• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Mendiktisaintek: Penguasaan Sains dan Teknologi Jadi Fondasi Penguasaan Industri

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 14 Oktober 2025 - 19:45
in Nasional
IMG-20251014-WA0019

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. Foto: Dokumen Kemendiktisaintek

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan, komitmen Indonesia dalam memperkuat posisi nasional di sektor mineral strategis, khususnya industri tanah jarang (rare earth elements). Salah satunya melalui penguasaan teknologi, riset, dan kolaborasi lintas sektor.

“Penguasaan teknologi nasional dalam pengolahan unsur tanah jarang (rare earth elements) sangat penting, sebagai langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan industri dan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global,” ujar Brian dalam keterangan, Selasa (14/10/2025).

BacaJuga:

Babe Haikal: Halal Jadi “Bahasa” Universal, 48 Negara Merapat di H20

LPDB Koperasi Jemput Bola di Borobudur Expo 2026, Menkop Dorong Koperasi Manfaatkan Dana Bergulir

Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

Indonesia telah lama dikenal sebagai negara dengan sumber mineral yang melimpah, termasuk nikel, timah, tembaga, dan bauksit. Dari sumber daya tersebut, Indonesia juga memiliki potensi besar dalam unsur tanah jarang. Namun, sebagian besar potensi ini selama ini masih diekspor sebagai bahan mentah atau belum dimanfaatkan secara optimal.

“Industri tanah jarang adalah sektor yang kompleks dan sangat kompetitif. Tantangan kita mencakup penguasaan teknologi, volatilitas pasar, serta tuntutan keberlanjutan lingkungan,” terangnya.

“Namun di balik tantangan itu, tersimpan peluang besar. Dengan kekayaan sumber daya alam, talenta manusia, dan komitmen terhadap inovasi, Indonesia memiliki peluang nyata menjadi pemimpin global dalam industri mineral kritis dan teknologi energi masa depan,” sambung Brian.

Ia menekankan bahwa pengembangan rantai nilai industri tanah jarang di dalam negeri akan memperkuat ekonomi nasional. Industrialisasi tidak boleh berhenti pada tahap downstreaming semata.

Tetapi, lanjutnya, harus melahirkan industri manufaktur yang mampu memanfaatkan bahan tanah jarang secara langsung. Seperti produksi magnet permanen, material energi, dan komponen teknologi tinggi.

Transformasi besar ini, menurutnya, tidak dapat dijalankan hanya dengan pendekatan top down. Keberhasilan pembangunan industri tanah jarang membutuhkan kolaborasi erat antara industri, akademisi, masyarakat lokal, dan pembuat kebijakan.

“Perjalanan ini bukan semata tentang menggali unsur tanah jarang. Ini adalah perjalanan membangun kapasitas nasional, industri sains, dan teknologi,” jelasnya.

“Tentang bagaimana sumber daya alam dapat diubah menjadi pengetahuan, produk, dan lapangan pekerjaan, serta memastikan kemajuan ekonomi berjalan seiring dengan tanggung jawab lingkungan dan keadilan sosial,” imbuhnya.

Kemendiktisaintek memainkan peran strategis dalam mendukung transformasi ekosistem riset dan inovasi nasional. Melalui berbagai kebijakan dan program, mendorong penguatan kapasitas penelitian di perguruan tinggi, fasilitasi kolaborasi antara kampus, lembaga riset, dan industri, serta akselerasi hilirisasi teknologi.

“Kami mengajak para teknolog, profesor, ilmuwan, pengusaha, investor, dan pembuat kebijakan untuk berkontribusi aktif dalam tujuan besar ini,” ujarnya.

Diketahui, konferensi International Process Metallurgy Conference 2025 (IPMC 2025) merupakan konferensi ilmiah internasional 2 tahunan. Dalam konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, pelaku industri, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk membahas kemajuan riset dan inovasi di bidang proses metalurgi. (nas)

Tags: industriMendiktisaintekSainsTeknologi

Berita Terkait.

Aktivis 98 Minta Publik Kawal Perkara Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Nasional

Babe Haikal: Halal Jadi “Bahasa” Universal, 48 Negara Merapat di H20

Sabtu, 19 September 2026 - 08:31
Titik Panas Masih Tinggi, Menko Polkam dan Kepala BNPB Turun ke Sumsel
Nasional

LPDB Koperasi Jemput Bola di Borobudur Expo 2026, Menkop Dorong Koperasi Manfaatkan Dana Bergulir

Jumat, 18 September 2026 - 23:07
Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027
Nasional

Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

Jumat, 18 September 2026 - 22:35
Kemenkop Gandeng Muhammadiyah dan Utusan Khusus Presiden Perkuat Ekosistem Koperasi
Nasional

Kemenkop Gandeng Muhammadiyah dan Utusan Khusus Presiden Perkuat Ekosistem Koperasi

Jumat, 18 September 2026 - 20:01
Titik Panas Masih Tinggi, Menko Polkam dan Kepala BNPB Turun ke Sumsel
Nasional

Titik Panas Masih Tinggi, Menko Polkam dan Kepala BNPB Turun ke Sumsel

Jumat, 18 September 2026 - 19:21
25 Merek Beras Fortifikasi Ditindak, FKBI Desak Pemerintah Tak Berhenti di Pencabutan Izin
Nasional

Disangkakan Memeras, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Klaim Selalu Bekerja Sesuai Aturan

Jumat, 18 September 2026 - 16:30

OLAHRAGA

Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026
Olahraga

Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 18 September 2026 - 21:16

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memanggil 23 pemain Timnas Indonesia untuk menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung...

SelengkapnyaDetails
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Banyak Perkara Besar Kita Ambil, tapi Akhirnya Digergaji

Sumaya Tembus Semifinal, Indonesia Berpeluang Ukir Sejarah di Teqball Asian Games

Jumat, 18 September 2026 - 18:41
Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 18 September 2026 - 15:28
bc

Bea Cukai Priok Dukung Kiprah Tim Reli Indonesia di Kancah Internasional

Kamis, 17 September 2026 - 18:08
Pemain-Persib

Persib Bekuk FC Seoul Lewat Laga Sulit, Tolic: Seperti Inilah Caranya

Kamis, 17 September 2026 - 08:20

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5522 shares
    Share 2209 Tweet 1381
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1513 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1242 shares
    Share 497 Tweet 311
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1162 shares
    Share 465 Tweet 291
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.