• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

DPR: Penerapan Bioetanol di BBM Harus Berbasis Riset Ilmiah

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 19 Oktober 2025 - 14:38
in Nasional
IMG-20251019-WA0023

Ilustrasi Antrean Pengisian Bensin dan Stasoun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). ( Dilianto / INDOPOSCO.ID)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menegaskan, penerapan bioetanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) harus dilakukan secara hati-hati dan berbasis riset ilmiah.

Ia menilai, kebijakan tersebut menyangkut hajat hidup masyarakat luas serta kepentingan strategis nasional, sehingga tidak boleh diambil tanpa kajian komprehensif agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap performa kendaraan dan infrastruktur energi.

BacaJuga:

Tak Sekadar Populis, Program MBG Kunci Kualitas SDM Masa Depan

51 Jemaah Haji Ilegal Ditangkap di Soetta Selama April – Mei 2026

Cegah Kekerasan Pekerja Migran, Kemen P2MI Perkuat Peran Posbakum

“Pemanfaatan etanol sebagai campuran BBM harus melalui proses yang betul-betul proven, melalui kajian tertentu. Etanol ini memiliki sifat kimia yang spesifik, salah satunya bersifat korosif,” ujar Sugeng, dikutip dari laman resmi DPR RI, Minggu (19/10/2025).

Meski begitu, Ia menuturkan, penggunaan bioetanol dapat menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Saat ini, konsumsi BBM nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi dalam negeri hanya sekitar 600 ribu barel per hari.

“Artinya, kita masih mengimpor sekitar satu juta barel per hari. Ini menjadi beban ekonomi yang terus meningkat dan membebani APBN,” katanya.

Sugeng memaparkan, total subsidi energi nasional, termasuk listrik, solar, dan LPG 3 kilogram, mencapai sekitar Rp308 triliun. Dengan penerapan bioetanol hingga 10 persen dalam campuran BBM, menurutnya, Indonesia dapat menekan impor bahan bakar, menghemat devisa, dan mengurangi emisi karbon.

“Kalau 10 persen dari BBM digantikan dengan bioetanol, maka volume impor BBM bisa turun hingga 10 persen. Ini tentu berdampak langsung pada penghematan devisa dan penurunan emisi,” ujarnya.

Sugeng menjelaskan, sejumlah negara telah berhasil memanfaatkan bioetanol sebagai campuran bahan bakar kendaraan. Indonesia, kata dia, memiliki potensi besar untuk mengembangkannya melalui sumber daya alam yang melimpah di wilayah tropis.

Lantaran bahan baku bioetanol bisa didapatkam dari tanaman lokal seperti tebu, singkong, dan nira aren. Ia menyebut nira aren sebagai bahan baku paling ideal karena kandungan gulanya tinggi dan tidak mengganggu ketahanan pangan nasional.

Lebih lanjut ia menekankan, pengembangan industri bioetanol harus dilakukan dengan perhitungan ekonomi yang matang dan efisien secara industri. Pemerintah juga diminta memperkuat riset dan inovasi untuk menemukan formulasi terbaik dalam pengolahan serta distribusinya.

“Pemanfaatan bioetanol ini sebenarnya langkah yang baik, apalagi untuk jangka panjang terhadap ekonomi dan lingkungan. Pemerintah melalui lembaga berkompeten seperti BRIN harus melakukan riset dan sosialisasi secara tuntas, agar masyarakat memahami kenapa kita beralih ke bioetanol. Tujuannya jelas, menghemat devisa, menekan emisi, dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil,” tegasnya.

“Tapi intinya harus dikaji betul secara ilmiah agar tidak menimbulkan efek teknis yang tidak diinginkan,” pungjas Politisi Fraksi Partai NasDem itu. (dil)

Tags: BBMBioetanolDPRRiset Ilmiah

Berita Terkait.

Tak Sekadar Populis, Program MBG Kunci Kualitas SDM Masa Depan
Nasional

Tak Sekadar Populis, Program MBG Kunci Kualitas SDM Masa Depan

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:31
99 Persen Kader Internal Isi Kepengurusan Baru, Jazuli: PB Mathla’ul Anwar Siap Melesat Lebih Tinggi
Nasional

51 Jemaah Haji Ilegal Ditangkap di Soetta Selama April – Mei 2026

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:32
Christina-Aryani
Nasional

Cegah Kekerasan Pekerja Migran, Kemen P2MI Perkuat Peran Posbakum

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:25
MayDay
Nasional

Fakta di Balik Video May Day: Buruh Tak Tolak MBG, Begini Penjelasan KSPSI

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:14
Agita
Nasional

DPD RI Minta Penanganan Kekerasan Seksual Tuntas Hingga Proses Hukum Pelaku

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:43
P&G
Nasional

Kolaborasi Industri dan Kampus, P&G Health Indonesia Dorong Apoteker Lebih Siap Hadapi Pasien

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:03

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3685 shares
    Share 1474 Tweet 921
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1295 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.