INDOPOSCO.ID – Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) meminta semua pihak dan mitranya mendukung upaya pemerintah untuk mencapai emisi nol bersih (net zero). Dengan cara mengurangi emisi gas rumah kaca, beradaptasi perubahan iklim, dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
PFI juga memperkenalkan PFI Net Zero Commitment Charter, sebuah inisiatif strategis bertujuan membangun komitmen kolektif anggota dan mitra PFI dalam mendukung pengendalian perubahan iklim inklusif dan berbasis komunitas.
Inisiatif itu akan didukung penuh Association of Carbon Emission Experts Indonesia (ACEXI), dengan menyediakan sumber daya manusia yang mumpuni dan kompeten. Serta program-program pendampingan efektif dalam membantu anggota-anggota PFI maupun komunitas filantropi dalam upaya mencapai net zero.
Sebagai Langkah awal, PFI akan membentuk kelompok-kelompok kerja terkait pengurangan emisi karbon terdiri dari perwakilan anggota PFI. Ada 240 anggota PFI dan 280 mitra dan jaringan dengan 8.048 partisipan program rutin.
“Saat ini yang memiliki peran penting dalam menjembatani kesenjangan pembiayaan, memperkuat kapasitas lokal, dan mempercepat inovasi yang berpihak pada keadilan iklim,” ujar Ketua Badan Pengurus PFI Rizal Algamar dalam sesi diskusi bertajuk “Memimpin Filantropi Menuju Net Zero; dari Kesadaran ke Aksi Kolektif untuk Membangun Komitmen Filantropi Indonesia”, di Jakarta, Jumat (8/8/2025).
Diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Filantropi Indonesia 2025 (FIFest 2025). Tampil sebagai pembicara kunci Wakil Ketua Majleis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Eddy Soeparno.
Rizal mengatakan, hal ini sekaligus mendukung pembiayaan dan program transisi rendah karbon, termasuk pendekatan berbasis alam dan perhitungan emisi karbon.
“Bukan hanya berdampak langsung pada pengurangan risiko iklim, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang, ketahanan sosial, dan keberlanjutan lingkungan,” kata dia.
Ketua Umum ACEXI Lastyo K. Lukito menyatakan, transisi menuju Net Zero bukan hanya keharusan strategis, tetapi juga etis. Dengan kapasitas anggota mumpuni dalam pengendalian perubahan iklim terutama terkait emisi karbon.
“ACEXI mengambil peran penting bersinergi dan berkolaborasi dengan Perhimpunan Filantropi Indonesia menjadi katalis perubahan, yang mampu menggerakkan sektor swasta dan komunitas dalam mendukung target iklim nasional dan mendorong pembangunan berkelanjutan,” ungkap Lastyo, dalam kesempatan yang sama.
Dalam FIFest 2025 ini, ACEXI juga berpartisipasi dalam Backyard Area Exhibition dengan membangun booth yang bertujuan mengajak para pengunjung FIFest 2025, terutama perwakilan dari yayasan-yayasan anggota PFI dan korporasi, untuk serius memikirkan isu berkelanjutan dengan mulai melakukan upaya-upaya mengurangi emisi karbon dalam rangka memitigasi perubahan iklim.
Dalam acara ini, PFI dan ACEXI juga menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk bekerja sama membangun kesadaran dan kapasitas anggota-anggota PFI dan pihak swasta terkait untuk memiliki komitmen dan memulai upaya pengurangan emisi karbon. MoU ini ditandatangani oleh Rizal Algamar, Ketua Badan Pengurus PFI, dan Lastyo Kuntoaji Lukito, Ketua Umum ACEXI.
Kerja sama antara PFI dan ACEXI menandai langkah awal dalam membangun ekosistem Philanthropy Net Zero di Indonesia-sebuah upaya penting dalam mendorong praktik filantropi yang tidak hanya peduli sosial, tapi juga sadar lingkungan dan selaras dengan target iklim global.
Acara ini menghadirkan Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno sebagai pembicara kunci serta para pembicara-pembicara terkemuka yaitu Ir. Ary Sudijanto, M.S.E., Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon, Kementerian Lingkungan Hidup yang mewakili pemerintah, Kirana Sastrawijaya, SH, MM., Senior Partner Firma Hukum UMBRA yang banyak terlibat dengan isu-isu keberlanjutan, Azis Armand, CEO Indika Foundation dan Agus Mashud S. Asngari, President Direktur Pertamina Foundation, maupun Rizal Algamar sebagai Ketua Badan Pengurus PFI . Ketua Umum ACEXI, Lastyo Kuntoaji Lukito, ST, MCP, bertindak sebagai moderator dalam diskusi ini.(dan)











