INDOPOSCO.ID – Pemerintah terus memberikan perhatian kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satunya melalui pendanaan kredit usaha rakyat (KUR).
“Tahun depan KUR untuk UMKM naik Rp320 triliun dan kami akan melibatkan perguruan tinggi,” ujar Stafsus Menteri UMKM Hasby Muhammad Zamri ditemui INDOPOSCO.ID di sela-sela acara seminar nasional pengabdian kepada masyarakat dan gelar hasil (Senmaster) 2025 di kampus Universitas Terbuka (UT), Kamis (20/11/2025).
Ia menyebut, alokasi KUR UMKM di 2025 mencapai Rp300 triliun, sementara di 2024 KUR UMKM mencapai Rp280 triliun. “Pada 2025 sedikitnya Rp238 triliun telah terserap UMKM,” bebernya.
“Tahun ini kami belum menyalurkan kepada UMKM binaan perguruan tinggi. Namun kami sudah masuk pada program pemberdayaan mahasiswa di perguruan tinggi,” imbuhnya.
Ia menerangkan, KUR UMKM merupakan pinjaman lunak dari pemerintah dengan bunga ringan. Pemerintah memberikan subsidi bunga hingga 10 persen, sehingga pelaku UMKM hanya membayar bunga 6 persen.
“Dengan melibatkan perguruan tinggi, seperti UT, kami berharap alokasi KUR UMKM bisa tepat guna dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Rektor Universitas Terbuka Prof Ali Muktiyanto menyambut baik kerja sama dengan Kementerian UMKM terkait KUR untuk UMKM. Apalagi, menurutnya, kampus UT memiliki UMKM binaan yang tidak sedikit.
“Kami menyambut baik ini dan kami akan melakukan pendataan mana saja UMKM yang layak mendapatkan KUR,” ujar Ali.
Ia mengatakan, akan mendampingi UMKM binaan agar dapat menerima KUR UMKM. Dengan menyiapkan administrasi (proposal) yang dibutuhkan. Karena, KUR UMKM bukan bantuan sosial melainkan pinjaman lunak dari pemerintah.
“Ini bukan bantuan sosial, tapi pinjaman lunak bagi UMKM agar bisa naik kelas. Dan kami melihat tugas ini bagian dari tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UT, Prof Dewi Artati Padmo Putri menambahkan, setiap tahun UT membantu 300 pelaku UMKM melalui program pengabdian kepada masyarakat.
“Saat ini program tersebut sudah berjalan 6 tahun, jadi sedikitnya ada 1.800 UMKM binaan UT,” bebernya.
Ia menyebut program tersebut tidak saja menyasar pelaku UMKM dari masyarakat, tetapi juga pelaku UMKM dari mahasiswa. “Jadi program kami tidak saja UMKM masyarakat saja, tapi mahasiswa yang sudah mulai merintis usaha kecil juga kami bantu agar bisa meningkat,” ujarnya. (nas)










