• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Harga Gabah Tinggi, Pedagang Beras Cipinang Mengeluh Rugi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 8 September 2025 - 15:03
in Nasional
beras

Seorang pedagang mengecek dagangannya di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Senin (8/9/2025). (ANTARA/Aria Ananda).

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sejumlah pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Senin (8/9), mengeluhkan kerugian akibat harga gabah yang tinggi sehingga membuat beras premium sulit dijual sesuai harga modal.

Para pedagang mengungkapkan harga gabah di tingkat petani saat ini mencapai Rp8.200 per kilogram (kg), sehingga modal yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan beras premium sekitar Rp14.000 per kg ke atas. Selain itu, dengan tambahan biaya distribusi, harga jual menjadi sulit ditekan di bawah Rp15.000 per kilogram.

BacaJuga:

Wamendagri Wiyagus: Bonus Demografi Harus Lahirkan Kepemimpinan Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

Wamendagri Bima Arya Jelaskan Informasi Insentif Rp1 Triliun, Bukan Hanya untuk Penilaian Program MBG

PPN Pembalut Dinilai Tak Berpihak pada Perempuan, Pemerintah Diminta Revisi PP 49/2022

Akibat selisih tersebut, pedagang mengaku rugi hingga puluhan juta rupiah karena penjualan tidak dapat menutup biaya modal mereka.

Salah satu pedagang, Abdul Malik (45), yang sudah 15 tahun berjualan di PIBC, mengatakan kualitas beras premium juga sering kali tdak sebanding dengan harga. Dia pun mengaku pernah menjual beras dengan harga selisih rugi mencapai Rp2.000 per kg.

“Belum lagi ada yang fisiknya (beras premium) yang remuk atau kualitasnya ada yang kurang bagus. Jadi, ada yang malah jual rugi Rp12.800 per kg. Memang terlihat kecil (selisih Rp2.000 per kg) tapi kalau transaksinya sudah berton-ton, kerugiannya bisa Rp28 juta sampai Rp40 juta,” kata Abdul.

Dia menambahkan kondisi pasar saat ini juga tidak stabil, sehingga penjualan bisa ramai pada satu hari, namun sepi keesokan harinya.

Pedagang beras lainnya, Suyatno (52), menuturkan stok beras premium dari petani sudah mencukupi, tetapi pedagang enggan membelinya karena khawatir merugi. Dia menyoroti mekanisme panen di tingkat petani sebagai penyebab utama harga beras tidak terkendali.

“Kalau panen tidak serentak, harga gampang dipermainkan. Pemerintah sebaiknya jangan hanya mengawasi pedagang, tapi juga mengatur agar panen lebih terjadwal,” ujar Suyatno.

Lebih lanjut, dia menjelaskan rata-rata harga beli beras premium dari daerah bisa mencapai Rp14.500 per kg. Setelah ditambah biaya transportasi dan operasional, harga jualnya dapat menembus Rp15.000 per kg.

Kondisi itu, sambung dia, membuat pedagang sulit menentukan harga sehingga mereka harus memutuskan antara menyimpan stok, menjual di atas harga eceran tertinggi atau malah menjual rugi beras tersebut.

“(Suplai beras) premium sih ada, tapi pedagang banyak simpan. Kalau nekat jual, bisa mahal atau malah jual rugi,” ungkap Suyatno.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga beras premium di tingkat konsumen per Senin (8/9) tercatat Rp15.733 per kilogram, sedangkan beras medium Rp13.759 per kilogram.

Harga premium tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga eceran tertinggi (HET) nasional dan zona 1 sebesar Rp14.900 per kilogram, serta HET zona 2 sebesar Rp15.400 per kilogram. Harga itu hanya sedikit berbeda di bawah HET zona 3 yang ditetapkan Rp15.800 per kilogram.

Perbedaan harga tersebut memperburuk posisi pedagang di pasar induk sebab mereka khawatir pembeli justru menahan konsumsi beras premium dan beralih ke beras medium dalam jangka panjang.

Pedagang pun berharap agar pemerintah memberikan perhatian serius terhadap rantai pasok, mulai dari tingkat produksi hingga distribusi, sehingga harga beras kembali stabil dan kerugian pedagang di pasar induk dapat ditekan. (bro)

Tags: Harga Gabah TinggiPasar Induk Beras CipinangPedagang Berasrugi

Berita Terkait.

Wiyaguus
Nasional

Wamendagri Wiyagus: Bonus Demografi Harus Lahirkan Kepemimpinan Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

Minggu, 1 November 2026 - 15:03
Bima-Arya
Nasional

Wamendagri Bima Arya Jelaskan Informasi Insentif Rp1 Triliun, Bukan Hanya untuk Penilaian Program MBG

Minggu, 1 November 2026 - 13:03
Pembalut
Nasional

PPN Pembalut Dinilai Tak Berpihak pada Perempuan, Pemerintah Diminta Revisi PP 49/2022

Minggu, 1 November 2026 - 11:05
Riset
Nasional

Kemenag Dorong Riset Mahasiswa PTKIN Berdampak Nyata Bagi Masyarakat

Minggu, 1 November 2026 - 10:06
MUI
Nasional

Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

Minggu, 1 November 2026 - 09:07
DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi
Nasional

Komisi III Desak Kapolri Usut Dugaan Pelanggaran Prosedur Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:05

OLAHRAGA

Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Olahraga

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Editor Nasuha
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13

INDOPOSCO.ID - Gelandang Persija Jakarta Stjepan Loncar mengingatkan timnya untuk mewaspadai tren positif Dewa United menjelang laga pekan kedelapan Super...

SelengkapnyaDetails
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39
Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5157 shares
    Share 2063 Tweet 1289
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1114 shares
    Share 446 Tweet 279
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1008 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1267 shares
    Share 507 Tweet 317
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.