• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pidato di Sidang Tahunan, Ketua DPR RI Ingatkan Parpol dan Negara Hadir Nyata untuk Rakyat

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Jumat, 15 Agustus 2025 - 20:32
in Nasional
puan

Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Sidang Bersama DPR-DPD yang merupakan rangkaian Sidang Tahunan MPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: Humas DPR RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan, kekuasaan sejati adalah amanah untuk melayani rakyat, bukan sekadar simbol atau alat politik.

Dalam pidatonya, ia menggunakan metafora “cinta segitiga” untuk menggambarkan ketegangan antara aspirasi rakyat, ketersediaan anggaran, dan kepatuhan terhadap aturan yang kerap menjadi penghambat cepatnya respons pemerintah.

BacaJuga:

PEP Sangasanga Ajak Mahasiswa Kenali Peluang dan Tantangan Industri Hulu Migas

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Berlaku, Mukhtarudin Tegaskan Prioritas Pelindungan Pekerja Migran

Dorong Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah, Mendagri Tito Raih CNN Indonesia Awards 2026

Dia menyampaikan hal ini dalam agenda Pembukaan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Dengan segala sumber daya yang Indonesia miliki, ungkapnya, mulai dari birokrasi, anggaran, sumber daya alam, hingga kewenangan, rakyat menaruh harapan besar agar negara selalu hadir secara nyata.

Bagi Puan, kehadiran negara selama ini kerap terasa terbatas pada pidato atau baliho. Padahal, jelasnya, masyarakat menantikan keadilan sosial yang belum sepenuhnya dirasakan, entah di sawah, sekolah, rumah sakit, bahkan kampung-kampung tertinggal, terdepan, dan terluar.

“Bagi rakyat yang membutuhkan kehadiran negara dalam menyelesaikan persoalan hidupnya, menunggu satu hari saja terasa sangat lama. Tetapi bagi kita, para pemangku kekuasaan di DPR dan pemerintah, membahas dan mencari solusi atas persoalan rakyat sering kali berlangsung berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun,” ujar Puan.

Metafora “cinta segitiga” yang digunakan Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu bukan sekadar retoris. Ia merujuk pada tarik-menarik yang terus berlangsung di lingkup kekuasaan berupa aspirasi rakyat menuntut kepastian dan kecepatan, anggaran membatasi ruang gerak kebijakan, dan aturan legal sering kali menahan langkah cepat pemerintah.

Ketiganya terkadang berjalan paralel namun tidak selalu selaras, sehingga urusan rakyat tetap menunggu. Oleh karena itu, dirinya menekankan bahwa tugas para pemegang amanat kekuasaan, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, adalah menghadirkan kebijakan yang benar-benar melayani dan mensejahterakan rakyat.

Puan juga menekankan negara harus hadir secepat mungkin dalam menyelesaikan urusan rakyat. Menurutnya, keberpihakan pada rakyat tidak cukup sekadar diucapkan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan terencana. Di sisi lain, ia tetap mengapresiasi langkah cepat pemerintah yang menangani berbagai persoalan strategis yang menyentuh kepentingan publik.

Meski demikian, ia menekankan bahwa keberpihakan tidak boleh bersifat reaktif semata. Langkah-langkah yang diambil, terangnya, harus menjadi bagian dari kinerja reguler pemerintah, dirancang dengan perencanaan matang, dan konsisten dilaksanakan untuk mengurangi ketergantungan rakyat pada respons ad-hoc.

“Kekuasaan bukan untuk menakuti rakyat, melainkan untuk menyelesaikan urusan rakyat, meskipun seringkali urusannya rumit, ibarat cinta segitiga antara aspirasi, anggaran, dan aturan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Puan menambahkan, serumit apapun konflik antara aspirasi, anggaran, dan aturan, selalu ada jalan untuk menemukan solusi terbaik bagi bangsa. Menurutnya, jalan ini memerlukan keberanian, komitmen, dan kemampuan untuk menyeimbangkan ketiga elemen agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya formal, tetapi benar-benar berdampak.

Bagi Puan, inti dari kekuasaan adalah keberpihakan yang nyata dan konsisten terhadap rakyat. Di penghujung pidato, ia menyisipkan pesan reflektif untuk menegaskan perlunya bergerak maju dari cara lama.

Dirinya menekankan negara dan para pemegang kekuasaan harus “moved on” dari pola birokrasi yang lamban, dari rutinitas yang hanya formal, serta dari kebiasaan menunda penyelesaian masalah rakyat. Dengan cara itu, ujarnya, metafora cinta segitiga tidak lagi menjadi hambatan, tetapi pendorong bagi terciptanya pelayanan publik yang lebih responsif, adil, dan mensejahterakan masyarakat.

“Tugas kita bukan hanya membicarakan harapan rakyat, tetapi juga mewujudkannya. Pemerintah dalam menjalankan kekuasaannya harus senantiasa mawas diri sebab kekuasaan sejatinya adalah untuk melayani, membantu, dan memberdayakan rakyat,” tukas Puan.

