• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Bus Maut Krapyak, Bukti Nyata Reformasi Transportasi Tak Bisa Ditunda

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 24 Desember 2025 - 15:25
in Nasional
WhatsApp Image 2025-12-24 at 15.12.59

Kondisi bangkai bus PO Cahaya Trans pascakecelakaan tanpak terparkir di kawasan Gerbang Tol Muktiharjo, Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/12/2025). Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Senin (22/12/2025) malam seharusnya menjadi perjalanan pulang yang biasa. Namun di exit Tol Krapyak, Kota Semarang, perjalanan tersebut berubah menjadi tragedi nasional. Bus PO Cahaya Trans mengalami kecelakaan fatal yang merenggut 16 nyawa penumpang, sementara 17 orang lainnya terdampak.

Tragedi ini tak hanya meninggalkan duka, tetapi juga membuka kembali borok lama tata kelola transportasi darat Indonesia.

BacaJuga:

Aher: Bela Negara Dimulai dari Mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan

Konsinyering RUU Pengaturan Reforma Agraria, Wamen Ossy Harapkan Kebijakan yang Adil

Hari ke-7 Masih Nihil, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Terus Dicari

Fakta yang terungkap kemudian membuat peristiwa ini terasa semakin getir. Bus maut tersebut dikemudikan oleh sopir cadangan, yang baru dua kali membawa armada itu. Polisi pun telah menetapkan sang sopir sebagai tersangka.

Namun, bagi Pegiat Perlindungan Konsumen sekaligus Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, penetapan itu belum menyentuh akar masalah.

“Secara hukum, penetapan sopir sebagai tersangka memang benar. Tapi kalau berhenti di situ saja, itu tidak adil dan tidak menyelesaikan masalah,” ujar Tulus melalui gawai, Rabu (24/12/2025).

Menurutnya, kepolisian perlu memperluas penyelidikan, termasuk terhadap sopir utama yang saat kejadian tengah beristirahat.

“Sopir utama patut diperiksa, bahkan bisa menjadi tersangka. Ia telah mendelegasikan kemudi kepada sopir cadangan yang belum punya otoritas absah dan kompetensi memadai,” tegasnya.

Tak berhenti di level individu, Tulus mendorong aparat penegak hukum untuk menelisik manajemen PO Bus Cahaya Trans melalui pendekatan pidana korporasi.

“Kecelakaan massal seperti ini hampir pasti tidak berdiri sendiri. Ada kemungkinan kuat kelalaian manajerial, mulai dari rekrutmen pengemudi, jam kerja, hingga pengawasan operasional,” katanya.

Tragedi Krapyak juga dinilai sebagai tamparan keras bagi Kementerian Perhubungan. Tulus menilai lemahnya pengawasan perizinan dan operasional angkutan umum menjadi benang merah yang berulang dalam kecelakaan bus di Indonesia.

“Kita tidak bisa menutup mata. Masih seringnya kecelakaan bus umum menunjukkan pengawasan Kemenhub belum optimal,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran Dinas Perhubungan daerah, khususnya dalam pelaksanaan uji KIR.

“Dalam praktiknya, uji KIR sering kali hanya menjadi ajang menggali PAD. Formalitas belaka. Aspek keselamatan dan keamanan justru terabaikan,” kritik Tulus.

Lebih jauh, Tulus meminta Kementerian Ketenagakerjaan ikut bertanggung jawab dalam pembenahan sistem pengemudi angkutan umum.

“Hak dan kewajiban pengemudi harus ditata ulang. Kita butuh sekolah pengemudi yang serius, khususnya untuk bus dan truk. Pengemudi harus kompeten dan bersertifikat, bukan pengemudi abal-abal,” tutur eks Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) itu.

Bagi Tulus, kecelakaan Bus Cahaya Trans bukan sekadar insiden lalu lintas, melainkan kado terburuk akhir 2025 bagi sektor transportasi darat nasional.

“Ini seharusnya menjadi kasus terakhir. Tragedi ini mesti menjadi pendorong perbaikan yang transformatif agar keselamatan benar-benar menjadi panglima dalam transportasi publik,” tambahnya.

Di tengah duka para keluarga korban, tragedi Kaprak meninggalkan satu pesan tegas, yakni keselamatan tidak bisa ditawar, dan kelalaian di level individu maupun sistem tak boleh lagi diberi ruang. (her)

Tags: Bus Maut KrapyakFKBINataru 2025

Berita Terkait.

Hari ke-7 Masih Nihil, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Terus Dicari
Nasional

Aher: Bela Negara Dimulai dari Mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan

Senin, 14 September 2026 - 23:10
Hari ke-7 Masih Nihil, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Terus Dicari
Nasional

Konsinyering RUU Pengaturan Reforma Agraria, Wamen Ossy Harapkan Kebijakan yang Adil

Senin, 14 September 2026 - 22:09
Hari ke-7 Masih Nihil, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Terus Dicari
Nasional

Hari ke-7 Masih Nihil, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Terus Dicari

Senin, 14 September 2026 - 21:00
Purbaya Dicopot, Pengamat Sentil Masalah Koordinasi dan Sikap Overconfidence
Nasional

Purbaya Dicopot, Pengamat Sentil Masalah Koordinasi dan Sikap Overconfidence

Senin, 14 September 2026 - 20:46
Antrean BBM Mengular, YLKI Desak Pertamina dan ESDM Buka Data Stok dan Distribusi 
Nasional

Antrean BBM Mengular, YLKI Desak Pertamina dan ESDM Buka Data Stok dan Distribusi 

Senin, 14 September 2026 - 18:30
Bea Cukai Siapkan BTKI 2028, Dorong Tarif yang Dukung Industri dan Komoditas Unggulan
Nasional

Bea Cukai Siapkan BTKI 2028, Dorong Tarif yang Dukung Industri dan Komoditas Unggulan

Senin, 14 September 2026 - 18:09

OLAHRAGA

Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional
Olahraga

Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Editor Laurens Dami
Senin, 14 September 2026 - 14:45

INDOPOSCO.ID — Pegadaian Championship memasuki babak baru. Mulainya gelaran kompetisi sepak bola profesional Indonesia tersebut ditandai dengan Launching & Press...

SelengkapnyaDetails
Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

Senin, 14 September 2026 - 13:50
asean

Siap Gelar FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Minta Suporter Jaga Sikap Sambut Tamu

Senin, 14 September 2026 - 11:16
timnas

Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

Sabtu, 12 September 2026 - 21:08
persija

Sengit! Persija Bungkam Persib Lewat Gol Injury Time

Sabtu, 12 September 2026 - 19:11

BERITA POPULER

  • timnas

    Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1503 shares
    Share 601 Tweet 376
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1400 shares
    Share 560 Tweet 350
  • Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    934 shares
    Share 374 Tweet 234
  • Polisi Ungkap Motif Pengeroyokan Bambang Setiawan, Pelaku Ternyata Pekerja Serabutan

    747 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Bantu Tekan Abrasi Pesisir, BRIN Sulap Limbah Plastik Jadi Eco Hex Brick

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.