• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pengamat Kritik Perayaan HUT RI ke – 80 : Hanya Ritual Tanpa Makna Substansial

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Senin, 18 Agustus 2025 - 22:40
in Nasional
WhatsApp Image 2025-08-18 at 21.04.14

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI) Lucius Karus. foto/ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI) Lucius Karus, menegaskan bahwa Kemerdekaan yang dirayakan setiap tahun makin menjadi ritual rutin tanpa makna yang substansial.

Sebagai sebuah ritual, menurut Lucius, perayaan HUT itu dibikin sebegitu meriahnya. Tujuan utamanya nampaknya untuk “meninabobokan” rakyat agar tak menyadari kesulitan dan penderitaan yang nyata dihadapi.

BacaJuga:

Capaian Pembelajaran Terbit, Kemendikdasmen: Yang Berubah Hanya Mata Pelajaran Ini

AI Makin Canggih, BRIN Pasang “Benteng” Lawan Hoaks dan Deepfake

Mulai 1 Juli 2026, Registrasi Kartu SIM Wajib Verifikasi Wajah, Pakar: Langkah Tepat Berantas Kejahatan Digital

“Jadi pesta HUT yang dibikin meriah ya agar rakyat lupa dengan kondisi nyata yang sesungguhnya,” kata Lucius kepada INDOPOSCO.ID, Senin (18/8/2025).

Jika pemerintah atau negara serius merefleksikan momentum kemerdekaan ke-80 tahun, maka dengan situasi sekarang ini, pemerintahan Prabowo Subianto, seharusnya bukan pesta meriah yang akan dipamerkan, tetapi kerja serius hingga keringat bercucuran.

“Kerja keras itu tidak sekadar omon-omon pakai teriak hingga berkeringat, tetapi melalui program-program yang sungguh-sungguh didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan, ada banyak program mercusuar yang diinisiasi Pemerintah sekarang. Mulai dari Sekolah Rakyat, MBG, Koperasi Merah Putih, dan Danantara.

Program-program ini, kara Lucius, datang dengan janji mulia untuk menyejahterakan rakyat, tetapi yang ada sebaliknya.

“Sejauh ini kesejahteraan rakyat yang dijanjikan belum terlihat. Demi program-program itu, negara melakukan efisiensi. Efisiensi berujung pada cekaknya perekonomian. Banyak rakyat yang kesulitan mencari kerja. Jadi program yang datang dengan janji menyejahterakan rakyat nyatanya membuat rakyat kesulitan juga,” cetusnya.

Kata Lucius, ada persoalan terkait manajemen tata kelola program sekaligus anggaran yang membuat program-program itu tak ampuh. Problem utama korupsi masih mengejar, sehingga program-program dengan anggaran raksasa itu dalam pelaksanaannya banyak dipandang sekedar proyek saja. Banyak yang mencari untung di tengah keterbatasan dari program-program itu.

“Jadi persoalan utama korupsi ini yang gagal dicarikan jalan keluarnya. Program semulia apapun, jika dikelola dengan semangat korupsi yang tinggi tak akan sampai pada rakyat secara maksimal,” tuturnya.

Persoalan korupsi ini yang nampaknya tak serius diupayakan. Perang melawan korupsi justru dibalas dengan belas kasih pada pelaku yang sudah dihukum.

“Ini menurunkan daya tawar melawan korupsi. Dan jika korupsi terus mengakar, maka percuma saja semua program mulia yang dicanangkan,” tukasnya.

“Keseriusan memberantas korupsi ini saya kira adalah salah satu bentuk mengisi kemerdekaan sesungguhnya. Karena korupsi ini adalah penjajah baru yang membuat birokrasi tak pernah maksimal melayani warga negara,” tegasnya.

Ia pun menyoroti pembebabasan bersyarat terhadap mantan Ketua DPR RI Setya Novanto, terpidana korupsi e-KTP.

Menurut Lycius, negeri ini layaknya terbolak balik antara ucapan atau janji dengan realitas yang ada dalam pemberantasan korupsi.

Dia pun mengistilahkan hal itu seperti lagu berjdul “Tabola Bale” yang pada perayaan 17 Agustus 2025 di Istana Merdeka, Jakarta, dimeriahkan dengan nyanyian tersebut

“Lagu Tabola-Bale yang mengundang keriuhan perayaan HUT di istana sesungguhnya merupakan olokan ya bagi pemerintah. Penilaian ini sekurang-kurangnya jika kita melihat judulnya saja, karena isi lagu Tabola Bale sebenarnya lebih ke tema percintaan,” kata Lucius saat dihubungi INDOPOSCO.ID, Senin (18/8/2025).

