INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melakukan perbaikan hingga pembangunan kembali sekolah-sekolah yang rusak terdampak bencana.
Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, BNPB Abdul Muhari dalam keterangan, Rabu (7/1/2026).
Ia mengatakan, bersama Kemendikdasmen, selain rehabilitasi sarana dan prasarana (Sarpras) dukungan juga akan diberikan kepada para guru melalui tunjangan dan bantuan pascabencana.
“Upaya ini (BNPB dan Kemendikdasmen) menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana,” jelasnya.
Meski pemulihan masih berlangsung, menurutnya, langkah bertahap yang dilakukan pemerintah pusat, daerah, TNI/Polri, serta relawan diharapkan mampu mengembalikan harapan dan semangat belajar anak-anak Aceh.
“Perlahan namun pasti, kolaborasi semua pihak diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kebangkitan Aceh dan Sumatera pascabencana,” katanya.
Sebelumnya, aktivitas belajar mengajar di sejumlah wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh mulai dipulihkan. Pemerintah mengambil langkah cepat memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah yang rusak akibat banjir.
Seperti situasi darurat yang terlihat di SD Negeri 2 Lokop, Desa Sekualan, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur. Gedung sekolah yang terendam banjir tidak lagi dapat digunakan, memaksa siswa menjalani hari pertama semester genap tahun ajaran 2025/2026 dengan belajar beralaskan terpal dan beratapkan langit terbuka. (nas)










