• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Psikolog: Orang Tua Harus Bijak Digital Didik Gen Z dan Alpha

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 9 Januari 2026 - 23:24
in Nasional
Rapat-Terbuka

Psikolog Tina Afiatin (depan, paling kiri) dalam Rapat Terbuka Senat Fakultas Psikologi UGM, Kamis (8/1/2026), di Yogyakarta. ANTARA/HO-Kemendukbangga/BKKBN.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Psikolog Universitas Gajah Mada (UGM), DI Yogyakarta, Tina Afiatin mengatakan orang tua perlu menjadi bijak digital dalam mendidik generasi Z dan generasi Alpha, mengingat kedua generasi tersebut mendominasi penggunaan internet di Indonesia, mencapai 229,4 juta jiwa.

“Dalam mendidik generasi digital, kita harus menjadi bijak digital, bukan digital immigrant yang resisten terhadap perubahan, dan bukan pula digital native yang naif terhadap risiko, melainkan individu yang bijaksana dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan yang lebih bermartabat,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

BacaJuga:

Hindari Kesalahan Pembentukan UU, Irma Suryani Desak DPR Cermat Bahas RUU Ketenagakerjaan

Hardiknas 2026, Paskibra dari Daerah 3T dan Papua Warnai Semangat Pendidikan Bermutu

Maraknya Kasus Daycare, BSN Ingatkan Penerapan SNI Taman Asuh Ramah Anak

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 80,66 persen atau sekitar 229,4 juta jiwa, yang didominasi pengguna dari Generasi Z, Generasi Y, dan Generasi Alpha.

Tina juga mengemukakan, transformasi digital memang membawa manfaat luar biasa, tetapi juga berisiko jika tidak dikelola secara bijak. Oleh karena itu, diperlukan sinergi eko-sistemik yang terencana, berkelanjutan, dan saling menguatkan antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan media.

Ia juga memaparkan sejumlah tantangan perkembangan individu yang muncul di era digital, di antaranya perubahan pola perkembangan kognitif, dinamika sosio-emosional, proses pembentukan identitas diri, serta paparan konten tidak sehat dan berbagai risiko online yang dapat berdampak pada kesehatan mental dan karakter anak.

“Dalam konteks ini, keluarga perlu ditempatkan sebagai basis utama perkembangan individu. Perlu juga ada transformasi pola pengasuhan dari pendekatan kontrol menuju kolaborasi, penguatan resiliensi keluarga, serta peran strategis ayah dalam pengasuhan digital,” ujar dia.

Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan komitmen Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN dalam memperkuat fungsi keluarga melalui berbagai program pembangunan keluarga dan pengasuhan berbasis siklus kehidupan.

“Sinergi adalah kunci, bukan dalam arti menyeragamkan, melainkan menyatukan peran dengan tetap menjaga karakter dan otonomi masing-masing keluarga,” ucap Tina. (bro)

Tags: digitalGen AlphaGen ZOrang TuaPsikolog

Berita Terkait.

Gd-Kura-Kura
Nasional

Hindari Kesalahan Pembentukan UU, Irma Suryani Desak DPR Cermat Bahas RUU Ketenagakerjaan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:39
KAI: dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

Hardiknas 2026, Paskibra dari Daerah 3T dan Papua Warnai Semangat Pendidikan Bermutu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:44
KAI: dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

Maraknya Kasus Daycare, BSN Ingatkan Penerapan SNI Taman Asuh Ramah Anak

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:31
KAI: dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

Tantangan Ketenagakerjaan Kompleks, DPR RI: May Day 2016 Momentum Perkuat Kolaborasi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:37
KAI: dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

KAI: dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko

Sabtu, 2 Mei 2026 - 00:34
Bersama Prabowo, KASBI Tanggapi Santai Aksi May Day di Monas
Nasional

Bersama Prabowo, KASBI Tanggapi Santai Aksi May Day di Monas

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:57

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3022 shares
    Share 1209 Tweet 756
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2560 shares
    Share 1024 Tweet 640
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1578 shares
    Share 631 Tweet 395
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1190 shares
    Share 476 Tweet 298
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1029 shares
    Share 412 Tweet 257
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.