• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Rp19 Triliun dari Bea Keluar Batu Bara, Ini Proyeksi 2026

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 21 Desember 2025 - 14:30
in Headline
bukit-asam

Ilustrasi - Kegiatan operasional PT Bukit Asam Tbk (PTBA). PTBA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Analis kebijakan publik sekaligus Kepala Peneliti NEXT Indonesia Center, Ade Holis, menilai rencana pemerintah menerapkan kembali kebijakan Bea Keluar batu bara mulai Januari 2026 berpotensi menambah penerimaan negara hingga sekitar Rp19 triliun dalam satu tahun anggaran.

Perkiraan tersebut merupakan hasil kajian NEXT Indonesia Center yang belum memasukkan komoditas lignit atau batu bara muda dengan kualitas terendah.

BacaJuga:

Polisi Sita Uang Rp67,2 Miliar Hasil Penggeledahan di Jaksel

Praperadilan Nyatakan Penahanan Roy Suryo Tidak Sah, Polda Metro Jaya: Penyidikan tetap Berjalan

PN Jaksel Kabulkan Praperadilan Roy Suryo, Penahanan Dinyatakan Tidak Sah

“Simulasi penerimaan ini hanya dihitung dari komoditas berkode HS 2701, yakni batu bara dan briketnya. Lignit yang berkode HS 2702 belum dimasukkan. Jika lignit turut dikenakan Bea Keluar, potensi pendapatannya tentu akan lebih besar,” ujar Ade dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (21/12/2025).

Ia menjelaskan, riset tersebut dilakukan sebagai respons atas rencana pemerintah mengaktifkan kembali pungutan ekspor atau Bea Keluar batu bara setelah sekitar dua dekade kebijakan bebas Bea Keluar diberlakukan.

Terakhir kali pemerintah mengenakan Bea Keluar untuk komoditas batu bara terjadi pada periode 2005-2006.

Menurut Ade, kebijakan ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga untuk mengakhiri apa yang disebutnya sebagai “subsidi implisit” terhadap batu bara, yang selama ini dinikmati melalui pembebasan bea ekspor.

Berdasarkan hasil simulasi NEXT Indonesia Center, potensi penerimaan negara pada 2026 diperkirakan mencapai Rp11,7 triliun dalam skenario pesimistis, Rp15 triliun pada skenario moderat, dan hingga Rp19 triliun dalam skenario optimistis.

Perhitungan tersebut menggunakan asumsi tarif Bea Keluar sebesar 2,5 persen, yang diposisikan sebagai titik tengah dari kisaran tarif 1-5 persen sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Selain tarif, simulasi juga memperhitungkan volume ekspor, Harga Patokan Ekspor (HPE), serta proyeksi nilai tukar rupiah terhadap USD, dengan fokus pada volume ekspor batu bara yang termasuk dalam kode HS 2701.

“Dasar perhitungannya mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Keuangan tahun 2005, saat Bea Keluar batu bara pertama kali diberlakukan,” jelasnya.

Meski demikian, Ade menegaskan kebijakan Bea Keluar tidak semata-mata ditujukan untuk menambah pemasukan negara. Lebih jauh, kebijakan ini dinilai strategis sebagai instrumen pendorong hilirisasi, agar batu bara tidak hanya diekspor dalam bentuk mentah, tetapi diolah menjadi bahan baku industri di dalam negeri sehingga nilai tambah ekonominya meningkat.

Selama masa bebas Bea Keluar, penerimaan negara dari sektor batu bara hanya bersumber dari royalti produksi dan iuran tetap pertambangan. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pada 2024 penerimaan dari pos tersebut mencapai Rp77,9 triliun atau sekitar 13,33 persen dari total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dengan diberlakukannya Bea Keluar, komoditas sumber daya alam ini dinilai berpotensi memberikan tambahan signifikan bagi kas negara. Namun, Ade mengingatkan bahwa kebijakan tersebut juga mengandung risiko, terutama terkait daya saing batu bara Indonesia di pasar global.

Ia mencermati kekhawatiran pelaku usaha mengenai potensi penurunan margin keuntungan, seiring tren melemahnya harga batu bara dunia dan meningkatnya biaya operasional pertambangan.

Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan sensitivitas pasar internasional terhadap perubahan harga komoditas.

