• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Rapikan Ribuan Pohon, Pemprov Jakarta Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Pohon Tumbang

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 14 Desember 2025 - 07:20
in Megapolitan
pohon-tumbang

Arsip foto - Pohon tumbang di Jalan Sisingamangaraja, tepatnya di depan gedung Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2025). Foto: Antara/Luthfia Miranda Putri/am

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, termasuk pohon tumbang dan banjir rob yang kerap terjadi di sejumlah lokasi di kota metropolitan ini.

“Jadi untuk pohon tumbang, termasuk yang di Jakarta Pusat, sebenarnya saya sudah memerintahkan sudah hampir 65 ribu pohon itu dirapikan,” kata Gubernur Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Sabtu (13/12/2025).

BacaJuga:

Satpol PP Sita 100 Kg Daging Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay

Alami Distorsi Fungsi, BUMD Berpotensi Bebani Keuangan Daerah

Bank Jakarta Hadirkan Manfaat Sosial Berkelanjutan untuk Sahabat Disabilitas

Berbagai langkah mitigasi, mulai dari perapian puluhan ribu pohon hingga penguatan sistem pompa dan tanggul telah dilakukan untuk meminimalkan dampak bencana.

Terkait pohon tumbang yang terjadi di sejumlah lokasi akhir-akhir ini, termasuk di wilayah Jakarta Pusat, Pramono mengungkapkan bahwa pihaknya telah lebih dulu memerintahkan perapian terhadap hampir 65 ribu pohon di seluruh Jakarta.

Namun, tidak semua pohon bisa ditangani secara agresif. Pramono membagi pohon di Jakarta ke dalam tiga kategori, yakni pohon berukuran sangat tinggi, sedang dan pendek.

Pohon-pohon yang berukuran sangat tinggi umumnya telah berusia puluhan tahun dan tidak boleh sembarangan dipangkas atau ditebang

“Masalahnya, yang pohon tinggi sekali ini kebanyakan sudah puluhan tahun. Dan itulah pohon yang tidak boleh diutak-utik,” katanya.

Menurut Pramono, pohon-pohon tua tersebut merupakan bagian penting dari identitas Jakarta sebagai kota yang rindang dan hijau.

Namun, perubahan iklim global dan anomali cuaca membuat risiko tumbangnya pohon semakin tinggi, tidak hanya di Jakarta tetapi juga di berbagai kota besar di dunia.

Pramono mencontohkan fenomena serupa yang terjadi di sejumlah negara seperti Italia, Spanyol, Thailand, Jepang hingga Malaysia. Kendati demikian, Pramono menegaskan tidak ingin menjadikan anomali cuaca sebagai kambing hitam.

“Saya tidak mau menyalahkan anomali cuaca. Tanggung jawab Pemerintah Jakarta adalah tetap mempersiapkan supaya tidak terjadi kembali,” ujar Pramono.

Selain pohon tumbang, Pramono juga menyoroti kesiapsiagaan Jakarta dalam menghadapi banjir rob dan cuaca ekstrem.

Pramono mengungkapkan, saat rob terjadi selama tiga hari sebelumnya, Jakarta sebenarnya berada dalam kondisi rawan banjir besar jika tidak dilakukan langkah antisipasi.

“Kalau tidak kita lakukan modifikasi cuaca, tanggulnya kita tidak rawat, pompanya kita tidak jalankan, Jakarta pasti banjir,” katanya.

Pramono menilai upaya mitigasi sering kali tidak disadari publik karena hasilnya adalah tidak terjadinya bencana. Padahal, Pemprov DKI telah persiapan sejak jauh hari.

“Dari 15 hari sebelumnya kita sudah rapat berkali-kali. Prediksinya banjir akan terjadi di Marunda, Muara Angke, Muara Baru dan sekitarnya. Tapi Alhamdulillah tidak terjadi,” katanya.

Terkait potensi cuaca ekstrem ke depan, Pramono menyebutkan, fase paling berisiko telah terlewati, yakni saat banjir rob terjadi bersamaan dengan fase bulan purnama (full moon).

Saat itu, kekhawatiran publik terhadap potensi Jakarta tenggelam sempat mencuat.

Pramono juga mengungkapkan adanya peringatan serius dari mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait risiko jebolnya tanggul apabila rob tidak tertangani.

“Pak Ahok mengingatkan secara serius,l dan saya terima kasih. Kalau tidak ditangani, jebolnya bisa sampai ke Monas,” ujar Pramono.

Meski demikian, Pramomo mengakui pada periode akhir Desember 2025 hingga Januari 2026, Jakarta masih berpotensi menghadapi curah hujan tinggi.

Risiko terbesar, menurut Pramono, apabila hujan lebat terjadi bersamaan dengan naiknya air rob sehingga air tidak bisa mengalir ke laut.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Jakarta mengandalkan lebih dari 1.200 unit pompa, terdiri dari sekitar 600 pompa portabel (mobile) dan lebih dari 600 pompa permanen (stasioner).

“Kalau rob-nya masih tertangani dan tidak naik, pompa yang kita miliki sekarang sebenarnya bisa untuk menangani Jakarta,” kata Pramono.

Pramono telah menginstruksikan seluruh jajaran wilayah dan dinas terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi curah hujan tinggi dan banjir pesisir (rob) menjelang akhir tahun.

Hal ini disampaikan Pramono saat memimpin Townhall Meeting bersama para camat dan lurah serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Pramono menyampaikan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi peningkatan curah hujan yang diperkirakan akan terjadi mulai pekan kedua Desember 2025 hingga Januari 2026.

Curah hujan bahkan diprediksi dapat mencapai di atas 200 hingga 300 mm per hari yang dapat menyebabkan banjir di Jakarta. (bro)

Tags: BMKGcuaca ekstremPemprov DKI

Berita Terkait.

Sapu-sapu
Megapolitan

Satpol PP Sita 100 Kg Daging Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay

Sabtu, 25 April 2026 - 16:25
Alami Distorsi Fungsi, BUMD Berpotensi Bebani Keuangan Daerah
Megapolitan

Alami Distorsi Fungsi, BUMD Berpotensi Bebani Keuangan Daerah

Sabtu, 25 April 2026 - 15:07
Bank Jakarta Hadirkan Manfaat Sosial Berkelanjutan untuk Sahabat Disabilitas
Megapolitan

Bank Jakarta Hadirkan Manfaat Sosial Berkelanjutan untuk Sahabat Disabilitas

Sabtu, 25 April 2026 - 13:33
Relatif Teduh, Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan Akhir Pekan Ini
Megapolitan

Relatif Teduh, Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan Akhir Pekan Ini

Sabtu, 25 April 2026 - 08:14
Garis-Polisi
Megapolitan

Polda dan Polres Jakpus Usut Kasus 2 ART Lompat di Benhil

Jumat, 24 April 2026 - 20:37
Isbat-Nikah
Megapolitan

Kejari Jakbar Gelar Isbat Nikah Masal bagi 26 Pasangan

Jumat, 24 April 2026 - 16:26

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1349 shares
    Share 540 Tweet 337
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    874 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    690 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.