INDOPOSCO.ID – Inovasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan kepedulian lingkungan menjadi sorotan dalam ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) 2025 kategori transformatif.
Sebanyak 3 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terpilih sebagai yang terbaik berkat karya inovatif di Apresiasi GTK 2025. Mereka tidak hanya mengubah cara belajar siswa, tetapi juga menjawab tantangan nyata di dunia kerja dan lingkungan.
“Kami bangga dengan karya dan inovasi para guru dari berbagai daerah di Apresiasi GTK 2025,” ungkap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam keterangan, Minggu (30/11/2025).
“Bapak Ibulah pemenang yang mampu mengalahkan semua kesulitan dan rintangan namun tetap hadir membersamai generasi bangsa. Jika Bapak Ibu tidak mendapatkan juara dan tampil ke depan saat ini, Bapak Ibu tetaplah menjadi juara di hatiku,” sambung Mu’ti.
Di tempat yang sama, Naufal Faadhilah, guru SMKN 1 Katapang, Bandung, peraih juara pertama kategori Transformatif. Ia mengatakan, mengembangkan AMIRA (Artificial Mentor for Intelligent Reasoning and Assistance), asisten belajar berbasis AI yang membantu siswa jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) memahami konsep pemrograman secara mandiri.
“Masalah utama yang ingin saya selesaikan adalah rendahnya kemandirian belajar dan budaya ‘jawaban instan’, ditambah banyaknya error sederhana di kode siswa yang menyita waktu guru,” jelasnya.
Ia menjelaskan, AMIRA dirancang bukan untuk memberikan jawaban langsung, melainkan meminta siswa menjelaskan pemahaman mereka terlebih dahulu.
“Sistem selalu meminta mereka menuliskan dulu pemahaman atau langkah yang sudah dicoba sehingga terbangun pola diskusi dua arah,” kata Naufal. (nas)










