INDOPOSCO.ID – Jenderal Amerika Serikat (AS) Dan Caine mengungkapkan bahwa lebih dari 150 unit pesawat militer AS dikerahkan dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Operasi tersebut melibatkan pesawat yang lepas landas dari sekitar 20 titik berbeda, baik di darat maupun di laut.
Caine menjelaskan bahwa sepanjang malam, armada udara AS mulai bergerak dari berbagai pangkalan yang tersebar di kawasan belahan bumi barat. Pernyataan itu ia sampaikan kepada wartawan pada Sabtu (3/1/2026).
Ia menyebutkan, total pesawat yang terlibat mencapai lebih dari 150 unit, mencakup pesawat pembom, jet tempur, pesawat intelijen, pengintai, pengawasan, hingga helikopter yang beroperasi di wilayah udara selama misi berlangsung.
Menurut Caine, personel yang terlibat dalam operasi tersebut berasal dari rentang usia yang beragam, dengan anggota kru termuda berusia 20 tahun, sementara yang tertua berusia 49 tahun.
Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS telah melakukan operasi militer berskala besar di Venezuela.
Trump juga mengklaim Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan dibawa ke luar negeri seperti dikutip Sputnik-OANA via Antara.
Sementara itu, sejumlah laporan media menyebutkan terdengar ledakan di ibu kota Caracas dan mengklaim operasi tersebut dijalankan oleh personel unit elite Delta Force Amerika Serikat. (aro)










