• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Terus Mengalami Pelemahan, Analis Nilai Bitcoin Masih Menjanjikan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 5 November 2025 - 06:15
in Nasional
17622601441867011682881336629099

Warga mengamati pergerakan harga mata uang kripto Bitcoin (BTC) di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (1/8/2025). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wpa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Analis Reku Fahmi Almuttaqin menilai bahwa Bitcoin (BTC) tetap menjanjikan bagi investor jangka menengah dan panjang dengan beberapa indikator yang menunjukkan potensi positif, terlepas dari penurunan harga yang terjadi.
“Ini didukung oleh tren akumulasi dan narasi cadangan aset institusional yang masih kuat,” kata Fahmi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Bagi trader atau investor yang ingin masuk ke pasar kripto untuk memanfaatkan potensi rebound, situasi saat ini dinilai masih menyimpan peluang menarik, meski dengan risiko yang cukup tinggi.

BacaJuga:

Kementerian P2MI Fasilitasi Pemulangan Supiat, Korban TPPO dari Kamboja

Ekonom Soroti Kebijakan Kuota Internet Hangus, Desak Perlindungan Hak Konsumen Dievaluasi

Prabowo Dorong Kampus Jadi Motor Perubahan, Sebut Ilmuwan Penentu Kemajuan Bangsa

Fahmi mengingatkan bahwa pada struktur pasar saat ini, likuiditas dan narasi makro masih akan memainkan peran besar dalam menentukan arah pasar ke depan.

Selain Bitcoin, catat Fahmi, altcoin juga memiliki potensi yang menjanjikan. Kekuatan harga altcoin di sektor AI dan RWA dalam beberapa hari terakhir mencerminkan tingkat kepercayaan investor yang relatif tinggi terhadap sektor-sektor strategis tersebut.

Adapun pasar kripto masih berada dalam fase konsolidasi yang penuh tantangan. Bitcoin terus mengalami tekanan dengan penurunan 8,21 persen dalam sepekan terakhir ke level 104.000 dolar AS pada Selasa setelah mengalami breakdown menembus level support 108.000 dolar AS.

Bitcoin menutup Oktober dengan performa negatif untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir. Sejak mulai aktif diperdagangkan pada 2013, Bitcoin tercatat hanya membukukan kinerja negatif pada Oktober sebanyak tiga kali, yaitu pada 2014, 2018, dan 2025.

Sementara itu, beberapa altcoin mulai menunjukkan performa harga yang lebih stabil, khususnya di sektor AI dan RWA.

Namun secara umum, altcoin masih mengalami tekanan yang signifikan, dengan beberapa altcoin terbesar seperti ETH, XRP, BNB, SOL, LINK, DOGE, dan HYPE kompak anjlok lebih dari 5 persen dalam 24 jam terakhir.

Fahmi menilai, pelemahan di pasar kripto disebabkan oleh kondisi likuiditas pasar yang semakin ketat di tengah berkembangnya sentimen risk-off setelah paparan The Fed mengenai ketidakpastian pemangkasan suku bunga pada Desember mendatang.

Ia menjelaskan bahwa kondisi likuiditas ketat dan gejolak makro serta ditambah kondisi shutdown pemerintah AS, membuat Bitcoin sebagai aset risk-on mengalami tekanan yang cukup serius.

Meski demikian, indikator puncak bull market yang dikompilasi oleh Glassnode menunjukkan sinyal 100 persen hold, dengan belum ada satu pun dari 30 metrik yang digunakan mengonfirmasi bahwa siklus bullish Bitcoin telah berakhir.

Dari 30 indikator tersebut, tujuh di antaranya saat ini menunjukkan tingkat ketercapaian lebih dari 70 persen, yang mana ketercapaian 100 persen biasanya menandai puncak fase bullish dalam satu siklus.

