• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Soroti Penetapan Pahlawan Soeharto, Rocky Gerung: Sejarah Kini Jadi Permainan Statistik

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 10 November 2025 - 13:05
in Headline
gerung

Pengamat politik Rocky Gerung saat menyampaikan pandangan terkait penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional, yang dinilainya menunjukkan politik kini tunduk pada hasil survei. Foto: Tangkapan layar YouTube Rocky Gerung Official

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti penetapan Presiden ke-2 Republik Indonesia (RI), Soeharto sebagai pahlawan nasional. Ia menilai keputusan itu mencerminkan pergeseran nilai politik Indonesia yang kini lebih tunduk pada hasil survei ketimbang pada etika dan sejarah.

“Tanpa kontroversi, mantan Presiden Soeharto ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Kita mesti pastikan bahwa memang tidak perlu kontroversi lagi. Karena lembaga survei sudah memutuskan 80 persen rakyat Indonesia memilih untuk memastikan bahwa Presiden Soeharto adalah pahlawan nasional,” ujar Rocky dalam pernyataan di kanal YouTube miliknya, dikutip pada Senin (10/11/2025).

BacaJuga:

Ironi Lomba 4 Pilar: MPR Akui Juri Lalai dan Tidak Objektif

MPR Disorot! Pengamat: Memalukan, Ngurus Cerdas Cermat 4 Pilar Saja Tak Becus!

Konsisten Kawal Program Presiden, Gibran Dinilai sedang Mainkan Politik Dua Arah

Rocky menilai, cara berpikir seperti ini mengindikasikan bahwa politik Indonesia telah kehilangan arah nilai. Menurutnya, angka-angka hasil survei kini dijadikan legitimasi utama dalam setiap keputusan politik besar.

“Nah, di situ problemnya. Bahwa politik akhirnya hanya ditentukan oleh hasil survei. Kita mulai menduga bahwa ada semacam upaya bukan sekadar memalsukan sejarah, tapi membuat sejarah itu berubah menjadi permainan survei. Sejarah menjadi permainan statistik,” tegasnya.

Ia menambahkan, lembaga survei yang semestinya berfungsi sebagai alat pengukuran objektif, kini berubah menjadi instrumen pembenaran politik.

“Bahwa apa yang kita sebut matematika itu sebetulnya hanyalah upaya untuk memberi pembenaran pada satu nilai politik. Matematik itu bukan tujuan berpolitik, tapi cuma alat untuk berpolitik,” jelasnya.

Rocky juga menyoroti bagaimana publik dengan mudah digiring oleh hasil survei tanpa pemahaman mendalam terhadap konteks sejarah. Dalam situasi semacam itu, kata dia, kebingungan masyarakat dimanfaatkan oleh kepentingan politik.

“Publik itu terombang-ambing dengan informasi historis, lalu dimanfaatkan kebimbangan publik itu atau ignorantio publik itu, ketidakpahaman publik. Lalu dibenamkan di dalam statistik dan hasilnya adalah 82 persen, 80 persen, atau mungkin dibikin 102 persen aja supaya margin of error-nya itu sempurna,” sindir Rocky.

Ia menegaskan, ketika politik dikendalikan oleh survei, maka yang terjadi bukanlah demokrasi sejati, melainkan demokrasi yang disetir oleh angka.

Sebelumnya, Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), melalui riset terbarunya pada 5–7 November 2025, mencoba memotret denyut persepsi masyarakat terhadap figur yang selama lebih dari tiga dekade memimpin Indonesia itu.

Hasilnya, 80,7 persen responden menyatakan mendukung Soeharto menjadi Pahlawan Nasional. Alasan yang paling dominan adalah keberhasilannya dalam program swasembada pangan (78 persen) dan pembangunan nasional (77,9 persen). Faktor lain yang menonjol adalah sekolah dan sembako murah (63,2 persen) serta stabilitas politik (59,1 persen).

“Yang terbanyak karena berhasil membawa Indonesia swasembada pangan, kemudian berhasil melakukan pembangunan di Indonesia, karena sekolah murah dan sembako murah, karena stabilitas politik yang baik, lainnya macam-macam ada perjuangan kemerdekaan dan militer,” jelas founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, Sabtu (8/11/2025). (her)

Tags: pahlawanPrabowoSoeharto

Berita Terkait.

MPR Disorot, Pengamat: Memalukan, Ngurus Cerdas Cermat 4 Pilar Saja Tak Becus!
Headline

Ironi Lomba 4 Pilar: MPR Akui Juri Lalai dan Tidak Objektif

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:01
MPR Disorot! Pengamat: Memalukan, Ngurus Cerdas Cermat 4 Pilar Saja Tak Becus!
Headline

MPR Disorot! Pengamat: Memalukan, Ngurus Cerdas Cermat 4 Pilar Saja Tak Becus!

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:03
Pragi
Headline

Konsisten Kawal Program Presiden, Gibran Dinilai sedang Mainkan Politik Dua Arah

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:19
Markas Judol Hayam Wuruk Dibongkar, Pengamat: Integrasi Intelijen Siber Nasional Lemah
Headline

Markas Judol Hayam Wuruk Dibongkar, Pengamat: Integrasi Intelijen Siber Nasional Lemah

Senin, 11 Mei 2026 - 21:45
jamaah
Headline

23 Jemaah Haji Meninggal Dunia di Arab Saudi, 67 Orang Dirawat

Senin, 11 Mei 2026 - 11:01
Misi Penyelamatan Gunung Dukono Selesai: 3 Pendaki Meninggal, 2 Diantaranya WNA
Headline

Misi Penyelamatan Gunung Dukono Selesai: 3 Pendaki Meninggal, 2 Diantaranya WNA

Minggu, 10 Mei 2026 - 19:01

BERITA POPULER

  • madura

    Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    794 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    721 shares
    Share 288 Tweet 180
  • Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ketua Komisi III: Polisi Teladan, Insya Alloh Syahid

    674 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.