• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

The Fed Longgar-Investasi Masuk, Purbaya Sebut Momentum Positif Mulai Terlihat

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 20 November 2025 - 21:45
in Ekonomi
1000416904

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). Foto: Herry Rosadi/INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah menilai dinamika global mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah sempat tertekan ketidakpastian berkepanjangan. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi ekonomi dunia kini bergerak menuju stabilitas.

“Ketidakpastian global masih berlanjut, namun tensi Amerika Serikat dan Tiongkok mulai mereda. The Fed juga menurunkan Federal Funds Rate untuk kedua kalinya tahun ini, dan ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi global,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (20/11/2025).

BacaJuga:

PHI Bukukan Produksi 621 MMSCFD Gas dan 59,3 Ribu Barel Minyak per Hari pada Semester I 2026

Bukan Sekadar Jual Beli, Bursa Jadi Penentu Harga Komoditas Nasional

Pegadaian Raih Penghargaan Khusus di Ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026

Di tengah situasi tersebut, permintaan global tetap terjaga. Aktivitas manufaktur dunia sepanjang Oktober 2025 masih berada pada zona ekspansi dengan PMI (Indeks Manajer Pembelian) sebesar 50,8. Indonesia mencatat posisi lebih tinggi, yakni 51,2. Meski ekonomi Tiongkok melemah di triwulan ketiga berturut-turut, kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia tetap menunjukkan ketangguhan.

Purbaya mengungkapkan bahwa harga komoditas utama dunia masih bergerak fluktuatif. Batu bara, minyak, dan nikel melemah secara year on year, sementara batu bara menguat menjadi sekitar 109,5 dolar AS per ton secara month on month karena meningkatnya permintaan negara-negara importir besar.

Minyak Brent juga naik tipis secara bulanan, meski tetap melemah secara tahunan. Saat ini harga berada di kisaran 63,6 dolar AS per barel akibat risiko geopolitik dan surplus produksi OPEC+. Sementara itu, komoditas seperti tembaga dan CPO menunjukkan tren penguatan tahunan.

“Penguatan tembaga ini didorong kekhawatiran pengetatan suplai dan berakhirnya government shutdown di Amerika Serikat,” jelas Purbaya.

Fluktuasi harga komoditas ini, lanjutnya, berdampak langsung pada kinerja ekspor nasional dan penerimaan APBN.

Memasuki pertengahan November 2025, sentimen global mulai membaik berkat meredanya perang dagang serta penurunan suku bunga acuan Federal Reserve. Sejumlah mata uang dunia—termasuk rubel Rusia, real Brasil, peso Meksiko, dan euro—menguat terhadap dolar AS. Namun rupiah masih mencatat pelemahan 3,7 persen year to date.

“Pelemahan rupiah ini masih moderat, jika dibandingkan negara seperti Turki yang melemah 19,6 persen atau Argentina yang terdepresiasi 36,1 persen. Stabilitas nilai tukar terus kita jaga melalui koordinasi dengan Bank Indonesia dalam forum KSSK,” kata Purbaya.

Sementara itu, pasar saham berada dalam tren positif. IHSG tumbuh kuat sebesar 18,2 persen year to date, didorong arus masuk dana investor dan meningkatnya ekspektasi pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Untuk pasar obligasi, reposisi investor asing masih terjadi. Namun imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) justru menurun signifikan.

“Imbal hasil SBN turun 85,6 basis poin atau sekitar 1 persen. Ini menunjukkan iklim investasi domestik tetap kuat, pasar makin dalam, dan investor domestik semakin mapan,” tegasnya.

Hingga akhir September 2025, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan kumulatif sebesar 33,48 miliar dolar AS, dengan surplus bulanan 4,34 miliar dolar AS. Ekspor tumbuh 11,4 persen dan impor naik 7,2 persen, yang menandakan aktivitas industri dalam negeri tetap solid di tengah permintaan global yang masih kuat.

“Walaupun ada uncertainty, real demand-nya masih kuat, sehingga dampak global tetap positif pada perekonomian kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, current account Indonesia pada 2025 mencatatkan surplus sebesar 4 miliar dolar AS atau setara 1,1 persen Produk Domestik Bruto (PDB).

“Surplus ini terutama ditopang neraca perdagangan, sementara portofolio mencatatkan defisit. Jadi ketika current account surplus, capital account-nya negatif,” jelas Purbaya.

Dengan berbagai indikator tersebut, pemerintah optimistis bahwa daya tahan perekonomian Indonesia akan tetap terjaga hingga akhir tahun dan memasuki 2026. (her)

Tags: investasiKemenkeupurbaya yudhi sadewathe fed

Berita Terkait.

phi
Ekonomi

PHI Bukukan Produksi 621 MMSCFD Gas dan 59,3 Ribu Barel Minyak per Hari pada Semester I 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:26
jfk
Ekonomi

Bukan Sekadar Jual Beli, Bursa Jadi Penentu Harga Komoditas Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:13
Penghargaan
Ekonomi

Pegadaian Raih Penghargaan Khusus di Ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:23
dpr
Ekonomi

DPR Dorong Pemerintah Siasati Pelemahan Rupiah dengan Memperkuat Pariwisata hingga Hilirisasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:02
krista
Ekonomi

Krista Exhibitions Gelar Empat Pameran Internasional Sekaligus, Perkuat Daya Saing Industri Indonesia

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:47
purbaya
Ekonomi

Ekonomi Terjaga, Purbaya Soroti Kinerja Positif Penjualan Mobil dan Konsumsi Domestik

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:18

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2108 shares
    Share 843 Tweet 527
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2394 shares
    Share 958 Tweet 599
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1152 shares
    Share 461 Tweet 288
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1108 shares
    Share 443 Tweet 277
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1082 shares
    Share 433 Tweet 271
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.