• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pemkab Garut Masih Selidiki Penyebab Keracunan Masal akibat Makan MBG

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 2 Oktober 2025 - 01:15
in Nasional
17593275160042809191342017806476

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin meninjau korban keracunan yang dirawat di Puskesmas Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (30/9/2025) malam. ANTARA/Feri Purnama

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan saat ini masih menelusuri penyebab korban keracunan dengan mengecek makanan yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Sudah sedang kita cek sampel (makanan), itu kan seminggu (hasilnya),” kata Bupati Garut kepada wartawan di Garut, Rabu.

BacaJuga:

Hardiknas 2026: Ary Ginanjar Raih Lencana Emas, Jatim Percepat Mesin Talenta

Dokter Internship Meninggal Saat Bertugas, DPR Desak Audit: “Alarm Keras Sistem Kesehatan!”

Dugaan Pelecehan Puluhan Santri di Pati, DPR Desak Hukuman Maksimal: Ini Kejahatan Serius!

Ia menuturkan pemerintah daerah sudah melakukan upaya penanganan medis terhadap ratusan korban yang mengalami gejala keracunan makanan di Kecamatan Kadungora, Selasa (30/9/2025).

Selain melakukan uji laboratorium terhadap makanan yang dikonsumsi korban, kata dia, juga melakukan pemeriksaan terhadap korbannya dengan meminta keterangan terkait makanan yang disajikan dalam MBG tersebut.

Ia mengungkapkan pengakuan sejumlah anak-anak yang dirawat menyampaikan setelah menyantap makanan kemudian minum susu merasakan gejala keracunan, dan yang lainnya hanya menyantap makanan saja dan tidak minum susu, tidak mengalami gejala keracunan.

“Dari yang kita tanya di lapangan ada anak yang makan tapi susunya tidak diminum, ternyata enggak apa-apa, ada yang enggak makan terus susunya diminum ada masalah, jadi ini dugaan, nanti validnya melalui tes lab,” katanya.

Ia menyampaikan Pemkab Garut saat ini sudah menetapkan keracunan massal di Kecamatan Kadungora sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) agar penanganannya bisa lebih intensif.

Sambil menunggu hasil laboratorium dan selama penanganan pasien korban keracunan, kata dia, maka dapur MBG yang menyajikan makanan terhadap korban tersebut dihentikan sementara waktu.

“Kita minta yang kejadian ini dihentikan dulu,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani menambahkan, jumlah korban keracunan diduga akibat menyantap menu program MBG di Kecamatan Kadungora bertambah menjadi 282 orang, terdiri dari 193 orang sudah pulang, 81 orang dirawat di Puskesmas Kadungora, dua orang di Puskesmas Leles, dan enam orang dirujuk ke RSUD dr Slamet Garut.

“Jumlahnya 282 korban, mayoritas sudah pulang dan menjalani rawat jalan di rumah,” katanya.

Korban keracunan itu merupakan pelajar dari empat sekolah yakni SDN 3 Talagasari, SMPN 1 Kadungora, SMP PGRI, dan SMA Annisa di Kecamatan Kadungora.

Korban keracunan itu mengeluhkan sakit yang sama seperti pusing, mual, muntah, diare, dan merasakan sesak napas setelah menyantap MBG dengan menu terdiri dari nasi, daging sapi, kacang edamame, sayur kol, timun, pisang, dan susu kemasan. (Bro)

Tags: keracunanmbgpemkab garut

Berita Terkait.

ary
Nasional

Hardiknas 2026: Ary Ginanjar Raih Lencana Emas, Jatim Percepat Mesin Talenta

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:23
Dokter Internship Meninggal Saat Bertugas, DPR Desak Audit: “Alarm Keras Sistem Kesehatan!”
Nasional

Dokter Internship Meninggal Saat Bertugas, DPR Desak Audit: “Alarm Keras Sistem Kesehatan!”

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:31
Dugaan Pelecehan Puluhan Santri di Pati, DPR Desak Hukuman Maksimal: Ini Kejahatan Serius!
Nasional

Dugaan Pelecehan Puluhan Santri di Pati, DPR Desak Hukuman Maksimal: Ini Kejahatan Serius!

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:55
Tak Sekadar Populis, Program MBG Kunci Kualitas SDM Masa Depan
Nasional

Tak Sekadar Populis, Program MBG Kunci Kualitas SDM Masa Depan

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:31
99 Persen Kader Internal Isi Kepengurusan Baru, Jazuli: PB Mathla’ul Anwar Siap Melesat Lebih Tinggi
Nasional

51 Jemaah Haji Ilegal Ditangkap di Soetta Selama April – Mei 2026

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:32
Christina-Aryani
Nasional

Cegah Kekerasan Pekerja Migran, Kemen P2MI Perkuat Peran Posbakum

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:25

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3689 shares
    Share 1476 Tweet 922
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.