• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Realisasi APBD Digenjot, Pemerintah Ingin Uang Tak Hanya Mengendap di Kas Daerah

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 20 Oktober 2025 - 16:25
in Nasional
WhatsApp Image 2025-10-20 at 15.14.12

Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang digelar secara hybrid di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (20/10/2025). Foto: Tangkapan layar YouTube Kemendagri

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah pusat terus menekan pedal gas pertumbuhan ekonomi lewat optimalisasi belanja daerah. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kini memperkuat fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di seluruh Indonesia, agar “mesin pemerintahan” tak kehilangan daya dorongnya.

Langkah ini ditegaskan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang digelar secara hybrid di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (20/10/2025).

BacaJuga:

Setara Institute: Manuver Hukum Febrie Adriansyah Alihkan Substansi Perkara TPPU

Menanti Pengganti Perry Warjiyo, DPR Soroti Kriteria Gubernur BI Baru

Konsistensi Riset dan Inovasi Antar Untar ke Peringkat Teratas PTS di SINTA

Acara tersebut juga dirangkaikan dengan pengarahan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait percepatan realisasi belanja untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bisa melompat kalau dua mesin bergerak, yaitu mesin swasta serta mesin pemerintahan. Mesin pemerintahan di antaranya adalah realisasi belanja yang harus dioptimalkan,” ujar Tito.

Ia menjelaskan, belanja pemerintah daerah bukan sekadar urusan angka, tapi denyut nadi peredaran uang di masyarakat. Ketika uang pemerintah berputar, roda sektor swasta ikut berputar lebih kencang. Karena itu, Kemendagri terus menyalakan radar pengawasan terhadap kinerja keuangan daerah.

“Kami lakukan monitoring terus-menerus setiap bulan baik pendapatan maupun belanja,” ungkap Tito.

Data terbaru menunjukkan, realisasi pendapatan daerah secara nasional pada 2024 mencapai 97,29 persen, sementara belanja daerah baru di angka 91,72 persen. Memasuki triwulan keempat 2025, pendapatan baru mencapai 70,27 persen dan belanja 56,07 persen. Ketimpangan antardaerah pun masih kentara.

Kabupaten Sumbawa Barat misalnya, mencatat prestasi pendapatan hingga 109,56 persen, disusul Tanah Laut dengan 96,61 persen. Namun, di sisi lain masih ada daerah yang pendapatannya belum tembus 50 persen.

Tito menegaskan, percepatan realisasi belanja menjadi kunci agar ekonomi tetap bergairah.

“Rata-rata pertumbuhan ekonominya baik kalau pendapatan tinggi, belanjanya tinggi. Tapi kalau pendapatannya tinggi, belanjanya rendah, pertumbuhan ekonominya relatif juga kurang,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa kekuatan ekonomi nasional adalah hasil kerja kolektif antara pemerintah pusat dan daerah. Karena itu, para kepala daerah diminta menjaga agar pertumbuhan di wilayah masing-masing tidak tertinggal dari rerata nasional.

Tito juga menyoroti dana daerah yang masih “mengendap manis” di rekening kas daerah. Menurutnya, banyak faktor yang menghambat realisasi belanja, mulai dari proses lelang yang molor, sistem e-Katalog yang belum maksimal, hingga pergantian pejabat yang membuat program tersendat.

“Beberapa daerah juga menahan pembayaran hingga akhir tahun atau menunggu penyelesaian administrasi proyek,” tambah Tito.

Dari sisi fiskal, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa turut menegaskan pentingnya peran Pemda dalam menjaga perputaran ekonomi daerah. Ia mengingatkan agar anggaran tidak dibiarkan menganggur. “Uang itu harus kerja, bantu ekonomi daerah,” tegas Purbaya.

Ia meminta Pemda mengakselerasi belanja produktif dan menghindari kebiasaan menumpuk realisasi di ujung tahun. Menurutnya, keuangan daerah harus dikelola secara bijak, transparan, dan menjaga kepercayaan publik maupun investor.

“Sekali hilang (kepercayaannya), membangunnya butuh waktu lama,” tutupnya.

Rapat koordinasi yang turut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti serta seluruh kepala daerah ini menegaskan satu pesan besar, pertumbuhan ekonomi tak boleh berhenti hanya karena anggaran tak bergerak. Mesin pemerintahan harus berputar, cepat, efisien, dan serentak agar Indonesia melaju lebih kencang menuju masa depan ekonomi yang tangguh. (her)

Tags: APBDKas Daerahpemerintah

Berita Terkait.

Febrie
Nasional

Setara Institute: Manuver Hukum Febrie Adriansyah Alihkan Substansi Perkara TPPU

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:24
Perry-Warijo
Nasional

Menanti Pengganti Perry Warjiyo, DPR Soroti Kriteria Gubernur BI Baru

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:43
Penelitian
Nasional

Konsistensi Riset dan Inovasi Antar Untar ke Peringkat Teratas PTS di SINTA

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:42
Abdul-Mu'ti
Nasional

Mendikdasmen: Pembelajaran Mendalam Harus Dimulai dari Filosofi Memuliakan Murid

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:21
wamenhan
Nasional

Nama Norman Joesoef Mencuat, DPR Soroti Kriteria Ideal Pengisi Kursi Wamenhan

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:07
brin
Nasional

HAKTEKNAS Jadi Momentum Perkuat Inovasi, BRIN-LPDP Anugerahi Inovator Baterai

Senin, 10 Agustus 2026 - 06:06

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2464 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2202 shares
    Share 881 Tweet 551
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1995 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1279 shares
    Share 512 Tweet 320
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.