INDOPOSCO.ID – Langkah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang belakangan intens meninjau pelaksanaan program pemerintah di berbagai daerah dinilai bukan sekadar agenda kerja rutin semata. Di balik aktivitas itu, tersimpan strategi politik yang dianggap matang dan penuh perhitungan.
Analis komunikasi politik Hendri Satrio melihat pola gerak Gibran menunjukkan upaya membangun posisi politik secara perlahan namun konsisten di tengah pemerintahan Prabowo Subianto.
“Canggih ini Gibran. Selain memanfaatkan program-program Prabowo untuk meningkatkan popularitasnya sendiri, ia juga sedang mengambil hati Prabowo lewat caranya memastikan program-program Presiden ini berjalan,” ujar Hensa melalui gawai, Selasa (12/5/2026).
Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI itu menilai, strategi yang dijalankan Gibran menyasar dua kepentingan sekaligus. Di satu sisi, ia tampil sebagai figur yang aktif mengawal kerja pemerintah langsung di lapangan. Namun di sisi lain, kehadirannya juga perlahan melekat dengan program-program unggulan Presiden Prabowo.
Menurut Hensa, pendekatan seperti ini memang lazim dalam dunia politik. Namun kekuatan utamanya terletak pada kesinambungan langkah yang dilakukan secara terus-menerus.
“Strategi seperti ini memang bukan hal baru dalam politik. Namun yang membedakan adalah konsistensi Gibran. Ia melakukannya berulang dan terstruktur, sehingga efeknya terasa. Tanpa konsistensi, strategi semacam ini tidak akan menghasilkan dampak signifikan,” kata Hensa.
Ia menilai, pola tersebut dapat menjadi investasi politik jangka panjang bagi putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu. Dengan terus hadir dalam implementasi program pemerintah, Gibran dianggap sedang membangun rekam jejak yang mudah dibaca publik.
“Dengan menempatkan diri sebagai ‘penjaga’ program-program Prabowo di lapangan, Gibran bukan hanya bekerja secara administratif, tetapi juga mengirim pesan politik bahwa ia adalah mitra yang loyal, aktif, dan bisa diandalkan dalam memastikan agenda pemerintahan berjalan,” jelasnya.
Hensa juga menilai efektivitas strategi itu muncul karena dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada agenda simbolik semata. Publik, kata dia, perlahan akan melihat Gibran sebagai representasi kerja lapangan pemerintahan saat ini.
“Gibran terlihat mulai memahami cara kerja politik pencitraan. Ia tidak hanya hadir, tetapi memastikan kehadirannya memiliki makna. Dengan terus mengaitkan dirinya pada program Prabowo yang populer, ia sedang membangun dua hal sekaligus, yaitu loyalitas ke atas dan popularitas ke bawah,” tambahnya.(her)











