• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Harga Kelapa Terancam Melonjak Jelang Ramadan 1447 H, Peneliti Tawarkan Jalan Keluar

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 17 Desember 2025 - 20:42
in Nasional
WhatsApp Image 2025-12-17 at 20.05.38

Seorang pedagang memilih kelapa bulat di pasar tradisional. Lonjakan harga kelapa akibat tingginya permintaan ekspor mulai dirasakan masyarakat, dan dikhawatirkan semakin menekan daya beli menjelang Ramadan dan Lebaran. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Aroma santan yang selama ini identik dengan dapur Indonesia kini terancam memudar. Lonjakan harga kelapa yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir tak hanya mengusik dompet rumah tangga, tetapi juga mengguncang pelaku usaha kecil dan penjual kelapa di berbagai daerah.

Gambaran kegelisahan itu terpotret jelas dalam hasil survei Lembaga Survei KedaiKOPI yang dirilis di Jakarta, pada Selasa (17/12/2025). Survei tatap muka yang dilakukan pada 24 November hingga 1 Desember 2025 terhadap 400 responden di enam kota besar mengungkap kekhawatiran publik terhadap lonjakan harga kelapa dan produk olahannya, yang dinilai berpotensi makin memburuk pada awal 2026, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran.

BacaJuga:

Menag: LPTQ Jadi Otoritas Penilaian Al-Qur’an, Hakim MTQ Wajib Bersertifikat

Bantu Tekan Abrasi Pesisir, BRIN Sulap Limbah Plastik Jadi Eco Hex Brick

Riau-Jambi Nihil Hotspot, Kemenhut Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan

Peneliti Lembaga Survei KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, menjelaskan bahwa survei tersebut melibatkan tiga kelompok utama, yakni 200 ibu rumah tangga, 160 pelaku UMKM, serta 40 penjual kelapa utuh.

Hasilnya cukup mencolok. Sebanyak 83 persen responden mengaku merasakan kenaikan harga kelapa dan produk turunannya dalam enam bulan terakhir.

“Bahkan, dari masyarakat yang mengalami kenaikan harga kelapa itu, 45,2 persen di antaranya menilai kenaikan tersebut signifikan,” kata Ashma kepada awak media.

Menurut Ashma, lonjakan harga tidak terjadi tanpa sebab. Salah satu faktor utama yang disorot responden adalah derasnya ekspor kelapa utuh ke luar negeri, yang berdampak langsung pada pasokan di dalam negeri.

“Indonesia sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, dengan produksi sekitar 2,8 juta ton per tahun, dan satu-satunya negara yang masih memperbolehkan ekspor kelapa bulat tanpa pembatasan ketat membuat pasokan dalam negeri rentan terganggu,” katanya.

Tekanan harga ini dirasakan di banyak lini. Di tingkat rumah tangga, pengeluaran untuk kebutuhan makanan meningkat, bahkan memaksa sebagian keluarga mengurangi penggunaan santan atau menurunkan frekuensi memasak hidangan berbasis kelapa.

Dampak yang lebih berat dialami pelaku UMKM. Kenaikan harga bahan baku menyebabkan biaya modal dan operasional melonjak tajam.

“Apalagi, pelaku UMKM melaporkan kenaikan biaya modal double dan operasional yang signifikan, bahkan memaksa sebagian menaikkan harga jual menu hingga 50 persen pada usaha catering. Penjual kelapa utuh juga mengalami penurunan laba meski sebagian besar sudah menaikkan harga jual,” jelas Ashma.

Kekhawatiran publik pun belum mereda. Survei mencatat, 82,1 persen responden cemas harga kelapa akan tetap tidak stabil dalam tiga bulan ke depan.

“Jika dibiarkan, kondisi ini dikhawatirkan mengancam kelestarian makanan tradisional Indonesia yang banyak menggunakan santan dan produk kelapa, sehingga berpotensi ditinggalkan masyarakat karena semakin tidak terjangkau,” tuturnya.

