Pesawat Disulap Jadi Tas Fungsional

    Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    897 shares
    Share 359 Tweet 224
  • Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Timnas Futsal Indonesia Gagal Bersinar di Brasil, FFI Soroti Pembenahan Tim dan Tata Kelola

    769 shares
    Share 308 Tweet 192
  • Pernyataan Menkes Soal ‘Adaptasi’ Karhutla Tuai Polemik, Kemenkes Klaim Tak Pasrah

    753 shares
    Share 301 Tweet 188
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.