• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Terwujudnya Swasembada Tekan Ketergantungan Indonesia pada Impor Pangan

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 30 Juli 2025 - 09:51
in Ekonomi
Panen-padi

Ilustrasi petani tengah panen padi. Foto: Dokumen Kementan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peningkatan pengetahuan petani mengenai pengelolaan hama akan memberikan dampak positif yang lebih luas. Di antaranya berkontribusi langsung pada peningkatan produksi pangan dalam negeri dan mendukung upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan sebagai bagian dari Asta Cita.

“Tercapainya swasembada pangan akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada produk pertanian impor,” ujar Tey Hui Xiang, Manager Syngenta Indonesia dalam keterangan, Rabu (30/7/2025).

BacaJuga:

FIFA Gift Hadirkan Pengalaman Menonton Piala Dunia 2026 dan Final UCL Lebih dan Berhadiah

IPA Convex Ke-50, Pemerintah-Industri Satukan Strategi Amankan Pasokan Energi

PLN EPI, PLN Energi Gas dan BAg Sabet 3 Trofi Listrik Indonesia Award 2026

Ia menuturkan, dalam jangka panjang, inisiatif ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan sektor pertanian Indonesia, memperkuat ketahanan pangan nasional, dan meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan.

“Praktik aplikasi yang bertanggung jawab memastikan efektivitas jangka panjang dalam pengendalian hama dan mendukung pertanian berkelanjutan,” katanya.

Ia mengatakan, tingkat pemahaman petani tentang manajemen resistensi masih beragam. Dengan inovatif berbasis Plinazolin menawarkan pengendalian kuat terhadap hama utama yaitu penggerek batang kuning pada tanaman padi, spodoptera exigua pada tanaman bawang merah, dan thrips pada tanaman cabai.

“Dua teknologi ini (INCIPIO® dan SIMODIS®) jadi solusi perlindungan tanaman dan meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan,” terangnya.

Dengan memahami konsep manajemen resistensi, masih ujar dia, petani dapat memperoleh manfaat penting. Yakni menjaga efektivitas pengendalian hama dalam jangka panjang dan mencegah kerugian panen akibat hama yang resistan.

Selain itu, lanjutnya, bisa mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan, dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan akibat penggunaan produk perlindungan tanaman yang berlebihan atau tidak sesuai aturan.

“Dengan edukasi tentang manajemen resistensi yang tepat petani bisa hemat biaya pengendalian hama dan meningkatkan kualitas hasil panen,” ungkapnya.

“Petani juga dapat mengurangi penggunaan produk perlindungan tanaman yang tidak perlu, sehingga menghemat pengeluaran,” sambungnya.

Diketahui, kegiatan PIJAR (Plinazolin Maju dan Bersinar) merupakan wujud komitmen Syngenta Indonesia terhadap pertanian berkelanjutan. Program ini juga salah satu upaya dalam membantu petani memperoleh akses informasi dan teknologi pertanian terkini. (nas)

Tags: Imporpanganpengelolaan hamaSwasembada

Berita Terkait.

FIFA-Gift
Ekonomi

FIFA Gift Hadirkan Pengalaman Menonton Piala Dunia 2026 dan Final UCL Lebih dan Berhadiah

Sabtu, 25 April 2026 - 12:39
IPA Convex Ke-50, Pemerintah-Industri Satukan Strategi Amankan Pasokan Energi
Ekonomi

IPA Convex Ke-50, Pemerintah-Industri Satukan Strategi Amankan Pasokan Energi

Sabtu, 25 April 2026 - 11:31
PLN EPI, PLN Energi Gas dan BAg Sabet 3 Trofi Listrik Indonesia Award 2026
Ekonomi

PLN EPI, PLN Energi Gas dan BAg Sabet 3 Trofi Listrik Indonesia Award 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 10:34
PGN-BRIN Dongkrak Produktivitas Pesisir, Panen Biosalin Jepara Tembus 176 Ton
Ekonomi

PGN-BRIN Dongkrak Produktivitas Pesisir, Panen Biosalin Jepara Tembus 176 Ton

Sabtu, 25 April 2026 - 09:45
umkm
Ekonomi

Kolaborasi Jadi Kunci, UMKM Pertanian Didorong Lebih Kompetitif

Jumat, 24 April 2026 - 23:03
Pertamina NRE
Ekonomi

Pertamina NRE Gaungkan “AKU NET-ZERO HERO”, Ajak Publik Jadi Bagian Solusi Iklim

Jumat, 24 April 2026 - 22:58

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1348 shares
    Share 539 Tweet 337
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    867 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    759 shares
    Share 304 Tweet 190
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.