Tak hanya bicara soal kekuasaa negara, Puan juga berbicara terkait peran krusial partai politik dalam sistem demokrasi Indonesia. Puan mengatakan partai politik bukan hanya sebagai alat menuju kekuasaan tetapi juga sarana untuk menghubungkan masyarakat dengan negara.

“Partai politik bukan sekadar kendaraan menuju kekuasaan, tetapi jembatan antara rakyat dan negara. Dari partailah wakil rakyat dilahirkan. Dari partailah presiden dan kepala daerah diusung. Oleh karena itu, partai politik memikul tanggung jawab besar sebagai sokoguru kedaulatan rakyat,” ungkap Puan.

Dijelaskannya, dalam sistem demokrasi Pancasila yang menjadi fondasi politik Indonesia, musyawarah dan hikmat kebijaksanaan harus menjadi panduan utama dalam setiap pengambilan keputusan. Demi membawa kebaikan bagi seluruh rakyat.

“Demokrasi Pancasila menempatkan musyawarah sebagai proses utama, dan hikmat kebijaksanaan sebagai sumber pikiran dan nurani dalam setiap pengambilan keputusan sehingga membawa kebaikan bagi seluruh rakyat, dan tidak meninggalkan siapapun di belakang,”jelasnya.

Menurutnya, peran strategis parpol sangat besar dalam menjaga kedaulatan rakyat. Melalui parpol, wakil rakyat, hingga presiden dilahirkan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Sehingga Partai politik bukan sekedar struktur organisasi. Partai politik merupakan institusi perjuangan yang seharusnya berdiri tegak di atas nilai, integritas, dan kepercayaan rakyat. Sebab, partai tanpa nilai perjuangan akan membawa kekuasaan kehilangan arah dan makna bagi rakyat.

Karena peran strategis parpol tersebut, pihaknya mengingatkan pentingnya pembenahan internal parpol agar dapat melahirkan pemimpin yang tidak hanya retoris, tetapi juga berpihak pada rakyat dan berani mengambil resiko demi kepentingan publik.

“Oleh karenanya, Partai politik tidak boleh berhenti membenahi diri. Partai harus menjadi tempat lahirnya para pemimpin yang bukan hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu berpihak, bekerja, dan berani mengambil resiko demi kepentingan rakyat,” tukasnya

Meski demikian ia memandang, keberhasilan Parpol juga sangat ditentukan oleh sistem politik yang mewadahinya, khususnya sistem pemilu.

“Sebaik apapun visi dan integritas partai, jika sistem politik khususnya sistem pemilu, tidak mendukung terwujudnya kedaulatan rakyat secara nyata, maka suara rakyat berisiko terdistorsi,” pungkasnya. (dil)

Tags: Ketua DPR RInegaraparpolpidatoPuan Maharanirakyatsidang tahunan

Berita Terkait.

UYC-2026
Nasional

PEP Sangasanga Ajak Mahasiswa Kenali Peluang dan Tantangan Industri Hulu Migas

Sabtu, 7 November 2026 - 18:08
Mukhtarudin
Nasional

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Berlaku, Mukhtarudin Tegaskan Prioritas Pelindungan Pekerja Migran

Sabtu, 7 November 2026 - 16:46
Ribka-Haluk
Nasional

Dorong Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah, Mendagri Tito Raih CNN Indonesia Awards 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 16:26
yusril
Nasional

Libatkan Komnas HAM, Pemerintah Usut Insiden Penembakan di Pidie

Sabtu, 7 November 2026 - 09:09
ukp
Nasional

Lumba-Lumba Liar Jadi Magnet, UKP Dukung Pengembangan Segitiga Emas Lampung

Jumat, 6 November 2026 - 21:41
Mendagri Dorong Pemda Percepat Registrasi Perlinsos Digital untuk Pastikan Bansos Tepat Sasaran
Nasional

Sindikat Besar Pemalsuan Tinta Epson Dibongkar di Jakarta Setelah 18 Bulan Investigasi

Jumat, 6 November 2026 - 20:40

OLAHRAGA

STY
Olahraga

Persija vs Persebaya, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Tidak Lengah

Editor Juni Armanto
Sabtu, 7 November 2026 - 15:45

INDOPOSCO.ID - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong meminta anak asuhnya tetap waspada saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan kesembilan Super...

SelengkapnyaDetails
witan

Jamu Persebaya, Persija Usung Misi Bangkit di Hadapan Jakmania

Sabtu, 7 November 2026 - 09:35
Sirkuit Mandalika

Gaspol di Mandalika, Pertamina Dukung Regenerasi Pebalap Indonesia lewat MRS 2026

Jumat, 6 November 2026 - 21:21
rafael

PSIM vs Dewa United: Asa ke Puncak, Banten Warriors Pantang Terpeleset

Jumat, 6 November 2026 - 11:21
bola

Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

Jumat, 6 November 2026 - 08:51

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3344 shares
    Share 1338 Tweet 836
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2312 shares
    Share 925 Tweet 578
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1878 shares
    Share 751 Tweet 470
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.