• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Kementerian UMKM Dorong Kopdes/Kel Merah Putih Jadi Motor Penguatan Ekonomi Desa

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 14 Agustus 2025 - 16:06
in Ekonomi
kopdes

Ilustrasi petugas Kopdes/Kel Merah Putih sedang menata gas bersubsidi. (Dok. Kementerian UMKM)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah semangat peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia (RI), pemerintah kembali menegaskan arti kemerdekaan bukan hanya kebebasan dari penjajahan fisik, tetapi juga mencakup kemerdekaan di bidang ekonomi.

Salah satu wujudnya adalah peluncuran 80.081 kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025, sebagai kendaraan bersama untuk mendorong kemandirian desa, khususnya bagi pegiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

BacaJuga:

Tekanan Rupiah Jadi Sorotan, PKS Dorong Penguatan Fundamental Ekonomi Nasional

Rupiah Loyo, APPBI Optimistis Daya Beli di Pusat Belanja Tetap Terjaga

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Presiden Prabowo bahkan mengibaratkan konsep koperasi seperti seikat lidi.

“Satu lidi lemah, tapi jika ratusan lidi disatukan akan menjadi kekuatan besar yang mampu menyapu bersih tantangan. Koperasi adalah alat bagi mereka yang masih lemah, untuk berjuang bersama. Tapi kalau bersatu, mereka jadi kekuatan. Dari ekonomi lemah menjadi ekonomi yang kuat,” kata Prabowo saat itu.

Sejalan dengan hal tersebut, bagi Kementerian UMKM, Kopdes/Kel Merah Putih memiliki fungsi sebagai agregator dalam menghimpun kekuatan para pengusaha UMKM agar mampu memenuhi skala ekonomi yang dibutuhkan untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik mengatakan, melalui koperasi, UMKM yang selama ini berjalan sendiri-sendiri dapat membentuk klaster usaha yang terorganisir, mengakses pembiayaan dengan lebih mudah, memperoleh bahan baku dengan harga efisien, dan memperluas jaringan pemasaran. Bahkan, terbuka untuk mendapatkan akses inovasi teknologi dan kemitraan.

“Tantangan terbesar UMKM saat ini adalah beroperasi dalam skala serba terbatas sehingga biaya produksi tinggi, produktivitas rendah, dan akses ke pasar maupun pembiayaan menjadi terbatas. Koperasi adalah pilihan paling rasional untuk mengatasi ini, dengan berhimpun dalam KDMP (Kopdes/Kel Merah Putih), UMKM mendapatkan kepastian pasar, pasokan bahan baku, dan peluang untuk tumbuh pesat,” kata Riza di Jakarta, Kamis (14/8/2025).

Riza menegaskan bahwa UMKM dan koperasi bukanlah dua entitas yang saling bersaing atau berhadap-hadapan, melainkan bagian dari satu ekosistem yang saling menguatkan. Koperasi menjadi “kendaraan” yang membawa UMKM menuju jenjang yang lebih tinggi, sementara UMKM sebagai anggota koperasi adalah “mesin penggerak” yang memastikan koperasi tetap hidup dan produktif.

“Melalui model ini, UMKM dapat menghimpun volume produksi dalam jumlah memadai, menurunkan biaya operasional, dan mendapatkan standar mutu yang konsisten. Hal ini sangat penting untuk membuka akses pasar yang lebih besar, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” jelasnya.

Selain itu, Kopdes/Kel Merah Putih juga memiliki potensi besar untuk mengangkat produk-produk unggulan daerah yang memiliki kekhasan masing-masing. Mulai dari komoditas pertanian seperti cabai, nilam, dan bambu, hingga produk perikanan dan kerajinan lokal, semua dapat diintegrasikan dalam sistem koperasi untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas.

Di Bangka Belitung, misalnya, produk madu lokal yang sebelumnya diproduksi secara terpisah oleh para pengusaha UMKM kini dapat dikurasi dan disatukan dalam satu merek bersama. Koperasi berperan dalam standardisasi kualitas, pengemasan yang profesional, hingga pencarian mitra pemasaran yang lebih luas. Dampaknya, produk madu tersebut tidak hanya lebih mudah diterima pasar, tetapi juga memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Hal serupa terjadi di sektor pangan, di mana koperasi membantu petani dan nelayan mendapatkan akses pupuk, benih, dan bahan baku dengan harga lebih terjangkau. Sebelumnya, banyak pengusaha mikro di sektor ini harus mencari pasokan sendiri, menghadapi harga yang fluktuatif, dan sering kali mendapatkan kualitas yang tidak konsisten. Melalui koperasi, seluruh proses ini menjadi lebih efisien dan terencana, sehingga pengusaha UMKM dapat lebih fokus meningkatkan produktivitas dan inovasi.

“Bayangkan, petani yang sebelumnya harus membeli pupuk mahal atau mencari benih sendiri, kini bisa mendapatkan pasokan yang tepat, harga resmi dan terjamin kualitasnya. Mereka tidak lagi bekerja sendirian, tetapi dalam ekosistem yang terorganisir, akuntabel, dan saling menguatkan,” ujar Riza.

Menurut Riza, langkah ini tidak hanya akan meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga membuka kesempatan bagi Indonesia untuk menghadirkan koperasi yang masuk ke dalam jajaran koperasi terbesar di dunia.

“Kita tidak hanya ingin besar dari sisi jumlah, tetapi juga ingin mendorong kualitas sebanyak-banyak koperasi semakin produktif dan membanggakan. KDMP bisa menjadi jalan untuk ini,” tambahnya. (her)

Tags: Ekonomi DesaKementerian UMKMKopdes/Kel Merah Putih

Berita Terkait.

Mulyanto
Ekonomi

Tekanan Rupiah Jadi Sorotan, PKS Dorong Penguatan Fundamental Ekonomi Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:14
Jakarta-Great-Sale-2026
Ekonomi

Rupiah Loyo, APPBI Optimistis Daya Beli di Pusat Belanja Tetap Terjaga

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:07
Rakernas
Ekonomi

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:06
Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi

Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:09
Hanura Bantah Kelola Yayasan MBG, Sebut Tuduhan Afiliasi Dapur SPPG sebagai Hoaks
Ekonomi

Kementerian UMKM Bangun Ekosistem Bisnis Terintegrasi Lewat Bursa Wirausaha Unggulan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:59
Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi

Harga Pertamax Naik Drastis, Ekonom: Sinyal APBN Kian Terjepit

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:49

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1187 shares
    Share 475 Tweet 297
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1441 shares
    Share 576 Tweet 360
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    858 shares
    Share 343 Tweet 215
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.