INDOPOSCO.ID – Dua kabupaten di Sumatera Utara, Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah, menjadi lokasi terparah terdampak banjir akibat cuaca ekstrem pada 24 – 25 November 2025. Bencana tersebut merendam lebih dari seribu rumah warga dan memutus akses jalan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, BPBD dan tim gabungan melakukan pendataan dan merekomendasikan jalur alternatif Pangaribuan-Silantom sebagai akses jalan sementara di wilayah Tapanuli Utara.
“Sebanyak 50 unit rumah terdampak dan dua jembatan terputus akibat banjir serta tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Utara,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Rabu (26/11/2025).
Sementara wilayah Tapanuli Tengah, sebanyak 1.902 unit rumah terdampak banjir di sembilan kecamatan, antara lain Kecamatan Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam dan Pinangsori.
BPBD Tapanuli Tengah dan tim gabungan mendirikan tenda pengungsi, serta mendistribusikan bantuan sembako kepada warga terdampak.
Seluruh pendataan seperti jumlah warga dan wilayah terdampak bersifat sementara. “Data masih berpotensi mengalami perkembangan sesuai dari hasil kaji cepat lanjutan di lapangan,” ujar Abdul Muhari.
Wilayah terdampak banjir lainnya meliputi Kelurahan Angin Nauli di Kecamatan Sibolga Utara, Kelurahan Aek Muara Pinang dan Aek Habil di Kecamatan Sibolga Selatan, Kelurahan Pasar Belakang dan Pasar Baru di Kecamatan Sibolga Kota.
BNPB terus memonitor perkembangan situasi di wilayah Tapanuli Raya serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk percepatan penanganan darurat.
“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat berlangsung dalam beberapa hari ke depan,” imbuh Aam disapanya. (dan)










