• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Komisi XII Dorong Industri Sawit Terapkan TNFD & IFRS S2: Transparansi Global untuk Hentikan Deforestasi Masif

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 29 Agustus 2025 - 15:04
in Nasional
Ateng-Sutisna

Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna. (Foto: dok DPR)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, menyampaikan pernyataan Menteri Lingkungan Hidup yang menyarankan masifnya konversi hutan menjadi kebun sawit. Menurut Ateng, langkah korektif bagi industri sawit tidak cukup berhenti pada sertifikasi ISPO maupun RSPO saja, melainkan harus melangkah lebih jauh dengan mengintegrasikan pelaporan berbasis Taskforce on Nature-related Financial Disclosures (TNFD-nature) dan International Financial Reporting Standard Sustainability 2 (IFRS-Climate S2).

“Aturan sertifikasi seperti ISPO dan RSPO memang penting untuk memastikan terjadinya perjalanan di tingkat operasional. Tetapi tantangannya saat ini adalah transparansi risiko finansial dan keterbukaan terkait dampak lingkungan. Di sini pelaporan TNFD dan IFRS S2 berperan melengkapi agar dunia usaha tidak hanya patuh, tetapi juga akuntabel secara global,” tegas Ateng dalam keterangan persnya, Jumat (29/8/2025)

BacaJuga:

Banggar DPR Setuju Sekolah Swasta Gratis, Tantangan Terbesar Kini Soal Anggaran

Kemenko PMK Dalami Penyebab Ribuan Peserta SNBP 2026 Batal Kuliah

Beasiswa Doktor Bakal Melimpah, LPDP Ungkap Strateginya

Ia menjelaskan bahwa ISPO adalah regulasi nasional dan RSPO yang bersifat sukarela pada tingkat global memang menilai kegiatan operasional di luar negeri. Namun, penerapan TNFD dan IFRS S2 menambahkan lapisan keterbukaan finansial dan analisis risiko yang lebih mengikat, termasuk kewajiban untuk bergantung pada lokasi, target restorasi, dan skenario transisi. Dengan kombinasi itu, perusahaan sawit akan memiliki kapasitas lebih besar untuk mencegah konversi hutan secara masif sekaligus menjamin pemenuhan sertifikasi dengan eksposur finansial nyata.

Ateng mengingatkan bahwa data terbaru menunjukkan tren deforestasi yang kembali meningkat akibat ekspansi sawit. Sertifikasi seperti RSPO maupun ISPO memang terbukti dapat menekan laju deforestasi bila diterapkan secara konsisten dengan pengawasan independen, namun efektivitasnya masih bervariasi. Dalam konteks ini, pelaporan TNFD dan IFRS S2 dapat berfungsi sebagai mekanisme verifikasi tambahan sekaligus akuntabilitas yang lebih kuat bagi perusahaan.

Lebih jauh lagi, Ateng menekankan bahwa laporan berbasis TNFD dan IFRS S2 juga akan menjadi instrumen penting bagi lembaga keuangan dan investor. Informasi yang transparan memungkinkan bank menilai risiko kredit dan portofolio yang terkait dengan deforestasi, sehingga hanya perusahaan yang benar-benar menjaga prinsip nol-konversi yang akan memperoleh pembiayaan lebih menguntungkan. Sementara bagi perusahaan sawit itu sendiri, pelaporan TNFD dan IFRS S2 akan membantu mengelola risiko operasional, memprioritaskan pemulihan program, serta memperkuat reputasi dan akses ke pasar ekspor yang semakin ketat menuntut bukti-bukti keberadaannya.

Menurut Ateng, pemerintah dan regulator juga memiliki peran penting untuk menyinkronkan standar ISPO dengan prinsip-prinsip TNFD dan IFRS S2, misalnya dalam pengungkapan lokasi, target konservasi, serta memperkuat mekanisme pengawasan independen. Sementara itu, lembaga keuangan dan konsumen internasional diharapkan menerapkan uji tuntas berbasis pelaporan tersebut sebagai persyaratan pembiayaan dan pembelian, serta memberikan insentif harga dan akses pasar bagi praktik nol-konversi.

“Kalau kita bicara melampaui inovasi, maka sawit Indonesia harus bertransformasi. Tidak cukup hanya ISPO atau RSPO, tetapi juga harus menjawab standar transparansi global melalui TNFD dan IFRS S2. Dengan begitu, kita bisa menjaga ekonomi sawit tetap tumbuh tanpa harus menyumbangkan hutan dan keanekaragaman hayati bangsa,” pungkas Ateng. (dil)

Tags: DPR RIindustri sawitKebun Sawit

Berita Terkait.

Program 3 Juta Rumah Dapat Suntikan Lahan, Purbaya: Proyek Pro Rakyat Diprioritaskan
Nasional

Banggar DPR Setuju Sekolah Swasta Gratis, Tantangan Terbesar Kini Soal Anggaran

Senin, 29 Juni 2026 - 23:57
Kemenko PMK Dalami Penyebab Ribuan Peserta SNBP 2026 Batal Kuliah
Nasional

Kemenko PMK Dalami Penyebab Ribuan Peserta SNBP 2026 Batal Kuliah

Senin, 29 Juni 2026 - 23:41
Trauma Dieksploitasi di Kamboja, Korban TPPO: Jangan Tergiur Gaji Besar
Nasional

Beasiswa Doktor Bakal Melimpah, LPDP Ungkap Strateginya

Senin, 29 Juni 2026 - 23:31
Belanda vs Maroko: Koeman Klaim Duel Unggulan yang ‘Kepagian’
Nasional

Bawaslu Minta Aturan Pidana Pemilu, KUHP, dan KUHAP Diselaraskan

Senin, 29 Juni 2026 - 23:21
Belanda vs Maroko: Koeman Klaim Duel Unggulan yang ‘Kepagian’
Nasional

Belanda vs Maroko: Koeman Klaim Duel Unggulan yang ‘Kepagian’

Senin, 29 Juni 2026 - 23:11
Trauma Dieksploitasi di Kamboja, Korban TPPO: Jangan Tergiur Gaji Besar
Nasional

Trauma Dieksploitasi di Kamboja, Korban TPPO: Jangan Tergiur Gaji Besar

Senin, 29 Juni 2026 - 22:51

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1726 shares
    Share 690 Tweet 432
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1694 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1637 shares
    Share 655 Tweet 409
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1016 shares
    Share 406 Tweet 254
Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang
Olahraga

Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang

Editor Folber Siallagan
Senin, 29 Juni 2026 - 22:11

INDOPOSCO.ID - Timnas Brasil akan ditantang Timnas Jepang dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026. Duel sengit perebutan tiket ke...

SelengkapnyaDetails
Tantang Brasil, Skuad Samurai Biru Siap Hadirkan Kejutan di Babak 32 Besar

Tantang Brasil, Skuad Samurai Biru Siap Hadirkan Kejutan di Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 - 17:35
Selebrasi

Bungkam Afrika Selatan, Kedisiplinan dan Agresivitas Jadi Kunci Kemenangan Kanada

Senin, 29 Juni 2026 - 10:41
Buchanan

Hasil Piala Dunia: Hukum Afsel di Injury Time, Kanada ke 16 Besar

Senin, 29 Juni 2026 - 08:19
32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!

32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:51
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.