“Kunci keberhasilan kebijakan ini ada pada momentum dan desain regulasi yang adaptif. Misalnya, dengan formula pungutan yang transparan, di mana Bea Keluar diterapkan optimal saat harga tinggi dan dapat dilonggarkan atau ditangguhkan ketika pasar sedang melemah,” ujarnya.

Meski begitu, data International Trade Center (ITC) menunjukkan posisi daya saing batu bara Indonesia masih relatif kuat. Sepanjang periode 2020-2024, harga jual batu bara Indonesia tercatat rata-rata 32,6 persen lebih rendah dibandingkan harga rata-rata global.

“Artinya, bahkan jika dikenakan Bea Keluar hingga 5 persen, produsen batu bara Indonesia masih memiliki ruang yang cukup untuk bersaing di pasar internasional,” kata Ade dilansir Antara.

Untuk memperkuat efektivitas kebijakan, ia menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan penerapan struktur tarif berjenjang yang menyesuaikan dengan fluktuasi harga dan kualitas batu bara.

Integrasi kebijakan Bea Keluar dengan agenda hilirisasi, serta mekanisme evaluasi berkala, dinilai penting agar pemerintah dapat merespons dinamika pasar global secara cepat dan tepat.

“Dengan pendekatan yang fleksibel dan berbasis data, Bea Keluar batu bara bukan hanya berfungsi menambah penerimaan negara, tetapi juga dapat menjadi instrumen strategis dalam membangun struktur sektor energi nasional yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing,” pungkasnya. (aro)

Tags: Batu BaraNEXT Indonesia Centerpertambangan

Berita Terkait.

Polisi Sita Uang Rp67,2 Miliar Hasil Penggeledahan di Jaksel
Headline

Polisi Sita Uang Rp67,2 Miliar Hasil Penggeledahan di Jaksel

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:48
Roy-Suryo
Headline

Praperadilan Nyatakan Penahanan Roy Suryo Tidak Sah, Polda Metro Jaya: Penyidikan tetap Berjalan

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:25
Roy-Suryo
Headline

PN Jaksel Kabulkan Praperadilan Roy Suryo, Penahanan Dinyatakan Tidak Sah

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:52
Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk 3 Polisi Katingan yang Gugur
Headline

Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk 3 Polisi Katingan yang Gugur

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:31
Ketum MUI: Jangan Berlindung di Balik HAM untuk Benarkan Korupsi dan LGBT
Headline

Ketum MUI: Jangan Berlindung di Balik HAM untuk Benarkan Korupsi dan LGBT

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:03
icha
Headline

Polisi Dalami Laporan Intimidasi dr. Icha oleh Anggota DPRD TTU

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:14

BERITA POPULER

  • brace

    Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    919 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Sebagian Wilayah Jaksel dan Jakbar Berpotensi Hujan

    865 shares
    Share 346 Tweet 216
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2325 shares
    Share 930 Tweet 581
  • Jadwal Perempatfinal Piala Dunia: Dibuka Prancis vs Maroko, Ditutup Argentina Kontra Swiss

    778 shares
    Share 311 Tweet 195
  • Rayakan Usia Lima Tahun, SeaBank Gulirkan Promo Spesial Selama Lima Hari

    762 shares
    Share 305 Tweet 191
Messi
Olahraga

Argentina Comeback Dramatis, Messi: Tim Ini Tidak Pernah Menyerah!

Editor Ali Rachman
Rabu, 8 Juli 2026 - 11:13

INDOPOSCO.ID - Kapten Timnas Argentina Lionel Messi mengaku takjub sekaligus senang setelah timnya sukses membalikkan keadaan untuk membungkam Mesir 3-2...

SelengkapnyaDetails
Hossam-Hassan

Kalah Kontroversial dari Argentina, Pelatih Mesir: Kami Telah Ditipu!

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:31
Trophy

Jadwal Perempatfinal Piala Dunia: Dibuka Prancis vs Maroko, Ditutup Argentina Kontra Swiss

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:21
Swiss

Hasil Piala Dunia: Swiss ke 8 Besar Usai Taklukkan Kolombia via Tos-tosan

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:40
Messi

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis, Mental Juara Argentina Tumbangkan Perlawanan Heroik Mesir

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:20
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.