• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Menuju Kedaulatan Pangan: Tantangan dan Asa di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 19:50
in Nasional
IMG-20251011-WA0004

(kiri ke kanan): Analis komunikasi politik sekaligus founder KedaiKOPI, Hendri Satrio; Ekonom Universitas Indonesia (UI), Ninasapti Triaswati; Peneliti senior Litbang Kompas, Budiawan Sidik Arifianto; dan Peneliti dan Pakar Pangan Universitas Andalas, Dr. Eng Muhammad Makky dalam diskusi publik bertajuk “1 Tahun Pemerintahan Prabowo, Apa Kabar Ketahanan Pangan?” di Jakarta, Sabtu (11/10/2025). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Isu ketahanan pangan kembali menjadi perbincangan hangat di ruang publik. Di tengah fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menuju kedaulatan pangan nasional, para pakar menilai langkah-langkah konkret mulai terlihat, meski jalan menuju cita-cita besar itu belum sepenuhnya mulus.

Dalam diskusi publik bertajuk “1 Tahun Pemerintahan Prabowo, Apa Kabar Ketahanan Pangan?” yang digelar oleh Lembaga Survei KedaiKOPI, Sabtu (11/10/2025), analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai sektor pangan kini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.

BacaJuga:

Mengenalkan Perjuangan RA Kartini Pada Anak Usia Dini Melalui TAMASYA

Soroti Layanan “One Stop Service” Haji 2026, DPR: Kunci Utama Ada pada Profesionalisme Petugas

Hari Pertama TKA SD, Kemendikdasmen: Harus Fokus pada Pemanfaatan Hasil

“Isu ketahanan pangan menjadi menarik karena menjadi fokus Presiden Prabowo dalam membawa Indonesia menuju kedaulatan pangan,” ujar Hensa —sapaan akrab Hendri Satrio.

Namun, Hensa menilai masih ada pekerjaan rumah besar di ranah komunikasi publik. Menurutnya, pesan-pesan pemerintah tentang pangan belum cukup kuat menjangkau kelompok masyarakat menengah.

“Komunikasi pangan itu jarang menyentuh kelas menengah. Repotnya si kelas menengah ini, dia satu menguasai media komunikasi, dua dia jarang di-touch oleh pemerintah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini masih lebih banyak menaruh perhatian pada lapisan masyarakat bawah.

“Pemerintah ini banyak mengurus kelas bawah. Sehingga yang kelas menengah ini nanti, itu kita tunggu kapan. Tapi masalahnya, jika kelas menengah lama-lama tidak ditangani makin lama akan membuat pemerintah pusing,” ujar founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu.

Sementara itu, dari sisi persepsi publik, hasil riset terbaru menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap sektor pertanian cukup menggembirakan.

“Kepuasan mereka terhadap kinerja pertanian ini relatif sangat tinggi ya, sekitar 71 persen. Masyarakat masih menyambutnya secara positif,” jelas peneliti Litbang Harian Kompas, Budiawan Sidik Arifianto.

Iwan —sapaan Budiawan— menambahkan, publik percaya bahwa kesejahteraan petani dapat meningkat melalui kebijakan harga gabah yang lebih berpihak.

“Masyarakat yakin sebanyak 77 persen bahwa menaikkan harga GKP dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Namun demikian, pencapaian swasembada pangan belum merata di semua sektor. Ekonom Universitas Indonesia (UI), Ninasapti Triaswati, mengingatkan bahwa tantangan masih membayangi di sejumlah komoditas penting.

“Sebetulnya target swasembada itu apa? Sebetulnya yang sudah mencapai swasembada itu beras walaupun masih ada impornya. Tapi yang belum dan masih problem, kedelai dan gula sebetulnya,” tutur Nina.

Ia juga menyoroti bahwa fokus besar pemerintah masih terkonsentrasi pada sektor pertanian tanaman pangan.

“Secara luas sebetulnya, kalau kita fokus swasembada pangan, masih terhadap pertanian, bukan peternakan dan perkebunan,” tambahnya.

Sementara itu, dari sisi lapangan, pakar pangan Universitas Andalas, Muhammad Makky, melihat geliat baru di dunia pertanian sejak kepemimpinan Presiden Prabowo.

“Pemerintah perhatiannya besar sekali. Penyuluh pertanian sekarang sudah aktif dan siaga di lahan-lahan. Itu bukti nyata bahwa perhatian terhadap petani semakin meningkat,” ucap Makky.

Baginya, kebijakan pangan yang kuat tak hanya diukur dari angka dan target, tetapi dari sentuhan nyata terhadap petani di akar rumput.

“Ketahanan pangan tidak hanya dibangun dari kebijakan, tetapi juga dari pendampingan dan pemberdayaan petani secara langsung,” tutupnya.

Satu tahun berlalu, jalan menuju kedaulatan pangan memang belum usai. Namun, langkah-langkah yang kini mulai berpijak di tanah, di tangan-tangan petani, memberi harapan bahwa cita-cita besar itu bukan lagi sekadar slogan, melainkan perjalanan panjang menuju Indonesia yang benar-benar berdaulat di meja makannya sendiri. (her)

Tags: Kedaulatan PanganKetahanan PanganpanganPemerintahan Prabowo

Berita Terkait.

Hari-Kartini
Nasional

Mengenalkan Perjuangan RA Kartini Pada Anak Usia Dini Melalui TAMASYA

Rabu, 22 April 2026 - 08:23
Arogan! Trump Ancam Gempur Iran di Tengah Rapuhnya Upaya DiplomasiI
Nasional

Soroti Layanan “One Stop Service” Haji 2026, DPR: Kunci Utama Ada pada Profesionalisme Petugas

Selasa, 21 April 2026 - 23:06
Hari Pertama TKA SD, Kemendikdasmen: Harus Fokus pada Pemanfaatan Hasil
Nasional

Hari Pertama TKA SD, Kemendikdasmen: Harus Fokus pada Pemanfaatan Hasil

Selasa, 21 April 2026 - 22:32
DPR Sahkan UU PPRT dan UU PSDK, Puan: Komitmen Perkuat Capaian Legislasi dan Perlindungan Hukum
Nasional

DPR Sahkan UU PPRT dan UU PSDK, Puan: Komitmen Perkuat Capaian Legislasi dan Perlindungan Hukum

Selasa, 21 April 2026 - 22:07
Pimpinan DPR Pastikan Komunikasi Politik Pembahasan RUU Pemilu Terus Berjalan
Nasional

Pimpinan DPR Pastikan Komunikasi Politik Pembahasan RUU Pemilu Terus Berjalan

Selasa, 21 April 2026 - 21:29
Hari Kartini 2026, Ketua DPR RI: Perempuan Penentu Arah Bangsa, Bukan Sekadar Pelengkap
Nasional

Hari Kartini 2026, Ketua DPR RI: Perempuan Penentu Arah Bangsa, Bukan Sekadar Pelengkap

Selasa, 21 April 2026 - 20:16

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1266 shares
    Share 506 Tweet 317
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    738 shares
    Share 295 Tweet 185
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.