• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Teknologi Jadi Kunci Transformasi Pangan Lokal Naik Kelas

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 12 September 2025 - 23:51
in Ekonomi
WhatsApp Image 2025-09-12 at 23.17.17

Ilustrasi - Pembeli membayar dengan metode scan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di warung makan di kawasan Jakarta Selatan. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketahanan pangan tak cukup hanya bicara ketersediaan, tapi juga transformasi. Indonesia kini mendorong pangan lokal agar lebih berdaya saing lewat teknologi dan pemberdayaan pelaku usaha.

Untuk itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan transformasi pangan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Fokusnya, menguatkan ekosistem pangan lokal dengan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mendorong Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta menghadirkan insentif bagi pelaku usaha.

BacaJuga:

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Kementerian UMKM Bangun Ekosistem Bisnis Terintegrasi Lewat Bursa Wirausaha Unggulan

“Pangan lokal harusnya bisa naik kelas lewat dukungan teknologi dan pemberdayaan industrinya. Sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 untuk mengakselerasi diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal,” tegas Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, Jumat (12/9/2025).

Rinna menilai, sistem pangan perlu dirombak secara sistemik. Mulai dari riset dan pengembangan teknologi (Research and Development/R&D), pemetaan stakeholder (pemangku kepentingan), hingga harmonisasi regulasi antar Kementerian/Lembaga (K/L) supaya tercipta iklim usaha pangan lokal yang kondusif.

“Upaya ini tentu tidak bisa kami kerjakan sendiri. Kolaborasi lintas sektor yang ada diharapkan semakin efektif sehingga menciptakan ekosistem pangan lokal kuat dari hulu hingga hilir,” tambah Rinna.

Sejumlah K/L sudah menyatakan komitmen, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Kementerian Koordinator Bidang (Kemenko Perekonomian), Kementerian Pertanian (Kementan), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Koperasi (Kemenkop), Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Desa (Kemendes), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dengan kolaborasi multipihak ini, transformasi pangan nasional diharapkan mampu membawa produk lokal “naik kelas” dan bersaing di pasar global. (her)

Tags: bpomBRINkemendesKemenko Pangan

Berita Terkait.

Rakernas
Ekonomi

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:06
Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi

Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:09
Hanura Bantah Kelola Yayasan MBG, Sebut Tuduhan Afiliasi Dapur SPPG sebagai Hoaks
Ekonomi

Kementerian UMKM Bangun Ekosistem Bisnis Terintegrasi Lewat Bursa Wirausaha Unggulan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:59
Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi

Harga Pertamax Naik Drastis, Ekonom: Sinyal APBN Kian Terjepit

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:49
Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Berpotensi Tekan Kelas Menengah Bawah
Ekonomi

Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Berpotensi Tekan Kelas Menengah Bawah

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:50
Pro Growth-Pro Welfare, Strategi Baru Pemerintah Percepat Pertumbuhan dan Kesejahteraan
Ekonomi

Pro Growth-Pro Welfare, Strategi Baru Pemerintah Percepat Pertumbuhan dan Kesejahteraan

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:15

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1162 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1424 shares
    Share 570 Tweet 356
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan di Jakbar dan Kepulauan Seribu

    854 shares
    Share 342 Tweet 214
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.