“Judul Tabola Bale persis menunjukkan apa yang sebenarnya sedang terjadi di negara ini.Tabola bale kalau diterjemahkan lurus berarti terbolak balik, antara ideal dan kenyataan, khususnya dalam perang melawan korupsi,” sambungnya.

Ia pun mencontohkan hal terbaru adalah saat Presiden Prabowo Subianto berpidato di Sidang Tahunan MPR RI, pada Jumat (15/8/2025), yang dengan ucapan berapi-api berjanji memberantas korupsi, namun esok harinya, justru publik dikejutkan dengan pembebasan bersyarat Setya Novanto (Setnov).

“Mimpinya mau mengejar koruptor, siapapun mereka, mau petinggi TNI, POLRI yang jadi backing sampai kader partai. Presiden tak takut mengejar mereka jika korupsi atau bermain tambang ilegal. Tapi pekikan yang baru saja membahana di gedung MPR, pada moment sidang tahunan 15 Agustus 2025, eh, besoknya, Setya Novanto, seorang terpidana diputuskan bebas bersyarat padahal masa hukumannya masih sampai 2029 nanti,” cetusnya.

Tak hanya Setnov, ia juga menyoroti sejumlah orang yang mendapat pengampunan dari Presiden Prabowo dengan pemberian abolisi dan amnesti. terpidana yang

“Beberapa hari atau minggu yang lalu, terpidana korupsi juga.mendapatkan pengampunan langsung dari Presiden yang meneriakkan perang mengejar koruptor. Ini kan namanya tabola bale. Mau ngejar koruptor, setelah ketangkep malah dikasihani,” sindirnya.

“Jadi ketika mereka bergoyang menyanyikan lagu tabola bale, jangan-jangan mereka merayakan apa yang mereka lakukan,” pungkasnya. (dil)

Tags: Korupsi e-KTPLucius KarusPeneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI)Setya Novanto

Berita Terkait.

belajar
Nasional

Capaian Pembelajaran Terbit, Kemendikdasmen: Yang Berubah Hanya Mata Pelajaran Ini

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:05
ai
Nasional

AI Makin Canggih, BRIN Pasang “Benteng” Lawan Hoaks dan Deepfake

Kamis, 25 Juni 2026 - 04:44
sim
Nasional

Mulai 1 Juli 2026, Registrasi Kartu SIM Wajib Verifikasi Wajah, Pakar: Langkah Tepat Berantas Kejahatan Digital

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:51
basarnas
Nasional

DPR Desak Penguatan Anggaran Basarnas dan BMKG demi Keselamatan Publik

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:02
Pertama Kali! Logo Kemerdekaan RI Dipilih oleh Publik, Begini Cara Ikut Votingnya
Nasional

Pertama Kali! Logo Kemerdekaan RI Dipilih oleh Publik, Begini Cara Ikut Votingnya

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:14
Apresiasi Polda Jabar, Ketua Komisi III DPR Minta Pelaku Penyekapan Perempuan Diganjar Hukuman Terberat
Nasional

Apresiasi Polda Jabar, Ketua Komisi III DPR Minta Pelaku Penyekapan Perempuan Diganjar Hukuman Terberat

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:31

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1464 shares
    Share 586 Tweet 366
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1202 shares
    Share 481 Tweet 301
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1134 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    923 shares
    Share 369 Tweet 231
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
naldo
Piala Dunia 2026

Tertinggal dari Messi di Perburuan Sepatu Emas, Begini Respons Ronaldo

Editor Laurens Dami
Rabu, 24 Juni 2026 - 22:22

INDOPOSCO.ID - Kapten Timnas Portugal Cristiano Ronaldo merespons santai ketika ditanya tentang persaingan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 melibatkan nama-nama...

SelengkapnyaDetails
ronaldo

Cristiano Ronaldo Jawab Kritik Keras Publik dengan 2 Gol

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:04
Jude-bellingham

Hasil Piala Dunia: Jude Bellingham Ungkap Suasana Ruang Ganti Inggris Tidak Ada Drama

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:54
Pemain-Timnas-Kolombia

Hasil Piala Dunia: Menang Tipis Atas Kongo, Kolombia Amankan Tempat di 32 Besar

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:43
Tuchel

Hasil Piala Dunia: Kuasai Bola 78 Persen tapi Mandul, Tuchel Akui Inggris Bermain Terlalu Hati-hati Kontra Ghana

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:12
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.