Menurut Fahmi, Bitcoin saat ini memasuki zona distribusi awal dalam siklus jangka menengahnya, yang mana para investor, khususnya yang sudah berada dalam posisi untung, mulai merealisasikan profit di tengah meningkatnya ketidakpastian ke depan.

Kondisi ini belum mengindikasikan tercapainya level harga puncak siklus dan potensi kenaikan lanjutan masih terbuka.

Menurut Fahmi, investor konservatif cenderung memilih mengamankan posisi sambil menunggu kejelasan lebih lanjut dari faktor-faktor yang dapat mendukung pertumbuhan instrumen risk-on seperti Bitcoin.

Di tengah sentimen yang berkembang tersebut, jumlah Bitcoin di bursa perdagangan terpusat (centralized exchange) justru mengalami penurunan.

Fahmi mengatakan bahwa hal ini menunjukkan lebih banyak Bitcoin yang ditarik dari bursa untuk disimpan dibandingkan yang dikirim ke bursa untuk dijual.

“Kondisi ini mensinyalir potensi dapat semakin meningkatnya nilai kelangkaan Bitcoin yang membuatnya semakin bernilai sebagai aset investasi jangka panjang,” kata Fahmi. (bro)

Tags: AnalisBitcoinPelemahan

Berita Terkait.

Ekonom Soroti Kebijakan Kuota Internet Hangus, Desak Perlindungan Hak Konsumen Dievaluasi
Nasional

Kementerian P2MI Fasilitasi Pemulangan Supiat, Korban TPPO dari Kamboja

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:50
Ekonom Soroti Kebijakan Kuota Internet Hangus, Desak Perlindungan Hak Konsumen Dievaluasi
Nasional

Ekonom Soroti Kebijakan Kuota Internet Hangus, Desak Perlindungan Hak Konsumen Dievaluasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:40
Korban Investasi Bodong Mantan Pegawai Bank Diberi Edukasi Literasi Keuangan
Nasional

Prabowo Dorong Kampus Jadi Motor Perubahan, Sebut Ilmuwan Penentu Kemajuan Bangsa

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:30
DPR dan Pemerintah Bentuk Satgas Mitigasi PHK, Antisipasi Ancaman 55 Ribu Buruh Kehilangan Pekerjaan
Nasional

DPR dan Pemerintah Bentuk Satgas Mitigasi PHK, Antisipasi Ancaman 55 Ribu Buruh Kehilangan Pekerjaan

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:01
Nikah-Massal
Nasional

Rayakan HUT Ke-61, PGN Gelar Nikah Massal untuk Wujudkan Kepastian Hukum bagi Masyarakat

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:41
Atribut
Nasional

Soroti Kampanye LGBT, DPR Minta Regulasi Disusun dengan Kajian Komprehensif

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:25

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1708 shares
    Share 683 Tweet 427
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1675 shares
    Share 670 Tweet 419
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1052 shares
    Share 421 Tweet 263
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    947 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    925 shares
    Share 370 Tweet 231
Jadwal Piala Dunia: Prancis-Norwegia Berebut Juara Grup, Belgia Buru Tiket Lolos
Olahraga

Jadwal Piala Dunia: Prancis-Norwegia Berebut Juara Grup, Belgia Buru Tiket Lolos

Editor Laurens Dami
Jumat, 26 Juni 2026 - 17:03

INDOPOSCO.ID – Persaingan di fase grup Piala Dunia 2026 memasuki babak paling menentukan. Pada Sabtu (27/6/2026), rangkaian pertandingan terakhir Grup...

SelengkapnyaDetails
Piala-Dunia

32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Ditantang Jepang, Belanda Jumpa Maroko

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:24
Diego-Carlos

Hasil Piala Dunia Grup D: Turki Bungkam AS, Australia Lolos Usai Tahan Paraguay

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:51
Elanga

Graham Potter Bangga dengan Perjuangan Pemain Swedia Hadapi Jepang

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:50
Nagelsman

Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:39
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.