• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Korupsi Chromebook, Eks Penyidik KPK: Kejahatan Terencana dari Orang Dekat Nadiem

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 18 Juli 2025 - 23:53
in Nasional
chromebook

Pejabat tinggi Kemendikbudristek usai dijadikan tersangka oleh Kejagung dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook. Foto: Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Eks Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo, buka suara soal skandal korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek.

Ia menyebut, kasus ini bukan kejahatan biasa, tapi kejahatan yang terstruktur, sistematis, dan terencana.

BacaJuga:

Temui Mahasiswa Demo, DPR Klaim MBG Akan Hemat Rp70 Triliun

Siapkan UMKM Tembus Pasar Dunia, Bea Cukai Berikan Pendampingan Ekspor

DPR Akomodasi Tuntutan Mahasiswa Soal BBM-MBG

“Ini bukan korupsi dadakan. Ini jelas-jelas pemufakatan jahat yang dirancang sejak awal,” kata Yudi kepada INDOPOSCO.ID Jumat (18/7/2025).

Ia menyoroti peran beberapa orang dekat Nadiem Makarim yang menjadi staf khusus menteri yang kerap bertindak seperti pengendali dalam bayangan.

“Stafsus memang tidak punya kewenangan birokratis, tapi pengaruhnya besar,” ujarnya.

“Mereka sering jadi ‘kaki tangan’ menteri. Apapun perintahnya, dianggap titah langsung dari menteri,” imbuhnya.

Menurutnya, dalam praktik birokrasi, ASN lebih tunduk pada komunikasi informal ketimbang dokumen formal.

“Tanpa perlu konfirmasi ke menteri, instruksi stafsus langsung dijalankan. Ibrahim hanya menjalankan perintah. Tapi dampaknya, sangat strategis,” ucap Yudi.

Yudi menekankan bahwa dalam banyak kasus korupsi, komunikasi non-prosedural justru jadi alat utama untuk menyiasati pengambilan keputusan.

“Itulah mengapa korupsi seringkali lolos dari kontrol birokrasi formal,” kata dia.

Terkait penanganan kasus, Yudi memberi sinyal soal potensi penetapan tersangka baru.

“Kedua orang itu yang sudah disebutkan terlibat punya andil. Tinggal kita tunggu apakah Kejaksaan berani menjerat lebih dalam atau berhenti di permukaan,” tukasnya.

Di akhir pernyataannya, Yudi menyebut bahwa skandal Chromebook ini adalah cermin nyata dari wajah baru korupsi di birokrasi Indonesia.

“Kasus ini menegaskan bahwa korupsi hari ini tak lagi sporadis, tapi dirancang matang dan dijalankan dalam koordinasi yang rapi,” pungkasnya.

Sebelumnya, nama eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, berkali-kali disebut oleh Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Abdul Qohar, saat mengumumkan empat tersangka kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook senilai triliunan rupiah.

Namun anehnya, nama Nadiem tidak ada dalam daftar tersangka yang diumumkan Qohar di Kejaksaan Agung, Selasa (15/7/2025).

Yang baru ditetapkan sebagai tersangka hanya seorang Staf Khusus Nadiem, seorang konsultan proyek, dan dua pejabat aktif di Kemendikbudristek.

“Masih butuh alat bukti,” dalih Qohar saat ditanya soal absennya nama Nadiem dalam daftar tersangka.

Menariknya, Kejaksaan kini membuka jalur penyelidikan baru yang menelusuri jejak investasi Google ke Gojek tahun 2018, yang disebut-sebut berkaitan dengan pengadaan Chromebook.

Seperti diketahui, Nadiem adalah pendiri Gojek, perusahaan transportasi daring yang kini merger dengan Tokopedia menjadi GoTo.

Penyidik bahkan telah menggeledah kantor pusat Gojek, dan memeriksa sejumlah pejabat dari Gojek dan Google sebagai saksi.

Hal ini makin menguatkan spekulasi bahwa pengusutan kasus ini berpotensi menjalar ke lingkaran elite digital Indonesia.

“Ini bukan sekadar korupsi pengadaan barang. Ada aroma konflik kepentingan dan permainan besar modal asing,” ujarnya.

Lanjutnya, penelusuran akan terus berlanjut hingga ke aktor intelektual dan pihak-pihak yang diduga mengambil keuntungan besar dari proyek digitalisasi pendidikan yang justru berujung pada kerugian negara.

“Kami telusuri semua hubungan, semua koneksi. Yang penting, alat buktinya cukup,” pungkasnya. (fer)

Tags: ChromebookEks Penyidik KPKKorupsi Chromebook

Berita Terkait.

sufmi
Nasional

Temui Mahasiswa Demo, DPR Klaim MBG Akan Hemat Rp70 Triliun

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:31
bc2
Nasional

Siapkan UMKM Tembus Pasar Dunia, Bea Cukai Berikan Pendampingan Ekspor

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:11
dasco
Nasional

DPR Akomodasi Tuntutan Mahasiswa Soal BBM-MBG

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:47
bc2
Nasional

Tim Gabungan Bea Cukai Musnahkan Ribuan Batang Ganja di Aceh Utara

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:30
karhutla
Nasional

El Nino Diprediksi Menguat, Pemerintah Serukan Gerak Cepat Cegah Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:08
umi
Nasional

Raih Anugerah SMSI 2026, Umi Sjarifah Buktikan Ketangguhan Perempuan Memimpin Media

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7136 shares
    Share 2854 Tweet 1784
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    961 shares
    Share 384 Tweet 240
Kejagung Bongkar Peran Glory Harimas Sihombing, Tersangka Baru Korupsi MBG
Olahraga

Alasan Granit Xhaka Ambil Penalti di Injury Time saat Swiss Bekuk Bosnia

Editor Juni Armanto
Jumat, 19 Juni 2026 - 16:42

INDOPOSCO.ID – Setelah sempat tersendat di laga pembuka, Swiss akhirnya menemukan ritmenya di laga kedua Piala Dunia 2026 pada Jumat...

SelengkapnyaDetails
Ismael Kone

Piala Dunia 2026: Kemenangan Kanada Diwarnai Cedera Horor Ismael Kone, Jesse Marsch Prihatin

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:37
Hasil Piala Dunia: Bungkam Korsel 1-0, Meksiko Pastikan Langkah ke 32 Besar

Hasil Piala Dunia: Bungkam Korsel 1-0, Meksiko Pastikan Langkah ke 32 Besar

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:47
Piala Dunia 2026: Hugo Broos Puas Afsel Tampil Lebih Agresif saat Imbangi Ceko

Piala Dunia 2026: Hugo Broos Puas Afsel Tampil Lebih Agresif saat Imbangi Ceko

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:01
Hasil Piala Dunia: Kanada Gunduli Qatar, Swiss Menang Meyakinkan atas Bosnia

Hasil Piala Dunia: Kanada Gunduli Qatar, Swiss Menang Meyakinkan atas Bosnia

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:23
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.