• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Saat UMKM Wastra Nusantara Merajut Kearifan Lokal dan Menggerakkan Ekonomi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 9 Agustus 2025 - 11:21
in Ekonomi
Sejumlah kerajinan dari Saree Ulos dan Batik Organik ditampilkan acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025, di Jakarta Internasional Convention Center, Jakarta, Kamis (7/8/2025). Foto: Kementerian UMKM

Sejumlah kerajinan dari Saree Ulos dan Batik Organik ditampilkan acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025, di Jakarta Internasional Convention Center, Jakarta, Kamis (7/8/2025). Foto: Kementerian UMKM

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melekat erat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Para pengusaha UMKM pun tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka menjadi salah satu pilar penggerak penting bagi bangsa ini baik sebagai pelestari maupun penopang ekonomi.

Pengusaha UMKM berperan besar dalam pelestarian lingkungan dan kesejahteraan bangsa. Pencapaian itu diwujudkan dua pengusaha UMKM, yakni Saree Ulos dan Batik Organik.

BacaJuga:

Rupiah Loyo, APPBI Optimistis Daya Beli di Pusat Belanja Tetap Terjaga

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Saree Ulos dan Batik Organik punya semangat mengenalkan produk khas Indonesia berupa wastra Nusantara ramah lingkungan yang sekaligus mampu memberdayakan masyarakat.

Founder Saree Ulos, Juliana Sianturi mulai berkecimpung dalam kreasi songket ulos dengan tekad memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan perajin tenun di Danau Toba.

Pada 2024, Juliana mengikuti program inkubasi Kementerian UMKM. Dari hanya fokus berjualan tenun, jiwa inovatif dalam diri Juliana tumbuh lewat program yang diinisiasi Kementerian UMKM.

Juliana mengkreasikan limbah pertanian menjadi bahan baku songket ulos dengan merek Saree Ulos. Limbah sawit, rami, pisang, dan nanas dimanfaatkan menjadi produk tenun yang ramah lingkungan dan bernilai jual tinggi. Selembar tenun ini dihargai mencapai Rp9 juta.

Sebagai perintis songket ulos dari limbah sawit, Juliana memastikan para penenun mendapatkan keuntungan yang layak. Saree Ulos bermitra dengan 50 penenun. Mereka mendapatkan upah dari jasa tenun, serta jasa insentif sebesar 10 persen dari harga kain yang berhasil terjual.

“Ini kami aplikasikan ke songket ulos agar dapat dinikmati bukan hanya oleh masyarakat Batak, tapi juga semua kalangan,” ujar Juliana dalam acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025, di Jakarta Internasional Convention Center, Jakarta, Kamis (7/8/2025).

Keunikan Saree Ulos membuat songket ulos dari limbah sawit menarik minat berbagai pihak, termasuk eksportir Indonesia yang biasa mengekspor produk ke Eropa dan Amerika.

Juliana kini punya tekad baru mengembangkan limbah pertanian menjadi bahan baku benang khas Indonesia untuk memproduksi berbagai wastra Nusantara. Dia berharap pemerintah bersinergi menghadirkan mesin pengolah limbah pertanian menjadi benang berkualitas. Kain alami dari limbah pertanian juga diharapkan menjadi daya tarik tersendiri dalam rangka melindungi produk lokal.

“Kami berharap limbah pertanian bisa dimaksimalkan menjadi benang khas Indonesia yang dipasarkan ke dunia internasional, kemudian menjadi barang bernilai jual tinggi,” ujarnya dengan penuh harap.

Batik Organik

Senada, semangat melestarikan lingkungan dan menyejahterakan bangsa juga digaungkan pengusaha UMKM asal Bogor, Ana Khairani. Dia mendirikan usaha Batik Organik dengan konsep keberlanjutan pada 2013.

“Kami memiliki visi global ingin mendirikan pusat riset edukasi serat dan warna alam yang diwujudkan melalui kain batik,” tutur Ana yang turut menampilkan batiknya dalam ajang KKI 2025.

Ana bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), berhasil mengekstrak daun, kulit buah, bunga, dan batang pohon menjadi pewarna alami batik. Batik Organik juga dibuat dengan kain dari serat alami kayu akasia, eucalyptus, katun, atau sutra eri. Serat ini bersifat biodegradable sehingga mudah terurai dalam tanah dan lebih ramah lingkungan.

Lewat Batik Organik, Ana juga membantu memberdayakan perempuan Indonesia. Batiknya menjadi karya inklusif buatan 54 ibu pembatik dari Desa Cipaku, Bogor. Para ibu mendapat edukasi, kaderisasi, dan pelatihan membatik.

Keberhasilan Ana menciptakan batik ramah lingkungan tak lepas dari dukungan Kementerian UMKM. Dia mengikuti program Entrepreneur Development yang memberikan pembinaan berupa peningkatan kapasitas produksi dan mentoring bisnis.

Menurutnya, Kementerian UMKM telah berperan penting dalam menumbuhkan semangat berinovasi, meningkatkan reputasi baik dan penjualan Batik Organik. Ana juga mendapat perlindungan legalitas, perluasan akses pasar, serta kesempatan tampil ke publik.

“Kami bersyukur program ini berkelanjutan dan masih menjadi ekosistem bisnis pendukung dalam berjejaring dan berkolaborasi dengan pihak lain,” ujar Ana.

Saree Ulos dan Batik Organik menjadi contoh UMKM yang berhasil mengembangkan usahanya sekaligus mencintai lingkungan dan menyejahterakan bangsa Indonesia. (her)

Tags: kearifan lokalKementerian UMKMUMKMWastra Nusantara

Berita Terkait.

Jakarta-Great-Sale-2026
Ekonomi

Rupiah Loyo, APPBI Optimistis Daya Beli di Pusat Belanja Tetap Terjaga

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:07
Rakernas
Ekonomi

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:06
Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi

Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:09
Hanura Bantah Kelola Yayasan MBG, Sebut Tuduhan Afiliasi Dapur SPPG sebagai Hoaks
Ekonomi

Kementerian UMKM Bangun Ekosistem Bisnis Terintegrasi Lewat Bursa Wirausaha Unggulan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:59
Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi

Harga Pertamax Naik Drastis, Ekonom: Sinyal APBN Kian Terjepit

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:49
Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Berpotensi Tekan Kelas Menengah Bawah
Ekonomi

Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Berpotensi Tekan Kelas Menengah Bawah

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:50

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1168 shares
    Share 467 Tweet 292
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1427 shares
    Share 571 Tweet 357
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan di Jakbar dan Kepulauan Seribu

    854 shares
    Share 342 Tweet 214
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.