• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Denmark Siapkan Aturan Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 Tahun

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 10 November 2025 - 00:02
in Internasional
anak2

Ilustrasi - Dua anak menggunakan gawai. Foto : Antara/Pixabay

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Denmark tengah menyiapkan aturan baru yang akan melarang anak-anak di bawah usia 15 tahun menggunakan platform media sosial. Langkah ini dilakukan untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif penggunaan ponsel pintar dan jejaring sosial yang semakin meluas.

Dilansir dari The Guardian pada Minggu (9/11/2025), Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dalam pidato pembukaan sidang parlemen bulan lalu menyoroti pengaruh buruk media sosial terhadap anak-anak. Ia menyebut bahwa gawai dan media sosial telah “merampas masa kecil” mereka.

BacaJuga:

Kemenkop Bersama Koperasi Kita Miraino Hikari Lepas Pekerja Migran ke Jepang Internasional

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Frederiksen menilai, meningkatnya kasus kecemasan dan depresi di kalangan anak-anak serta remaja tak lepas dari penggunaan media sosial yang berlebihan.

“Kita telah melepaskan monster,” ujarnya.
Menurutnya, banyak anak kini kesulitan membaca, fokus, serta terpapar pada hal-hal yang seharusnya tidak mereka lihat.

Hasil survei menunjukkan, 60 persen anak laki-laki usia 11–19 tahun di Denmark jarang bermain dengan teman di waktu senggang, sementara 94 persen siswa kelas tujuh sudah memiliki akun media sosial bahkan sebelum berumur 13 tahun.

“Ponsel dan media sosial telah mencuri masa kecil anak-anak kita,” tegas Frederiksen.

Rencana pelarangan akses media sosial bagi anak-anak di bawah 15 tahun ini diharapkan mulai diberlakukan paling cepat tahun depan. Aturan tersebut akan mencakup sejumlah platform besar, meski Frederiksen belum menyebutkan secara spesifik mana saja yang akan terdampak.

Orang tua nantinya bisa memberi izin khusus agar anak berusia minimal 13 tahun dapat mengakses media sosial dengan pengawasan.

Menteri Digitalisasi Denmark Caroline Stage menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah penting dan berani.

“Kita terlalu naif selama ini. Kehidupan digital anak-anak kita dikuasai oleh platform yang tidak memikirkan kesejahteraan mereka. Saatnya kita berpindah dari status ‘tawanan digital’ menuju komunitas yang sehat,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada Februari lalu, Denmark juga telah mengumumkan larangan penggunaan ponsel di seluruh sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler. Kebijakan ini mengikuti rekomendasi komisi kesejahteraan yang menilai anak di bawah 13 tahun sebaiknya belum memiliki ponsel pintar atau tablet pribadi.

Penelitian mengenai dampak media sosial terhadap anak dan remaja membuat banyak negara meninjau ulang kebijakan serupa. Australia sudah lebih dulu melarang akses media sosial seperti Facebook, TikTok, Snapchat, dan YouTube bagi pengguna di bawah 16 tahun.

Sementara itu, Yunani pada Juni lalu mengusulkan agar Uni Eropa menetapkan “usia kedewasaan digital”, yang mewajibkan izin orang tua bagi anak-anak yang ingin mengakses media sosial seperti dikutip Antara.

Norwegia juga berencana menaikkan batas usia minimum pengguna media sosial dari 13 menjadi 15 tahun, sebagai upaya melindungi anak-anak dari pengaruh algoritma yang dinilai berbahaya. (aro)

Tags: anakhpponselsosmed

Berita Terkait.

menkop
Internasional

Kemenkop Bersama Koperasi Kita Miraino Hikari Lepas Pekerja Migran ke Jepang Internasional

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:52
Trump
Internasional

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:50
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada
Internasional

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:19
Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina
Internasional

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15
SB
Internasional

Swiss-Belhotel International Perluas Portofolio di Bali dengan Soft Opening Resor Ashva Swiss-belresort Ubud

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:25
Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?
Internasional

Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:04

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2268 shares
    Share 907 Tweet 567
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1985 shares
    Share 794 Tweet 496
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    1599 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2111 shares
    Share 844 Tweet 528
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.