• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Viral Gerai Roti O Tolak Tunai, FKBI Tegaskan QRIS Hanya Opsional

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 22 Desember 2025 - 10:58
in Nasional
roti-o

Ilustrasi seorang konsumen sedang melakukan transaksi pembayaran dengan menggunakan QRIS. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sebuah video yang menampilkan seorang perempuan lanjut usia ditolak bertransaksi menggunakan uang tunai di salah satu gerai Roti O mendadak viral di media sosial. Dalam video tersebut, pihak gerai disebut hanya melayani pembayaran melalui QRIS. Kejadian itu memantik reaksi publik, terlebih setelah seorang konsumen lain, seorang pemuda melayangkan protes atas kebijakan tersebut.

Fenomena ini pun mendapat perhatian dari Pegiat Perlindungan Konsumen sekaligus Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi. Ia menegaskan bahwa meskipun penggunaan QRIS terus meningkat secara signifikan, menjadikannya sebagai satu-satunya alat pembayaran dan menolak uang tunai adalah tindakan yang tidak dibenarkan.

BacaJuga:

Dana Operasional Dapur MBG Belum Cair, BGN Beber Penyebabnya

TKA Jangan Jadi Momok, DPR Tekankan Keadilan dan Kesehatan Mental Siswa

Wamen P2MI Lepas 271 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

“Saat ini fenomena pembayaran via QRIS memang semakin eskalatif. Bukan hanya di merchant besar, tetapi juga sudah merambah ke pelaku UMKM. Masyarakat pun terlihat makin enjoy menggunakan QRIS,” ujar Tulus melalui gawai, Senin (22/12/2025).

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa dari sisi regulasi maupun sosiologis, kebijakan pembayaran non-tunai secara eksklusif jelas bermasalah.

“Menjadikan QRIS sebagai sarana tunggal transaksi dan menolak uang tunai jelas tidak dibenarkan, baik dari sisi regulasi maupun sosiologis,” tegasnya.

Tulus merujuk pada Undang-Undang tentang Mata Uang yang menyatakan bahwa rupiah, dalam bentuk uang tunai, merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia. Selain itu, Undang-Undang Perlindungan Konsumen juga menjamin hak konsumen untuk memilih metode pembayaran.

“Sebagai konsumen, masyarakat punya hak memilih menggunakan berbagai sarana transaksi, baik cash maupun non-cash. Apalagi, jangkauan pengguna QRIS dan transaksi non-tunai belum mendominasi secara menyeluruh di Indonesia,” jelasnya.

Data menunjukkan bahwa pertumbuhan transaksi QRIS di Indonesia memang melesat tajam. Sepanjang 2024, jumlah transaksi QRIS mencapai 6,24 miliar transaksi dengan nilai nominal Rp 659,93 triliun, atau tumbuh 194,04 persen. Jumlah pengguna QRIS tercatat 52,55 juta orang, dengan 33,37 juta merchant telah mengadopsi sistem ini.

Meski demikian, transaksi non-tunai secara keseluruhan baru menyumbang sekitar 20 persen dari total transaksi. Artinya, uang tunai masih mendominasi hingga 80 persen, meskipun tren penggunaannya menurun dibandingkan 2022 yang mencapai 84 persen.

“Penggunaan uang tunai memang menurun, tapi masih sangat dominan. Ini menunjukkan bahwa cash masih menjadi keniscayaan dalam perilaku transaksi masyarakat,” kata Tulus.

Menurut Tulus, Bank Indonesia (BI) sebagai penggagas QRIS memiliki tanggung jawab untuk terus mengingatkan para pelaku usaha bahwa QRIS bersifat opsional, bukan kewajiban.

“BI harus mengingatkan seluruh merchant, asosiasi pelaku usaha, hingga masyarakat bahwa QRIS adalah pilihan, bukan satu-satunya alat bayar,” imbuhnya.

Ia juga mendorong kementerian terkait seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian UMKM untuk memberikan edukasi kepada para mitra dan pelaku usaha agar tetap menyediakan opsi pembayaran tunai.

Di sisi lain, Tulus mengapresiasi terobosan BI yang telah membawa QRIS lintas negara dan dapat digunakan di berbagai negara seperti Singapura, Thailand, Malaysia, Jepang, Korea, hingga China.

Tulus tidak menampik bahwa ke depan Indonesia berpotensi menuju masyarakat tanpa uang tunai (cashless society), sebagaimana negara-negara maju. Namun ia menegaskan bahwa proses tersebut tidak bisa instan.

“Ini perlu waktu transisi panjang, sosialisasi masif, serta penguatan, bahkan amandemen, regulasi di level undang-undang,” tutur Tulus.

Ia mengingatkan bahwa karakter konsumen Indonesia sangat majemuk, baik dari sisi sosial, ekonomi, pendidikan, maupun literasi digital.

“Kebijakan di Indonesia tidak bisa disamakan begitu saja dengan negara maju seperti Eropa, Amerika Serikat, Jepang, atau Korea. Negara harus hadir melindungi semua lapisan masyarakat,” tambahnya. (her)

Tags: QRISrupiahViral

Berita Terkait.

mbg
Nasional

Dana Operasional Dapur MBG Belum Cair, BGN Beber Penyebabnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:06
sma
Nasional

TKA Jangan Jadi Momok, DPR Tekankan Keadilan dan Kesehatan Mental Siswa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:14
wamen
Nasional

Wamen P2MI Lepas 271 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:11
asap
Nasional

Asap Karhutla Picu Krisis Kesehatan di Kalteng, Ketua DPR Desak Penguatan Layanan Kesehatan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 00:30
habib
Nasional

Kapolri Pimpin Langsung pemberantasan Narkoba, Komisi III: Pesan Kuat Sikat Habis Sampai Bandarnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:02
bc
Nasional

5 Bandara Jadi Jalur Ekspor Ilegal Emas, Bea Cukai Amankan 25,88 Kilogram Emas Senilai Rp61,95 Miliar

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:12

OLAHRAGA

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12
Olahraga

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12

Editor Nasuha
Senin, 26 Oktober 2026 - 13:53

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menegaskan bahwa pembinaan olahraga usia dini harus berfokus pada pengembangan...

SelengkapnyaDetails
Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:34
BLISPI

Cetak Bintang Sepak Bola dari Daerah, Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V di Bekasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:16
NOC Indonesia

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    4548 shares
    Share 1819 Tweet 1137
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1189 shares
    Share 476 Tweet 297
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    951 shares
    Share 380 Tweet 238
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    820 shares
    Share 328 Tweet 205
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.