• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ketua DPR RI Minta Pemerintah Bertindak Cepat Atasi Virus Hanta

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Jumat, 4 Juli 2025 - 15:47
in Nasional
Puan-Maharani

Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto: dok DPR RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti temuan sejumlah kasus virus Hanta tipe HFRS yang terdeteksi di beberapa wilayah, seperti Yogyakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Utara.

Puan mengatakan temuan ini menunjukkan kurangnya kesiapan Negara menghadapi penyakit zoonosis yang berpindah dari hewan ke manusia.

BacaJuga:

HUT Projo Tanpa Jokowi, Budi Arie Ungkap Alasan yang Tak Bisa Dibuka

Kemenkop Gelar Magang Pengurus KDKMP, Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan

Puan pun mendesak agar pemerintah melalui Kementerian Kesehatan segera melakukan langkah konkret seperti deteksi dini agar virus tersebut tidak menyebar luas.

“Virus Hanta mungkin belum menyebar secara masif, tetapi justru ini alasan kita harus bertindak cepat. Fokusnya tidak hanya pada respons darurat, tetapi lebih pada membangun kemampuan deteksi dini dan respons medis yang efektif di tingkat desa, tempat yang paling rentan terhadap penyebaran penyakit,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (4/7/2025).

Seperti diketahui, ada delapan kasus penyakit virus Hanta ditemukan di Indonesia pada periode 15-21 Juni 2025. Semua kasus tersebut kini telah dinyatakan sembuh. Penularan virus ini berasal dari kontak dengan paparan tikus yang terinfeksi.

Dari semua kasus yang ditemukan, 2 kasus ditemukan di Jawa Barat, 4 kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta, 1 kasus di Nusa Tenggara Timur, dan 1 kasus lainnya di Sulawesi Utara.

Menurut Puan, kesiapan fasilitas kesehatan primer dan tenaga medis hingga tingkat daerah menjadi kunci penanganan penyakit zoonosis seperti virus.

“Penanganan harus dimulai dengan pendekatan teknis yang terukur dan solusi yang bisa diimplementasikan secara langsung di lapangan,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai ketua DPR RI itu.

Puan pun menilai, pemerintah harus memperbanyak penyediaan alat diagnosis cepat (rapid test berbasis molekuler) untuk Puskesmas dan klinik daerah yang masuk dalam kategori rawan zoonosis. Selain itu, diperlukan pula pelatihan wajib bagi tenaga medis untuk mengenali spektrum gejala virus Hanta dan penyakit menular mirip lainnya.

“Dimulai dari daerah yang padat permukiman, dekat pasar tradisional, dan zona pertanian,” tambah Puan.

Mantan Menko PMK ini juga menyoroti pentingnya pendekatan lintas sektor dalam pencegahan penyakit zoonosis. Salah satunya, kata Puan, dengan pengendalian tikus berbasis komunitas.

“Tentunya ini memerlukan kerjasama antara Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pertanian,” ujarnya.

Lebih lanjut, Puan menekankan pentingnya unsur kebersihan dan kesehatan lingkungan masyarakat. Seperti pengelolaan sampah, kebersihan pasar, serta sanitasi lingkungan yang harus menjadi bagian dari kebijakan yang terintegrasi dan saling mendukung dalam upaya pencegahan.

“Virus ini muncul karena habitat manusia dan hewan pengerat makin berdekatan. Artinya, pendekatannya tidak bisa sektoral. Kita butuh respons lintas sektor dengan target yang terukur, misalnya turunnya populasi tikus dan peningkatan indikator sanitasi di kawasan padat penduduk,” papar Puan.

Puan menilai, virus Hanta kerap terabaikan padahal dapat menimbulkan penyakit zoonosis seperti rabies, antraks, leptospirosis, flu burung, brucellosis, toksoplasmosis, dan cacar monyet. Menurutnya, hal ini terjadi karena minimnya literasi masyarakat tentang bahaya penyakit zoonosis.

Untuk itu, Puan mendorong Pemerintah memperbanyak sosialisasi dan edukasi tentang virus Hanta agar masyarakat semakin lebih memahami dampaknya dan melakukan tindakan antisipasi sebagai pencegahan utama.

“Jika masyarakat tidak mengetahui bahaya virus ini, mereka bisa menganggap gejala yang muncul sebagai hal yang biasa dan tidak segera berobat. Edukasi harus menyentuh langsung ke lapangan, ke pasar, ke lahan pertanian, dan ke kampung-kampung,” pungkasnya. (dil)

Tags: kesehatanKetua DPR RIPuan Maharanivirus Hanta

Berita Terkait.

Harga Emas Masih Fluktuatif, Siap-Siap Hadapi Dua Skenario Pekan Depan
Nasional

HUT Projo Tanpa Jokowi, Budi Arie Ungkap Alasan yang Tak Bisa Dibuka

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:36
Kemenkop Gelar Magang Pengurus KDKMP, Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa
Nasional

Kemenkop Gelar Magang Pengurus KDKMP, Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:03
12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan
Nasional

12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:17
Fauzan
Nasional

Lebih dari 8.400 Kasus, Wamendiktisaintek Fauzan Dorong Kampus Bersatu Perangi TBC di Sulteng

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:09
Anak-anak
Nasional

Pembelajaran Pascabencana Flores Tetap Jalan, Sekolah Gunakan Beragam Moda

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:08
Petani
Nasional

AI Mulai Menyentuh Lahan Pertanian, BRIN Dorong Smart Farming

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:46

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.