Sebagai jalan keluar, mayoritas responden mendorong intervensi pemerintah. Sekitar 80 persen responden menyatakan dukungan terhadap penerapan pungutan ekspor (PE) kelapa bulat guna menekan laju ekspor dan menjaga pasokan domestik.

Tak hanya itu, 77,9 persen responden meyakini kebijakan pungutan ekspor akan efektif menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan kelapa di pasar dalam negeri.

“Sebanyak 77,9 persen responden pun optimistis bahwa pungutan ekspor akan efektif menekan harga dan menjaga ketersediaan kelapa,” kata Ashma.

KedaiKOPI pun merekomendasikan pemerintah untuk bergerak cepat, mulai dari pembenahan regulasi ekspor, penguatan pengawasan distribusi, hingga penerapan kebijakan prioritas seperti pungutan ekspor.

Dorongan publik terhadap langkah konkret pemerintah sangat kuat. “Sebanyak 89 persen responden merasa penting untuk segera dibuat kebijakan, keputusan oleh pemerintah agar harga kelapa ini bisa segera terjangkau,” tambahnya.

Di tengah kegelisahan itu, satu pesan mengemuka, tanpa kebijakan yang cepat dan tegas, kelapa, bahan pangan yang melekat pada identitas kuliner Nusantara berisiko berubah dari kebutuhan harian menjadi kemewahan yang kian sulit dijangkau. (her)

Tags: Harga KelapaKedaiKOPILembaga Survei KedaiKOPIRamadan

Berita Terkait.

menag
Nasional

Menag: LPTQ Jadi Otoritas Penilaian Al-Qur’an, Hakim MTQ Wajib Bersertifikat

Sabtu, 12 September 2026 - 23:13
brin
Nasional

Bantu Tekan Abrasi Pesisir, BRIN Sulap Limbah Plastik Jadi Eco Hex Brick

Sabtu, 12 September 2026 - 22:02
riau
Nasional

Riau-Jambi Nihil Hotspot, Kemenhut Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan

Sabtu, 12 September 2026 - 20:08
abdul
Nasional

1.487 Sekolah di NTT Direvitalisasi, Begini Penjelasan Mendikdasmen

Sabtu, 12 September 2026 - 19:19
fauzan
Nasional

Tak Sekedar Capaian Akademik, Wamendiktisaintek: Kampus Harus Jadi Pemecah Masalah di Daerah

Sabtu, 12 September 2026 - 18:08
Pertamina Patra Niaga Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
Nasional

BRICS Jadi Panggung Prabowo Perkuat Pengaruh Indonesia di Dunia

Sabtu, 12 September 2026 - 14:35

OLAHRAGA

timnas
Olahraga

Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 12 September 2026 - 21:08

INDOPOSCO.ID - Pelatih Persib Bandung Igor Tolic melempar sindiran kepada Persija Jakarta setelah timnya ditekuk 1-2 oleh Macan Kemayoran pada...

SelengkapnyaDetails
persija

Sengit! Persija Bungkam Persib Lewat Gol Injury Time

Sabtu, 12 September 2026 - 19:11
ketum

Persija vs Persib di GBK, Ketum Jakmania Imbau Suporter Jaga Ketertiban

Sabtu, 12 September 2026 - 15:23
parkit

Persija vs Persib di GBK, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Kantong Parkir

Sabtu, 12 September 2026 - 15:19
Hadapi Persib di GBK, Shin Tae-yong Targetkan Kemenangan untuk Jakmania

Hadapi Persib di GBK, Shin Tae-yong Targetkan Kemenangan untuk Jakmania

Sabtu, 12 September 2026 - 11:37

BERITA POPULER

  • timnas

    Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1100 shares
    Share 440 Tweet 275
  • Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    932 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Polisi Ungkap Motif Pengeroyokan Bambang Setiawan, Pelaku Ternyata Pekerja Serabutan

    679 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Gempa Susulan Berturut-turut Getarkan Bandung Pagi Ini, Kedalaman Hiposenter 2 Km

    675 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Usut Korupsi Unsoed, KPK Geledah Ruang Sekda Banyumas hingga Pengepul Maba

    660 shares
    Share 264 Tweet 165
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.