INDOPOSCO.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani menutup Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 dengan menegaskan komitmen seluruh anggota DPR RI untuk terus mengawal aspirasi rakyat melalui pelaksanaan fungsi konstitusional lembaga legislatif, yang berlangsung Ruang Rapat Paripurna, Senin, (8/12/2025).
Dalam pidatonya di hadapan anggota dewan, Puan menyatakan bahwa DPR RI harus selalu tanggap, sensitif, ramah, dan responsif dalam menyerap serta menindaklanjuti kebutuhan masyarakat. Prinsip tersebut menjadi landasan utama dalam menjalankan fungsi kedaulatan rakyat melalui empat peran utama DPR, yaitu legislasi, anggaran, pengawasan, dan diplomasi.
“Menjadi tugas kita bersama bagaimana mewujudkan kepentingan dan aspirasi rakyat melalui fungsi konstitusional DPR RI,” ujar Puan.
Dalam penutupan masa sidang ini Puan mengajak seluruh anggota DPR RI untuk memanfaatkan masa reses sebagai momentum penting untuk menyapa rakyat di daerah pemilihan masing-masing, menyerap aspirasi, serta menyampaikan capaian kinerja DPR RI kepada masyarakat.
“Atas nama pimpinan DPR RI, saya mengumumkan bahwa mulai tanggal 9 Desember 2025 sampai dengan 12 Januari 2026, DPR RI memasuki masa reses,” kata Puan.
Puan juga mengingatkan seluruh anggota Dewan untuk mawas diri. Ketua DPP PDIP itu menyebut aspirasi masyarakat adalah prioritas utama DPR.
“Sidang Dewan yang terhormat kita seluruh anggota DPR RI harus selalu mawas diri dan menyadari bersama bawah kebutuhan dan aspirasi rakyat agar kehidupannya semakin mudah dan sejahtera,” ujar Puan.
Puan selanjutnya mengucapkan selamat hari Natal bagi anggota DPR dan masyarakat yang merayakan. Selain itu, Puan menyampaikan selamat tahun baru 2026 bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Oleh karena itu, mari kita bangun komunikasi dengan rakyat di dapil masing-masing agar rakyat dapat mengetahui kemajuan yang pernah kita capai dan tantangan yang harus kita hadapi bersama dalam membangun Indonesia,” kata Puan.
“Selamat memasuki masa reses dan menyapa rakyat, kami juga mengucapkan selamat merayakan Natal bagi anggota dan masyarakat Indonesia yang merayakannya. Serta selamat tahun baru 2026 untuk seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya.
Puan juga menyampaikan keprihatinan atas bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah, seperti Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia mendesak kementerian dan lembaga terkait untuk bergerak cepat melakukan penanganan darurat demi menyelamatkan dan melindungi masyarakat yang terdampak.
“Dalam APBN tersedia dana tanggap darurat yang dapat digunakan untuk melindungi rakyat. Ke depan, kebijakan mitigasi bencana harus terus diperkuat, terutama di wilayah rawan,” ujarnya.
Menurut Puan, bencana alam seperti curah hujan ekstrem, gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami memang tidak dapat dicegah, tetapi risikonya bisa dikendalikan melalui pengelolaan lingkungan, tata ruang yang tepat, serta kesiapsiagaan sejak dini. (dan)










